Sukses

Pengertian

Milia adalah penyakit kulit di mana timbul kelompok bintik-bintik putih kecil. Kondisi ini sering muncul pada hidung dan pipi. Penyakit kulit milia kerap terjadi pada bayi baru lahir. Milia pada bayi akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Sedangkan pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, biasanya akan hilang dalam jangka waktu lama hingga beberapa bulan.

Terdapat beberapa tipe milia:

  • Neonatal milia
    Milia ini terjadi pada bayi yang baru lahir dan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Bintik kulit biasanya terdapat pada wajah, kulit kepala dan badan bagian atas.
  • Juvenile milia
    Milia ini terjadi karena kelainan genetik –seperti pada sindrom karsinoma sel basal nevoid, sindrom Gardner, dan sebagainya.
  • Primary milia
    Milia ini terjadi karena keratin yang terjebak di bawah lapisan kulit. Milia tipe ini dapat ditemukan pada kelopak mata, dahi, dan daerah genitalia.
  • Milia en plaque
    Milia ini berhubungan dengan kelainan genetik dan kelainan kulit autoimun seperti lichen planus. Milia en plaque dapat ditemukan pada kelopak mata, telinga, pipi ataupun rahang. Kista yang terjadi dapat agak besar hingga berdiameter beberapa sentimeter. Kondisi ini biasanya ditemukan pada wanita paruh baya.
  • Multiple eruptive milia
    Milia ini biasanya terjadi pada area yang gatal seperti wajah, tangan bagian atas, dan batang tubuh.
  • Traumatic milia
    Kista milium ini terjadi pada kulit yang mengalami trauma seperti luka bakar atau ruam. Kista yang terjadi teriritasi dan tampak merah.
  • Milia karena obat
    Milia ini terjadi karena pemakaian obat steroid.

Penyebab

Penyebab dari milia masih tidak diketahui. Bintik putih kecil atau kista milium ini biasanya sering berkelompok. Kista ini muncul ketika keratin terjebak di bawah lapisan kulit. Keratin merupakan protein yang biasa ditemukan pada jaringan kulit, rambut, dan juga kulit.

Milia pada bayi biasanya terjadi dari lahir. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa biasanya disebabkan oleh kerusakan pada kulit seperti:

  • luka bakar
  • melepuh
  • prosedur seperti laser atau dermabrasi
  • penggunaan jangka panjang krim steroid
  • kerusakan karena matahari jangka panjang

Diagnosis

Dokter biasanya dapat menentukan diagnosis milia hanya dari penampakan kista saat melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu, tentu saja dokter perlu melakukan serangkaian wawancara medis untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.

Gejala  

Milia dapat berupa benjolan atau bintik-bintik kecil berbentuk kubah berwarna putih ataupun kuning. Bintik-bintik putih atau bintik-bintik kuning ini biasanya tidak gatal ataupun nyeri. Namun, dapat memberikan rasa tidak nyaman pada beberapa orang.

Milia dapat menjadi teriritasi dan merah jika bergesekan dengan baju yang kasar. Penyakit kulit ini biasanya berkelompok dan sering berada pada wajah, kelopak mata, dan pipi.

Pengobatan

Tidak dibutuhkan pengobatan untuk milia pada bayi. Kista biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa biasanya akan hilang dalam jangka waktu lama hingga beberapa bulan.

Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan jika milia mengganggu penderita, seperti:

  1. deroofing, yaitu menggunakan jarum steril untuk mengeluarkan isi kista
  2. obat-obatan seperti topikal retinoid (turunan vitamin A)
  3. ablasi laser, yaitu menghancurkan kista dengan laser
  4. diathermy, yaitu menggunakan panas untuk menghancurkan kista
  5. kuret, yaitu menghancurkan kista dengan mengikis dan kauter
  6. cryotherapy, yaitu membekukan dan menghancurkan kista