Sukses

Pengertian

Kanker tulang rawan atau kondrosarkoma merupakan salah satu jenis kanker tulang yang berkembang di dalam tulang rawan. Biasanya kanker ini mengincar bagian tulang paha, lengan, panggul, dan lutut. Jenis kanker yang satu ini bisa terjadi pada siapa pun, tetapi lebih banyak menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun.

Dari berbagai jenis kanker tulang yang ada, sebanyak 30 persen di antaranya merupakan kondrosarkoma. Pada orang dewasa, gejala yang ditimbulkan terkadang membuat penyakit ini disalahartikan sebagai radang sendi. Sedangkan pada anak-anak, gejala yang dirasakan biasanya disalahartikan sebagai dampak dari pertumbuhan tulang.

Kanker tulang rawan atau kondrosarkoma dapat menimbulkan sejumlah komplikasi. Pada tahap lanjut, komplikasi yang terjadi bisa berupa metastase kanker yang dapat mengakibatkan gangguan pada organ lain.

Kondrosarkoma

Diagnosis

Diagnosis untuk menentukan kanker tulang rawan atau kondrosarkoma dapat dilakukan melalui serangkaian wawancara. Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan. Selain itu, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan dokter, yaitu:

  • Tes darah. Melalui tes ini, dokter dapat menyingkirkan adanya kemungkinan penyakit lain dengan gejala yang bisa saja mirip dengan kondrosarkoma.
  • Biopsi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan sebagian jaringan dan diperiksa di laboratorium. Melalui pemeriksaan ini juga bisa dipastikan tingkat keparahan kanker.
  • Sinar-X. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat memastikan kerusakan atau pertumbuhan tulang yang tidak wajar.
  • CT scan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat adanya penyebaran kondrosarkoma ke bagian lain.
  • MRI. Gambaran tulang yang terperinci dari pemeriksaan ini dapat membantu dokter menentukan tingkat keparahan kondrosarkoma.

Gejala

Gejala kanker tulang rawan atau kondrosarkoma dapat berbeda-beda pada setiap orang. Namun, pada umumnya gejala yang ditimbulkan adalah:

  • Terdapat benjolan atau pembengkakan di area yang terkena kanker. Biasanya bengkak berwarna kemerahan.
  • Nyeri di area yang terkena kanker. Rasa nyeri akan memburuk pada malam hari.
  • Mudah berkeringat, khususnya pada malam hari.
  • Terjadinya penurunan berat badan yang cukup drastis.
  • Mudah merasa lelah.
  • Tulang menjadi lebih lemah sehingga rentan terhadap patah tulang atau perdarahan.

Pengobatan

Pengobatan kanker tulang rawan atau kondrosarkoma dilakukan berdasarkan usia, riwayat penyakit, dan tingkat keparahan kanker. Meski demikian, penanganan pada umumnya meliputi:

  • Operasi pengangkatan benjolan. Tindakan ini dilakukan jika kanker belum menyebar. Benjolan atau bagian tulang rawan yang terkena kanker akan diangkat.
  • Radioterapi. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan pancaran radiasi yang diberikan dalam dosis tinggi. Tujuannya untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker.
  • Kemoterapi. Walaupun bukan pengobatan utama, terapi ini banyak dilakukan pada kasus kondrosarkoma yang sudah menyebar ke bagian lain. Terapi ini biasanya memberi efek samping seperti rambut rontok, diare, mual dan muntah, dan kelelahan.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab kanker tulang rawan atau kondrosarkoma belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi yang diduga sebagai faktor risiko yang dapat memicu terbentuknya sel-sel kanker:

  • Faktor genetik. Memiliki keluarga yang menderita kanker tulang.
  • Perubahan atau mutasi DNA. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan sel-sel kanker yang di luar kendali.
  • Paparan radiasi tinggi akibat suatu pengobatan. Kondrosarkoma disebut-sebut sebagai salah satu efek jangka panjang dari radiasi pada kanker.