Masalah Mata

Glaukoma

Tim Medis Klikdokter, 23 Sep 2020

Ditinjau Oleh

Tekanan bola mata tinggi atau glaukoma adalah gangguan penglihatan yang ditandai dengan kerusakan saraf mata.

Pengertian

Pengertian Glaukoma

Tekanan bola mata tinggi atau glaukoma adalah gangguan penglihatan yang ditandai dengan kerusakan saraf mata. Biasanya diakibatkan oleh meningkatnya tekanan dalam bola mata. Glaukoma dapat timbul pada usia berapa pun, tetapi lebih sering ditemukan pada orang tua.

Glaukoma terdiri dari dua jenis, yakni glaukoma akut dan glaukoma kronis. Glaukoma akut merupakan glaukoma yang terjadi secara tiba-tiba. Sementara itu, glaukoma kronis merupakan glaukoma yang terjadi secara perlahan-lahan.

Komplikasi Penyakit glaukoma yang tidak ditangani dengan baik, atau bahkan tidak mendapatkan pengobatan, dapat berujung kepada kebutaan.

Kebutaan ini disebabkan oleh penekanan saraf penglihatan karena tekanan bola mata yang terlalu tinggi. Kebutaan yang diakibatkan oleh kerusakan saraf penglihatan tidak dapat diperbaiki lagi, walaupun dengan cara operasi sekalipun.

Artikel Lainnya: Sering Mengobati Mata Sendiri, Hati-hati Glaukoma

Diagnosis

Glaukoma

Pemeriksaan terhadap tekanan bola mata tinggi atau glaukoma dapat dilakukan dengan alat yang dinamakan slit lamp. Dengan alat ini, dokter dapat menilai keadaan komponen-komponen dari bola mata, mulai dari kornea hingga retina.

Untuk mengukur tekanan bola mata, dokter akan menggunakan alat yang bernama tonometri. Sebelumnya, mata pasien akan diberikan semacam tetes mata yang berfungsi untuk membuat kebal kornea.

Untuk memeriksa sudut di antara iris dan kornea, dokter dapat melakukan pemeriksaan gonioskopi. Dokter perlu mengetahui apakah sudut tersebut terbuka atau tertutup.

Untuk menilai kerusakan saraf penglihatan, dokter akan memeriksa saraf tersebut dengan sebelumnya meneteskan tetes mata untuk melebarkan pupil.

Setelah penetesan cairan tersebut, pasien akan merasa penglihatannya silau atau sedikit kabur karena pupil terbuka lebar. Namun Anda tak perlu khawatir, karena efek ini hanya berlangsung sementara.

Artikel Lainnya: Statin Dapat Mencegah Glaukoma

Gejala

Gejala Glaukoma

Gejala glaukoma meliputi beberapa hal di bawah ini:

  • Penglihatan kabur.
  • Mendadak terasa nyeri hebat pada mata dan kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Melihat pelangi di sekitar objek.
  • Tekanan bola mata meninggi.
  • Mata merah.
  • Kornea suram atau keruh.

Pada gejala glaukoma kronis, penglihatan pasien akan semakin menurun. Bahkan, jika hal ini sudah berlangsung cukup lama, pasien akan mengeluhkan kehilangan penglihatan pada salah satu mata, sedangkan mata yang lainnya masih dapat melihat.

Artikel Lainnya: Sering Mual dan Muntah Hebat? Waspada Glaukoma!

Penyebab

Penyebab glaukoma

Penyebab glaukoma adalah bagian bilik mata yang tertutup oleh sesuatu, sehingga aliran cairan mata tidak lancar atau menumpuk di dalam bola mata.

Pada akhirnya, hal ini akan menjadi penyebab glaukoma atau peningkatan tekanan dalam bola mata. Sementara itu, sudut antara kornea dan iris tetap terbuka.

Pengobatan

Pengobatan Glaukoma

Pengobatan glaukoma berbeda-beda tergantung dari jenisnya.

  • Glaukoma akut

    Terapi glaukoma akut dapat berupa obat tetes mata, obat suntik dan minum, maupun pembedahan. Obat glaukoma bisa berupa suntik dan minum yang digunakan antara lain acetazolamide, glycerol, isosorbide, dan manitol. Selain itu, obat antinyeri dan antimuntah dapat ditambahkan untuk mengurangi gejala.

    Jika sudut bilik mata tertutup lebih dari 50%, harus dilakukan tindakan bedah. Milsanya: prosedur iridektomi perifer (untuk melancarkan aliran cairan mata) atau trabekulotomi (untuk menurunkan tekanan mata).

    Untuk pertolongan pertama pada penyakit glaukoma akut, dapat dilakukan kompres mata dan kepala dengan air dingin atau minum obat antinyeri. Namun, setelah itu Anda disarankan untuk mengunjungi dokter mata di rumah sakit.

  • Glaukoma kronis

    Terapi glaukoma kronis terdiri dari obat-obatan dan pembedahan. Terapi obat-obatan ini ditujukan untuk kasus yang masih ringan atau sedang.

    Awalnya pasien akan diberikan obat glaukoma golongan beta-blockers, seperti timolol, betaxolol, levobunolol, carteolol, dan metipranolol. Atau obat  glaukoma golongan simpatomimetik, seperti adrenalin dan depriverin. Untuk mencegah efek samping, obat diberikan dengan dosis terendah dan frekuensi pemberiannya tidak boleh terlalu sering.

    Jika pengobatan glaukoma belum efektif, maka dapat dilakukan peningkatan konsentrasi obat, mengganti jenis obat, atau menambah dengan obat lain. Jika tekanan bola mata sudah tidak bisa lagi dikontrol dengan obat-obatan, tindakan operasi bisa menjadi jalan keluar.

Artikel Lainnya: Bisakah Polusi Udara Meningkatkan Risiko Glaukoma?

Pencegahan

Pencegahan Glaukoma

Pencegahan glaukoma sendiri belum ada karena penyakit ini terjadi dengan sendirinya tidak dapat dicegah. Namun, deteksi dini dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaannya agar bisa cepat diobati.

Karena itu, periksalah mata secara berkala setiap empat tahun sekali setelah berusia 40 tahun, dan setiap dua tahun sekali setelah menginjak usia 65 tahun.