Sukses

Pengertian

Patah kaki merupakan kondisi patah pada salah satu tulang kaki. Pada prinsipnya, tulang besar di tungkai atau tubuh bagian bawah terdiri dari tulang femur (tulang paha), tibia (tulang kering), dan fibula (tulang betis).

Patah tulang di kaki dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Fraktur terbuka, kondisi di mana patah tulang menyebabkan tulang menonjol atau mencuat keluar kulit.
  • Fraktur tertutup, di mana patah tulang tidak sampai menyebabkan tulang keluar kulit.

Penyebab

Penyebab tersering dari patah kaki adalah cedera. Di Indonesia, penyebab paling sering adalah kecelakaan motor, kecelakaan mobil, dan jatuh dari ketinggian.

Selain itu, ada penyakit tertentu yang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh. Beberapa di antaranya yaitu kanker tulang, kista tulang, dan osteoporosis. Adanya penyakit ini menyebabkan patah kaki dapat terjadi karena hal yang sepele. Misalnya penderita osteoporosis bisa mengalami patah kaki hanya karena kakinya terbentur tangga.

Kondisi patah kaki juga dapat terjadi karena hal lain. Misalnya bila seseorang melakukan olahraga berlebihan, seperti saat melakukan lari maraton.

Diagnosis

Pada pemeriksaan awal patah kaki, dokter akan mengumpulkan informasi seputar cedera yang dialami sehingga menimbulkan patah tulang. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada kaki yang sakit dan membandingkannya dengan kondisi kaki yang sehat.

Bila memang kuat indikasi terjadi patah kaki, pemeriksaan rontgen pada kaki yang patah tersebut sangat diperlukan. Tujuannya untuk mengetahui jenis patah kaki yang terjadi.

Gejala

Gejala utama patah kaki adalah nyeri yang kuat, bengkak, dan berubahnya bentuk kaki. Perubahan bentuk kaki dapat berupa pemendekan (kaki yang patah terlihat lebih pendek dibandingkan sisi yang sehat), atau adanya pembengkokan (kaki yang seharusnya lurus terlihat membengkok dibandingkan sisi yang sehat).

Pada beberapa kasus, patah kaki menyebabkan kondisi gawat darurat yang disebut sindrom kompartemen, yaitu penekanan pembuluh darah dan syaraf di kaki akibat patah tulang yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Sindrom kompartemen ditandai dengan gejala nyeri hebat di kaki, kesemutan, kaki teraba dingin dan pucat, dan tidak dapat digerakkan.

Pengobatan

Sebagai pertolongan awal pada kejadian patah kaki, berikut ini hal yang harus dilakukan:

  • Mengistirahatkan kaki
    Sebisa mungkin, hindari usaha apa pun untuk menggerakkan kaki. Tujuannya agar tidak memperberat nyeri dan memperburuk kerusakan tulang yang terjadi.
  • Kompres dingin
    Untuk mengurangi nyeri dan peradangan, berikan kompres dingin dengan air dingin atau es pada daerah yang mengalami patah kaki.
  • Bebat kaki
    Lakukan pembebatan kaki agar patahan tulang tertahan dan tidak mengalami pergerakan yang dapat mencederai jaringan di kaki.

Bila terdapat pergeseran posisi tulang, selanjutnya dokter akan melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki posisi tulang agar lurus kembali. Operasi yang umumnya dilakukan adalah ORIF (open reduction internal fixation). Tindakan dilakukan dengan memasukkan sejenis logam ke dalam tulang untuk membuat patahan tulang berada dalam posisi lurus sehingga dapat menyambung dengan sempurna. Dalam keadaan normal, tulang akan menyambung dengan sempurna dalam waktu 3–6 bulan.

Pencegahan

Untuk mencegah kerentanan mengalami patah kaki, perkuat tulang dengan mengonsumsi makanan tinggi kalsium –seperti susu, yogurt, atau keju. Bila asupan kalsium kurang, penuhi kebutuhan dengan mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D.

Perbanyak aktivitas olahraga yang membantu meningkatkan kepadatan tulang, seperti jalan kaki dan latihan beban secukupnya. Usahakan juga untuk beraktivitas luar ruang di pagi hari pada pukul 06.00–08.00. Saat itu tubuh akan mendapat paparan vitamin D yang cukup dari sinar matahari. Bila Anda melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak pergerakan, gunakan sepatu olahraga yang baik dan tepat agar gerakan lebih ergonomis, leluasa, dan aman.