Sukses

Pengertian

Kanker pankreas adalah tumor ganas pada pankreas. Pankreas itu sendiri merupakan suatu organ retroperitoneal berupa kelenjar dengan panjang sekitar 15–20 cm dan berat sekitar 75–100 gram. Terdapat tiga bagian besar pankreas, yaitu caput pankreas (bagian kepala), corpus pankreas (bagian badan), dan cauda pankreas (bagian ekor).

Organ tubuh ini berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan memproduksi berbagai macam hormon yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya adalah insulin yang bekerja untuk mengontrol kadar gula darah

Kanker ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita (1,5:1). Mereka yang telah berusia di atas 45 tahun lebih rentan karena diketahui pengidap kanker ini banyak ditemukan pada rentang usia tersebut.

Penyebab

Penyebab kanker pankreas hingga saat ini masih belum jelas. Namun terdapat beberapa faktor eksternal yang diduga dapat memicu kanker pankreas –seperti merokok, obesitas, pola makan, dan konsumsi alkohol. Selain itu faktor genetik juga berperan dalam terjadinya kanker pankreas.

Kelainan yang paling sering adalah mutasi K-ras yang diamati pada 60–75% kanker pankreas. Inaktivasi gen p16 juga diobservasi pada 80–95% kanker pankreas sporadil.

Diabetes juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker pankreas. Diabetes yang telah didiagnosis selama dua tahun dapat meningkatkan risiko sebesar dua kali kejadian kanker pankreas.

Diagnosis

Diagnosis kanker pankreas memerlukan kombinasi dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Karena gejalanya yang samar dan terkadang tak dikenali pada stadium dini, deteksi dini kanker pankreas sulit dilakukan.

Gejala klinis yang menunjang diagnosis kanker pankreas adalah nyeri perut, badan menjadi kuning, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk mendiagnosis kanker pankreas antara lain:

  • Laboratorium. Peningkatan bilirubin yang menunjukkan adanya sumbatan aliran keluar cairan empedu. Peningkatan tumor marker CEA dan Ca 19-9.
  • Radiologi. Pemeriksaan USG, CT scan abdomen dan pemeriksaan MRI.
  • Endoskopi. Endoscopic ultrasound (EUS) dan Endoscopic Retrogade Cholangio-Pancreaticography (ERCP), merupakan langkah diagnosis dan terapi untuk kanker pankreas dengan sumbatan saluran empedu. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk mendapatkan sampel jaringan untuk pemeriksaan patologi.

Gejala  

Pada tahap awal, kanker pankreas sering kali tidak menimbulkan gejala. Gejala biasanya timbul jika sudah terjadi penyumbatan pada saluran keluar cairan bilier dan menyebabkan rasa nyeri pada pasien.

Gejala yang umumnya dikeluhkan pasien adalah:

  • Sakit perut
  • Penurunan berat badan
  • Badan menjadi kuning
  • Anoreksia
  • Mual
  • Muntah
  • Courvoisier’s sign, kandung empedu membesar yang teraba pada pemeriksaan fisik
  • Trousseau’s syndrome, tromboplebitis

Pengobatan

Penanganan kanker pankreas berupa operasi resesi tumor. Namun, operasi pengangkatan tumor hanya dapat dilakukan pada kanker tahap awal. Pada kanker pankreas tahap lanjut, di mana pembedahan tidak dapat dilakukan, maka terapi yang dilakukan adalah terapi paliatif untuk mengurangi gejala. Jika terdapat sumbatan aliran empedu, dapat dipasang sten untuk mengalirkan empedu.

Terapi pembedahan masih dapat dipertimbangkan, khususnya pada kasus dengan sumbatan saluran cerna (gastric outlet obstruction). Penanganan kanker pankreas memerlukan kerja sama multi disiplin dalam tim dokter yang melibatkan dokter penyakit dalam (gastroenterologist), bedah digestif, radiologi, dan patologi anatomi.

Pencegahan 

Belum ditemukan metode pencegahan pasti untuk kanker pankreas. Namun, pola hidup sehat disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mulai dari makan yang sehat dengan tinggi sayur dan buah, menjaga berat badan ideal, dan menghindari merokok.