Masalah Mata

Iridosiklitis Akut

Tim Medis Klikdokter, 22 Jul 2020

Ditinjau Oleh

Iridosiklitis akut merupakan suatu bagian dari penyakit mata uveitis, yaitu gangguan peradangan pada mata bagian tengah

Pengertian

Iridosiklitis akut merupakan suatu bagian dari penyakit mata uveitis, yaitu gangguan peradangan pada mata bagian tengah yang disebut juga uvea. Uvea mencakup tiga bagian mata, yaitu iris, badan siliaris, dan koroid.

Iridosiklitis akut ini merupakan bentuk inflamasi atau peradangan pada bagian iris dan badan siliaris mata. Masa terjadinya iridosiklitis akut biasanya kurang dari tiga bulan atau rata-rata berkisar sekitar enam minggu.

Selain iridosiklitis akut, dikenal istilah iridosiklitis kronis. Ini adalah peradangan terus-menerus dan terjadi dalam waktu lebih lama atau lebih dari tiga bulan, atau berulang dalam tiga bulan setelah pengobatan selesai. Kemudian juga terdapat iridosiklitis rekuren, yaitu iridosiklitis yang sembuh dan sering kambuh kembali.

Letak iridosiklitis ada di bagian depan (anterior uveitis) yang memengaruhi bagian iris (jaringan berupa cincin berwarna pada bagian tengah mata, bagian yang memberikan warna mata dan bisa dilihat jika bercermin) dan badan siliaris mata (struktur pada bagian tengah mata yang terletak di belakang iris, bagian ini tidak terlihat saat bercermin).

Iridosiklitis Akut

Penyebab

Sering kali tidak ada penyebab jelas yang menimbulkan gejala iridosiklitis akut. Kondisi ini dapat muncul akibat trauma pada mata. Misalnya adanya benturan atau benda asing dalam mata. Keadaan ini juga dapat terjadi akibat komplikasi dari penyakit mata lainnya, atau berhubungan dengan penyakit lain yang dialami seseorang.

Beberapa faktor risiko terjadinya iridosiklitis akut:

  • Juvenile arthritis, psoriasis, dan penyakit autoimun lainnya (misalnya rheumatoid arthritis).
  • Penyakit inflamatori, seperti Crohn’s disease atau ulcerative colitis.
  • HIV/AIDS atau penyakit lain yang melemahkan sistem imunitas tubuh.
  • Penyakit infeksi. Misalnya brucellosis, herpes simpleks, herpes zoster, leptospirosis, penyakit Lyme, sifilis, toksoplasmosis, tuberkulosis, dan sebagainya.

Diagnosis

Diperlukan evaluasi lengkap untuk menentukan diagnosis iridosiklitis akut. Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah:

  • Anamnesis: wawancara seputar tanda dan gejala yang dirasakan, riwayat penyakit sekarang dan penyakit di masa lalu.
  • Pemeriksaan fisik: pemeriksaan lengkap mata, dapat menggunakan bantuan alat slit lamp.
  • Pemeriksaan penunjang: terutama untuk mencari tahu kemungkinan penyebab lain (misalnya: rontgen dada untuk pemeriksaan tuberkulosis, pemeriksaan darah untuk mencari tahu penyakit infeksi atau autoimun, dan sebagainya).

Gejala

Beberapa gejala yang mungkin menandakan adanya iridosiklitis akut, antara lain adalah:

  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan buram atau berkabut
  • Floaters, berupa bintik atau titik yang terlihat melayang di dalam lapangan pandang mata
  • Nyeri pada mata
  • Kemerahan pada mata
  • Foto fobia, sensitivitas berlebih terhadap cahaya
  • Sakit kepala
  • Pupil tampak mengecil
  • Perubahan warna pada bagian iris mata

Pengobatan

Sebaiknya, pasien dengan kecurigaan terkena iridosiklitis akut segera dievaluasi oleh dokter spesialis mata. Beberapa jenis obat yang mungkin diberikan adalah:

  • Antibiotik atau antiviral, jika berkaitan dengan infeksi bakteri atau virus.
  • Kortikosteroid, diberikan dalam bentuk obat tetes, obat minum, atau injeksi pada mata. Kortikosteroid tidak diberikan apabila terdapat ulkus kornea.
  • Midriatikum, obat yang berfungsi menjaga pupil mata tetap berdilatasi (melebar). Obat ini dapat membantu proses penyembuhan, mengurangi nyeri mata akibat pergerakan pupil, dan mencegah pupil mata menempel pada lensa mata. Dapat timbul efek samping penglihatan buram dan foto fobia selama pemakaian midriatikum.
  • Obat-obatan imunosupresan, direkomendasikan apabila gejala yang muncul sangat parah dan terdapat risiko kehilangan penglihatan (kebutaan). Juga bisa diberikan apabila respons terhadap pengobatan lain kurang baik.

Tanpa deteksi dini dan penanganan yang memadai, ada potensi munculnya komplikasi dari iridosiklitis akut. Antara lain munculnya glaukoma, katarak, edema pada makula mata, adanya jaringan parut atau scar, ablasi retina, dan kehilangan fungsi penglihatan atau kebutaan.

Pencegahan

Belum ada cara efektif untuk mencegah terjadinya iridosiklitis akut. Akan cukup sulit melakukan pencegahan iridosiklitis akut yang disebabkan oleh efek samping atau komplikasi gangguan kesehatan lainnya. Mengenali masalah sejak dini bisa membantu penanganan dengan lebih cepat dan tepat.

Menjaga daya tahan tubuh dan kondisi mata dari benturan atau trauma saat melakukan aktivitas fisik yang rentan benturan juga bisa membantu kondisi kesehatan mata secara umum. Misalnya mengenakan goggle (kacamata pelindung) saat bermotor, berolahraga seperti bersepeda atau basket.