Sukses

Pengertian

Penyakit Chagas atau ‘kissing bugs’ adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Trypanosoma cruzi. Penyakit ini tidak ditularkan antar manusia, sehingga disebut juga sebagai penyakit mencium serangga karena ditularkan melalui serangga triatomine. Serangga ini biasanya menggigit manusia melalui kulit yang tipis, seperti mata atau mulut ketika manusia tidur.

Infeksi sebenarnya terjadi bukan karena gigitan, namun karena tinja serangga. Serangga menggigit manusia dan menjadi pembawa T. cruzi melalui tinja. Tinja dapat menginfeksi tubuh manusia dari hidung, mulut, atau luka gigitan itu sendiri.        

Meskipun penyebab utama manusia terinfeksi adalah dari serangga triatomine, parasit juga dapat menginfeksi lewat cara lain. Beberapa cara di antaranya adalah:

  • Transfusi darah atau transplantasi organ dari penderita
  • Mengonsumsi makanan mentah yang telah terkontaminasi dengan parasit atau memakan daging matang dari hewan yang terinfeksi
  • Ibu hamil yang terinfeksi bisa menularkan penyakitnya ke janin di dalam rahim

Penyakit ini cukup berbahaya, khususnya jika menginfeksi anak kecil atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyebab

Penyakit Chagas disebabkan oleh parasit Trypanosoma cruzi yang biasanya berada pada serangga triatomine. Serangga menggigit manusia dan menjadi pembawa T. cruzi melalui tinja. Tinja dapat menginfeksi tubuh manusia dari hidung, mulut, atau luka gigitan itu sendiri.          

Serangga ini biasanya menggigit manusia saat sedang tidur. Bagian tubuh yang paling sering digigit adalah area dengan kulit yang tipis, seperti mata atau mulut.

Diagnosis

Cukup sulit menentukan diagnosis penyakit Chagas pada tahap awal. Hal ini disebabkan karena gejalanya yang serupa dengan penyakit flu. Untuk memastikan penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan juga EKG dalam proses penentuan diagnosis.

Gejala  

Penyakit Chagas memiliki dua fase, yaitu fase akut dan fase kronis.

Gejala yang muncul pada fase awal atau akut biasanya hanyalah berupa keluhan ringan, meliputi:

  • demam, lemah seperti gejala flu
  • ruam, luka
  • muntah
  • diare
  • tidak nafsu makan
  • bengkak pada kelopak mata (tanda Romana)

Gejala awal ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, parasit bisa tetap di dalam tubuh dalam keadaan dorman (berhenti tumbuh karena kondisi yang tidak memungkinkan terjadinya pertumbuhan), hingga beberapa tahun.

Jika penyakit masuk ke fase akhir atau kronis, maka dapat memicu kondisi yang bahaya. Kondisi yang bisa timbul seperti:

  • gangguan jantung seperti pembesaran jantung, kelainan irama jantung, gagal jantung bahkan serangan jantung
  • gangguan pencernaan seperti perbesaran usus besar
  • pembekuan darah

Pengobatan

Pada tahap awal, penyakit Chagas cukup mudah disembuhkan. Obat untuk membunuh parasit adalah benznidazole dan nifurtimox. Obat harus dikonsumsi selama 2 bulan. Pengobatan akan efektif jika obat dikonsumsi secepatnya setelah infeksi.

Semakin lama dan terlambat, maka akan semakin kurang efektivitas obat. Obat ini tidak dapat dikonsumsi oleh ibu hamil, namun bisa digunakan untuk bayi baru lahir. Meski demikian, Anda perlu berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Pencegahan

Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi penyakit Cahagas. Cara paling ampuh mencegah penyakit ini adalah dengan menghindari serangga triatomine. Serangga ini cenderung tinggal di rumah yang terbuat dari lumpur, adobe, dan jerami.

Tindakan lain yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan kelambu ketika tidur. Selain itu, pastikan Anda selalu membersihkan rumah secara rutin.