Sukses

Pengertian

Nefritis lupus adalah salah satu manifestasi atau komplikasi paling serius dari penyakit lupus (Systemic Lupus Erythematosus). Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya inflamasi atau peradangan yang tersebar pada berbagai organ manusia.

Prevalensi SLE bervariasi antar negara, antara 2.9/100.000–400/100.000. Sedangkan kasus nefritis lupus, dijumpai pada 40–75% penderita SLE. Gangguan ginjal umumnya terjadi setelah 5 tahun menderita SLE.

Nefritis lupus terjadi karena daya tahan tubuh yang seharusnya memerangi kuman, justru menyerang sel dan jaringan di ginjal, sehingga terjadi kerusakan pada organ ini. Pada tahap awal, nefritis lupus akan menyebabkan kemampuan penyaringan (filtrasi) ginjal menurun. Akibatnya protein akan dikeluarkan melalui urine dalam jumlah banyak. Kondisi ini akan mengakibatkan tubuh kekurangan protein dan memicu pembengkakan pada tungkai maupun wajah.

Penyakit lupus harus segera ditangani dan dikontrol dengan baik. Bila dibiarkan, nefritis lupus akan terus merusak ginjal dan bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Akibatnya, penderitanya harus melakukan cuci darah atau transplantasi ginjal.

Penyebab

Nefritis lupus terjadi karena daya tahan tubuh yang menyerang sel dan jaringan di ginjal. Ginjal adalah salah satu organ yang terserang pada SLE. Endapan kompleks imun akan mengendap pada gloemrulus dan menyebabkan peradangan pada glomerulus ginjal.

Sedangkan, penyebab dari SLE itu sendiri belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini diduga melibatkan interaksi yang kompleks dan multifaktorial antara variasi genetik dan faktor lingkungan. Terdapat banyak bukti bahwa patogenesis SLE bersifat multifaktoral seperti faktor genetik, faktor lingkungan, dan faktor hormonal terhadap respons imun.

Diagnosis

Diagnosis nefritis lupus dapat ditentukan dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pada wawancara medis dapat ditelusuri riwayat penyakit SLE dan keluhan seperti adanya gangguan buang air kecil atau pembengkakan tubuh. Identifikasi berbagai gejala sistemik lain pada SLE juga diperlukan seperti adanya ruam kemerahan pada wajah, nyeri sendi atau rambut rontok.
  • Pemeriksaan urine. Diagnosis nefritis lupus dapat ditetapkan bila terdapat tanda-tanda proteinuria dalam jumlah lebih atau sama dengan 1 gram/24 jam atau/dengan hematuria (>8 eritrosit/ lapang pandang besar) atau/dengan penurunan fungsi ginjal sampai 30%. 
  • Biopsi ginjal. Diagnosis pasti dari nefritis lupus ditentukan dari biopsi ginjal. Berdasarkan temuan biopsi dan karakteristik pemeriksaan urine penderita, nefritis lupus dapat dibagi menjadi enam jenis yang berbeda.

Berbagai kelas nefritis lupus adalah:

  1. Kelas I - Lupus nefritis mesangial minimum.
  2. Kelas II - Lupus nefritis mesangial proliferatif.
  3. Kelas III - Lupus nefritis fokal.
  4. Kelas IV - Lupus nefritis difus.
  5. Kelas V - Lupus nefritis membranosa.
  6. Kelas VI - Lupus nefritis sklerosis berat

Gejala  

Pada tahap awal nefritis lupus, penderita dapat tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada gangguan ginjal yang berat, akan tampak pembengkakan pada bagian tubuh, karena kebocoran protein pada urine.

Berbagai gejala nefritis lupus adalah:

  • adanya darah pada urine
  • tekanan darah tinggi
  • pembengkakan pada tubuh

Pengobatan

Pengobatan dari nefritis lupus tergantung dari derajat beratnya penyakit. Pada kasus nefritis lupus yang tidak aktif (kelas 1,2,5, dan 6), biasanya penanganan berdasarkan manifestasi pada organ lain.

Sedangkan pada lesi ginjal yang aktif, maka terapi berupa pemberian penekan sistem imun dapat diberikan. Beberapa pilihan obat yang sering digunakan adalah klorokuin, siklofosfamid dan steroid. Pada gangguan ginjal yang berat diperlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis.

Pencegahan ​

Belum ada pencegahan pasti untuk terjadinya nefritis lupus. Namun, perbaikan fungsi ginjal dan pencegahan memburuknya fungsi ginjal adalah target penanganan dari nefritis lupus. Kontrol rutin dan penggunaan obat yang sesuai merupakan salah satu cara untuk mencegah memburuknya fungsi ginjal pada kasus nefritis lupus.