Sukses

Pengertian

Mesothelioma adalah kanker yang terbentuk pada selaput pembungkus beberapa organ tubuh. Umumnya ditemukan pada pleura (paru-paru), peritoneum (perut), dan jantung. Mesothelioma termasuk jenis kanker agresif, walau demikian jarang ditemukan.

Paparan debu asbes sering dikaitkan dengan jenis kanker yang satu ini. Asbes bisa berbentuk papan atap, mineral, serat, dan berbagai olahan asbes dapat menimbulkan debu yang selanjutnya bisa terhirup oleh manusia bersama udara. Hal ini banyak terjadi di lingkungan industri, konstruksi, dan pertukangan.

Penyebab

Mesothelioma disebabkan paparan terhadap asbestos atau lebih dikenal dengan istilah asbes. Serabut asbestos dapat masuk dalam selaput pembungkus organ, menyebabkan peradangan, dan lama-kelamaan membentuk kanker.

Faktor resiko lainnya adalah paparan terhadap virus (SV 40), radiasi (thorium dioxide), dan beberapa jenis bahan kimia (erionite, bahan kimia pada cat, dan sebagainya).

Mesothelioma

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis mesothelioma, dokter akan dilakukan serangkaian wawancara medis atau anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lanjutan yang mungkin dilakukan:

  • Pencitraan –seperti sinar X, CT-Scan, MRI, PET Scan.
  • Pemeriksaan darah untuk memeriksa biomarker mesothelin.
  • Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan/cairan tubuh untuk diperiksakan di bawah mikroskop, untuk mengenali adanya sel ganas atau tidak .

Gejala

Tanda-tanda mesothelioma bergantung pada lokasi di mana kanker muncul. Mesothelioma pada paru-paru akan dikenali dari gejala seperti nyeri dada, kesulitan bernafas, batuk kronis, mudah lelah, suara serak, dan kesulitan menelan. Penderitanya juga sering demam dan berkeringat, terutama di malam hari. Selain itu, biasanya juga akan terjadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Sedangkan tanda-tanda mesothelioma pada perut antara lain mual, nyeri dan pembesaran perut, anemia, hipoglikemia, demam, dan diare atau konstipasi. Selain itu, seperti pada penderita mesothelioma di dada, penderitanya juga akan kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. 

Sementara itu, gejala mesothelioma pada jantung adalah terjadinya aritmia atau palpitasi. Selain itu, penderitanya juga akan merasakan nyeri dada, batuk, kesulitan bernafas, dan demam atau berkeringat khususnya di malam hari. 

Pengobatan

Pilihan pengobatan bergantung dari lokasi mesothelioma, stadium kanker, dan jenis sel kanker. Pilihan yang dapat dilakukan adalah:

  • pembedahan
  • kemoterapi
  • terapi radiasi
  • pleurodesis: ‘menempelkan’ selaput pembungkus paru/ pleura untuk mencegah pembentukan cairan terus-menerus

Sayangnya mesothelioma memiliki prognosis yang buruk. Setengah dari penderitanya dapat hidup setidaknya setahun setelah diagnosis. Namun hanya 10% yang dapat hidup hingga lima tahun setelah didiagnosis.

Pencegahan

Tindakan pencegahan terhadap mesothelioma yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari atau mengurangi kontak terhadap asbestos atau asbes. Sebab, hal ini merupakan penyebab utama terjadinya mesothelioma.

Namun jika risiko paparan asbes tak dapat dihindari atau jika Anda termasuk orang yang memiliki pekerjaan dengan risiko paparan asbes, patuhi aturan keselamatan kerja yang ditetapkan. Selain itu, sebaiknya Anda juga mengetahui penanganan asbes yang aman.