Sukses

Pengertian

Diabetes gestasional merupakan diabetes yang terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa terjadi karena dipicu oleh perubahan metabolisme glukosa ketika hamil, terutama untuk usia kandungan di atas 6 bulan.

Penyakit ini biasanya mengancam wanita hamil dengan berat badan berlebih, memiliki riwayat penyakit diabetes dalam keluarga, dan pernah melahirkan bayi dengan berat badan mencapai 4 kg. Selain itu wanita yang memiliki riwayat melahirkan bayi meninggal dan riwayat aborsi lebih dari sekali (terutama pada kondisi tubuh dengan kadar gula darah tinggi) juga berisiko tinggi.

Diagnosis

Pemeriksaan yang diperlukan untuk diabetes gestational adalah pemeriksaan terhadap kadar gula darah, organ dalam, serta otot melalui ultrasonografi (USG). Hal ini untuk mendeteksi adanya kelainan pada janin.

Ketika Anda sudah mulai merasakan gejala-gejala diabetes gestasional, segeralah lakukan tes darah untuk mendeteksinya. Sebagian besar wanita hamil merasakan gejala serupa pada minggu ke-24 dan 28 kehamilan. Namun, jika Anda merasakannya di awal kehamilan, dokter dapat memutuskan untuk menguji pada awal kehamilan.

Ketika melakukan tes tersebut, Anda akan diberi minuman manis yang mengandung gula dan darah Anda akan diambil dalam jangka waktu setiap satu jam selama tiga kali untuk menguji kadar gula. Tes darah tersebut nantinya dapat membantu mempertegas diagnosis. Jika hasil tes ditemukan hal yang tidak normal, Anda bisa jadi terkena diabetes gestasional.

Di samping itu, jika Anda terdeteksi memiliki komplikasi dalam kehamilan, ada baiknya melakukan tes tambahan untuk mengetahui kesehatan janin Anda. Tes tambahan ini berguna untuk mengecek kondisi tali plasenta yang merupakan organ penyalur oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi. Hal ini penting karena ketika terkena diabetes gestasional, tali plasenta yang tidak berfungsi dengan baik dapat membahayakan kelangsungan hidup janin di dalam rahim.

Gejala

Diabetes gestasional biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga Anda harus melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit ini. Namun, ada beberapa keadaan yang bisa Anda curigai sebagai gejala, seperti:

  • Pandangan menjadi kabur
  • Mudah lelah
  • Sering mengalami infeksi saat luka, misalnya pada kulit hingga vagina
  • Sering buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan meskipun nafsu makan mengalami peningkatan

Pada wanita hamil yang menderita diabetes, biasanya akan memunculkan kemungkinan operasi cesar dan melahirkan bayi dengan kondisi sebagai berikut:

  • Bayi lahir dengan berat badan berlebih hingga 4 kg.
  • Kadar kalsium dalam tubuh rendah hingga di bawah batas normal.
  • Kadar gula yang terlalu rendah dalam darah hingga di bawah batas normal. Hal ini dapat terjadi beberapa jam setelah bayi dilahirkan.
  • Banyaknya sel darah merah yang mati dan pecah hingga menghasilkan pigmen kuning yang ada di dalam darah, urine, dan tinja. Hal ini dapat menyebabkan kulit tubuh menguning.
  • Kondisi pernapasan bayi yang terhambat hingga susah bernapas.
  • Risiko kematian janin saat dilahirkan, karena ketika melahirkan bahu janin dapat tersangkut.

Pengobatan

Pengawasan kadar gula dalam tubuh sangat dianjurkan bagi penderita diabetes gestasional. Tujuannya adalah agar ibu hamil dapat mengontrol asupan makanan yang dikonsumsinya sehari-hari.

Selain pengawasan kadar gula, penderita diabetes gestasional disarankan untuk melakukan terapi berikut ini:

  • Diet dengan mengatur asupan nutrisi
    Terapi ini bertujuan untuk menyediakan nutrisi yang cukup bagi ibu dan janin, mengontrol kadar gula dalam darah, dan mencegah terjadinya peningkatan kadar karbon dalam darah akibat kekurangan zat karbohidrat.

  • Olahraga
    Olahraga bermanfaat untuk memperbaiki kondisi tubuh, terutama bersepeda dan olah tubuh bagian atas. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk meraba sendiri rahim ketika berolahraga. Apabila terjadi kontraksi, segera hentikan kegiatan olahraga tersebut.

  • Pengobatan insulin
    Pemberian insulin dengan dosis tertentu ini direkomendasikan oleh The American Diabetes Association pada 1999 ketika terapi diet gagal dilakukan. Terapi ini biasanya dianjurkan pada ibu hamil dengan tingkat diabetes yang berat. Bahkan, untuk menyelamatkan janin, dokter bisa saja menyarankan agar kehamilan diakhiri lebih dini pada minggu ke-36 hingga 38—terutama bila kehamilan diikuti oleh komplikasi lainnya, seperti tekanan darah tinggi atau kegemukan.

Diabetes gestasional bisa dicegah dengan menerapkan hal-hal berikut:

  • Periksa gula darah secara teratur. Jika Anda sudah merasakan gejala-gejala diabetes gestasional, lakukan pemeriksaan secara berkala sebelum terjadi komplikasi yang berat pada janin.
  • Rutin checkup. Lakukan pemeriksaan kandungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan usia kehamilan.
  • Kurangi gula. Ganti asupan makanan yang mengandung kadar gula tinggi dengan bahan makanan yang mengandung protein, sayur, dan buah.
  • Tetap aktif. Jangan terlalu membatasi kegiatan sehari-hari saat hamil. Olahraga ringan saat hamil tidak akan memperburuk kondisi kehamilan. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai olahraga yang aman dilakukan selama hamil.

Penyebab

Hal utama yang dapat memicu diabetes gestasional adalah hormon insulin yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Sebab selama hamil, terdapat hormon yang menghalangi hormon insulin, akibatnya gula akan melonjak tajam.

Selain itu, hal-hal yang dapat menyebabkan diabetes gestational adalah:

  • Adanya riwayat penyakit diabetes pada silsilah keluarga dekat.
  • Memiliki berat badan melebihi berat badan normal.
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg.