Sukses

Pengertian

Intususepsi adalah suatu kondisi ketika sebagian dari usus masuk ke bagian usus yang lain. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya sumbatan dalam usus, sehingga makanan tidak dapat melewati bagian yang mengalami intususepsi. 

Pada saat terjadi intususepsi, terjadi penekanan pada dinding usus di area tersebut. Akibatnya, dapat terjadi penurunan aliran darah pada area ini yang kemudian bisa berpotensi merusak usus.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada bagian yang menghubungkan usus halus dan usus besar. Saat intususepsi, harus segera dilakukan tindakan untuk mengatasinya  sesegera mungkin karena bila dibiarkan dapat mengakibatkan matinya jaringan-jaringan usus.

Penyebab

Penyebab pasti terjadinya intususepsi belum diketahui. Diperkirakan munculnya intususepsi berkaitan dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami intususepsi. Selain itu intususepsi bisa juga merupakan tanda adanya tumor dalam perut, peradangan usus buntu/ apendisitis, pembengkakan nodus limfa dalam usus, atau jaringan parut pada usus.

Selain itu juga terdapat beberapa faktor risiko yang diduga dapat menyebabkan terjadinya intususepsi, seperti:

  • Faktor usia, anak-anak diketahui lebih sering mengalami intususepsi
  • Kelainan bentuk usus, seperti cacat bawaan pada usus
  • Faktor jenis kelamin, di mana terdapat lebih banyak kasus intususepsi pada anak laki-laki

Intususepsi

Diagnosis

Dalam penentuan diagnosis terhadap intususepsi, dokter akan melakukan anamnesis atau pengumpulan data dari penderita untuk mengetahui gejala yang dirasakan. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan masa berbentuk seperti sosis (dance sign).

Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan adalah sinar X abdomen, ultrasonography (USG), dan contrast enema (pemeriksaan radiologi dengan menelan zat kontras sebelumnya). 

Gejala

Penderita intususepsi umumnya akan menampakkan tanda-tanda seperti di bawah ini:

  • umumnya ditemukan pada anak-anak
  • muntah
  • nyeri pada perut (nyeri kolik, nyeri hebat dan hilang timbul)
  • perut membesar/ tampak buncit
  • buang air besar mengeluarkan darah dan lendir, atau bisa juga berupa diare
  • anak cenderung mengantuk
  • teraba masa pada perut

Pengobatan

Sebagai langkah awal penanganan, umumnya anak yang mengalami intususepsi akan diminta untuk puasa, dipasangi infus, dan selang NGT untuk menyalurkan nutrisi cair ke tubuh.

Pengobatan non-bedah dilakukan dengan penggunaan air enema (pneumatic) dengan udara atau hidrostatik dengan barium atau zat kontras larut air. Cara ini dilakukan untuk membantu ‘mengeluarkan’ usus yang telah salah jalur ke bagian usus lainnya agar berada di posisi normalnya kembali.