Sukses

Pengertian

Liposarkoma merupakan jenis kanker yang berasal dari jaringan lemak. Penyakit ini dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. Namun, area yang paling sering terkena adalah area tubuh yang mengandung banyak lemak seperti di perut, lengan, dan tungkai.

Kanker ini kebanyakan menyerang orang dewasa dengan rentang usia 40–60 tahun. Liposarkoma juga termasuk dalam kategori kanker yang cukup langka dibandingkan jenis kanker lainnya. Meski demikian, saat terdiagnosis biasanya penderitanya sudah memasuki stadium lanjut dan pengobatan sulit dilakukan.

Secara keseluruhan, ada empat tipe liposarkoma, yaitu:

  • Well-differentiated liposarcoma, merupakan tipe liposarkoma yang paling sering ditemukan. Pertumbuhan dan perubahannya cenderung lambat.
  • Dedifferentiated liposarcoma
  • Myxoid liposarcoma, tipe liposarkoma ini lebih banyak menyerang orang-orang dengan rentang usia 30–50 tahun.
  • Pleomorphic liposarcoma, yaitu tipe liposarkoma yang cukup langka. Saat diobservasi di bawah mikroskop, sel di dalam tumor memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda.

Penyebab

Hingga saat ini penyebab pasti liposarkoma belum diketahui. Meski demikian, ada dugaan bahwa penyakit ini terjadi akibat mutasi genetik yang mengakibatkan sel-sel lemak berkembang biak tak terkendali.

Diagnosis

Bila terdapat dugaan liposarkoma, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan. Tes yang pertama adalah pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan yang dilakukan bisa berupa foto rontgen, CT scan, atau MRI. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui luas dan kedalaman tumor liposarkoma.

Selanjutnya akan dilakukan biopsi, yaitu mengambil sedikit sampel jaringan tumor untuk dilihat di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan benjolan yang dialami pasien merupakan liposarkoma atau timbul karena penyebab lainnya.

Gejala

Liposarkoma awalnya terlihat sebagai benjolan lunak yang membesar dengan progresif dan dapat disertai dengan bengkak dan nyeri. Kanker jenis ini umumnya mengenai daerah lengan atau tungkai dan dapat menimbulkan kelemahan gerak lengan serta tungkai.

Sementara itu, bila terjadi di perut, liposarkoma dapat menyebabkan perut makin membesar, terasa begah, nyeri perut hilang timbul, dan sembelit. Selain itu, biasnaya juga terdapat darah saat buang air besar.

Pengobatan

Pengobatan liposarkoma tergantung pada stadiumnya. Namun secara umum, pengobatan utama dari liposarkoma adalah dengan operasi. Sebisa mungkin, dokter akan mengangkat seluruh jaringan sel tumor ganas.

Namun demikian, bila tumor terlalu besar atau dekat dengan organ tertentu, maka pengangkatan seluruh jaringan tidak mungkin dilakukan. Bila hal ini yang terjadi, biasanya diperlukan tindakan radiasi dahulu untuk memperkecil ukuran tumor. Selain itu, pada beberapa kasus, kemoterapi juga perlu dilakukan untuk memperkecil ukuran tumor liposarkoma.

Pencegahan

Belum ada hal yang secara khusus dapat mencegah liposarkoma. Namun secara umum, dengan menerapkan pola hidup sehat, risiko seseorang mengalami kanker dapat menurun.

Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

  • Mengonsumsi pola makan sehat seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah
  • Mengurangi konsumsi lemak
  • Melakukan latihan olahraga dengan teratur, sekitar 3–5 kali dalam seminggu
  • Menghindari stres