Sukses

Pengertian

Pectus excavatum (funnel chest) adalah suatu gangguan kongenital pada tulang, di mana tulang dada akan mengalami cekung ke dalam. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak laki-laki daripada perempuan. Pectus excavatum merupakan gangguan tulang dada kongenital yang paling sering terjadi (90%), disusul pectus carinatum (5–7%), di mana dinding dada menonjol keluar.

Pada kondisi yang ringan, penderita biasanya tidak memiliki keluhan yang signifikan. Namun pada keadaan yang berat, seorang penderita akan mengalami berbagai gangguan kesehatan, khususnya kesehatan paru dan jantung.

Penyebab

Penyebab pectus excavatum masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa faktor genetik berperan dalam terjadinya kondisi gangguan tulang dada ini. Walaupun gen penyebab gangguan tulang ini belum ditemukan, kejadian familial di mana ada anggota keluarga penderita dengan gangguan yang sama, mencapai 35% kasus.

Gangguan ini juga berhubungan dengan sindrom Marfan dan sindrom Poland. Pada gangguan tulang ini terjadi pertumbuhan yang tidak normal dari tulang dan kartilago pada 4–5 tulang dada.

Diagnosis

Diagnosis dari pectus excavatum diawali dengan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian dada penderitanya. Dada penderita akan menunjukkan adanya cekungan pada dada ke belakang. Sementara itu pada pemeriksaan jantung, akan terdengar jantung bergeser karena adanya penekanan pada dada pasien yang mengubah posisi jantung.

Terdapat beberapa pemeriksaan penunjang untuk membantu diagnosis pectus excavatum, yaitu:

  • Pemeriksaan radiologi seperti sinar X dada atau CT scan thorax. Hasil dari pencitraan sinar X dan CT scan akan menunjukkan adanya kelainan pada tulang dada. Pemeriksaan CT scan memperlihatkan secara lebih detail struktur tulang dan memberikan informasi derajat keparahan pectus excavatum.
    Keparahan Pectus excavatum dapat dinilai dengan menghitung indeks Haller. Indeks Haller dihitung dengan membandingkan diameter transversal dari thorax dengan diameter antero-posterior thorax pasien. Nilai 3,25 termasuk ke dalam kategori berat untuk derajat pectus excavatum.
  • Elektrokardiogram, dapat digunakan untuk mengetahui status kesehatan jantung penderitanya.
  • Ekokardiogram, dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi pompa jantung dan katup jantung secara langsung.
  • Uji fungsi paru-paru untuk melihat kemampuan pernafasan paru. Pada kasus yang berat, paru tidak dapat mengembang secara optimal.

Gejala  

Pada keadaan yang ringan, pectus excavatum tidak menimbulkan gejala. Namun, pada keadaan yang berat, kondisi ini akan menekan organ jantung dan paru-paru sehingga menimbulkan berbagai gejala seperti:

  • mudah merasa lelah
  • nyeri dada
  • mudah terkena infeksi saluran pernafasan
  • gangguan irama jantung

Pengobatan

Pada kondisi pectus excavatum ringan, penderita tidak menunjukkan gejala sehingga terapi fisik menjadi pilihan. Beberapa latihan dapat membantu meningkatkan daya kembang dada penderitanya.

Pada kasus yang berat, pectus excavatum dapat diperbaiki dengan operasi. Tindakan operatif dapat dilakukan baik dengan menggunakan sayatan kecil maupun sayatan besar.

Pencegahan ​

Tidak ada tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindar dari pectus excavatum.