Sukses

Pengertian

Impaksi molar tiga adalah kondisi ketika gigi bungsu (molar) ketiga tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh keluar atau berkembang secara normal. Gigi yang paling sering mengalami impaksi adalah gigi molar tiga rahang bawah dan molar tiga rahang atas.

Gigi bungsu adalah gigi geraham terakhir yang tumbuh di penghujung usia remaja dan awal usia dua puluh tahunan. Gigi bungsu ini berjumlah empat, yakni dua di atas dan dua di bawah.

Impaksi molar tiga biasa dialami pada usia 20 tahun, tetapi dapat juga terjadi hingga usia 25 tahun.

Diagnosis 

Diagnosis klinis dari impaksi molar tiga dapat ditegakkan dengan melihat posisi gigi tersebut dalam lengkung rahang. Jika sama sekali tidak terdapat gigi molar tiga pada lengkung rahang, maka diperlukan pemeriksaan penunjang. Misalnya: pemeriksaan radiografi untuk memastikan bahwa gigi molar tiga memang terhalang untuk erupsi.

Pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan radiografi panoramik untuk melihat posisi impaksi gigi molar tiga. Pemeriksaan ini juga berguna untuk melihat hubungan gigi tersebut dengan tulang rahang mandibula.

Metode pencitraan lainnya untuk penegakan diagnosis adalah cone beam computed tomography. Pencitraan ini dapat memberikan gambaran tiga dimensi dari sudut dan posisi gigi molar tiga, serta hubungannya dengan struktur anatomis lain yang berdekatan dengannya. Pencitraan ini terutama dibutuhkan saat gigi molar tiga impaksi harus diambil dengan cara pembedahan.

Impaksi Molar Tiga

Gejala

Gejala impaksi molar tiga tidak selalu tampak dengan jelas pada semua kasus. Kebanyakan pasien dengan impaksi molar tiga tidak menyadari keadaan ini.

Pada beberapa kasus, impaksi molar tiga menyebabkan rasa sakit atau rasa kaku pada rahang di area gigi molar tiga yang impaksi. Hal ini dapat disebabkan karena posisi gigi molar tiga yang impaksi miring ke arah gigi di sebelahnya, sehingga menekan gigi molar kedua.

Pembengkakan pada gusi di atas gigi molar tiga yang mengalami impaksi juga dapat terjadi pada gigi molar tiga yang impaksi sebagian, di mana terdapat sebagian mahkota gigi yang menembus gusi dan sebagian lagi terbenam dalam gusi dan tulang.

Karena hal ini, makanan mudah terselip di antara gusi dan gigi di daerah tersebut, sulit dibersihkan. Tak hanya itu, tapi juga dapat menyebabkan peradangan pada gusi di sekitar mahkota molar tiga (perikoronitis).

Impaksi molar tiga pada sebagian kasus juga menyebabkan timbulnya sakit kepala, sakit pada telinga atau leher.

Pengobatan

Jika impaksi gigi molar tiga cenderung sulit untuk diobati, dokter gigi mungkin akan merujuk Anda ke ahli bedah mulut. Begitu juga bila Anda memiliki kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko bedah.

Jika gigi molar tiga tidak menimbulkan gejala, beberapa dokter gigi dan ahli bedah mulut merekomendasikan untuk mencabut gigi tersebut. Hal ini untuk mencegah masalah pada kemudian hari.

Sementara itu, gigi molar tiga yang menyebabkan rasa sakit atau masalah gigi lainnya, biasanya akan dilakukan pembedahan.

Pembedahan ini dapat menyebabkan rasa sakit dan pendarahan, serta pembengkakan pada rahang. Bicarakan kepada dokter gigi dan ahli bedah mulut mengenai penanganannya. Untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak, biasanya dokter akan merekomendasikan obat antinyeri dan kompres dingin.

Penyebab

Penyebab impaksi molar tiga adalah tidak tersedianya cukup ruangan pada rahang. Dengan demikian, gigi molar tiga tidak memiliki tempat untuk tumbuh dengan normal.