Sukses

Pengertian

Di dalam kandungan, janin mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen dari ibu melalui plasenta. Gawat janin merupakan kondisi kekurangan oksigen atau kekurangan asupan nutrisi di dalam kandungan. Dalam dunia medis, kondisi ini juga dikenal dengan sebutan fetal distress.

Kondisi ini bisa terjadi sebelum persalinan (antepartum period) maupun selama proses persalinan (intrapartum period). Gawat janin merupakan kondisi gawat darurat yang dapat membahayakan nyawa janin sehingga membutuhkan penanganan segera.

Penyebab

Kondisi gawat janin ini didasari oleh adanya gangguan pada plasenta. Padahal, plasenta bertugas mengantarkan oksigen dan nutrisi untuk janin. Namun pada kondisi tersebut plasenta tidak bertugas sebagaimana mestinya, atau secara medis disebut insufisiensi plasenta. Ada beberapa penyebab insufisiensi plasenta, di antaranya adalah gangguan pembuluh darah ibu, infeksi di dalam rahim, lilitan tali pusat, dan sebagainya.

Kondisi ibu berikut ini juga lebih rentan mengalami keadaan gawat janin:

• Memiliki riwayat janin mati di dalam kandungan
• Memiliki riwayat mengandung dengan janin yang mengalami hambatan pertumbuhan
• Kekurangan air ketuban (oligohidramnion) atau kelebihan air ketuban (polihidramnion)
• Hamil kembar
• Hipertensi dan preeklampsia
• Obesitas
• Sering terpapar asap rokok
• Diabetes melitus
• Hamil lewat waktu
• Ibu hamil dengan usia 40 tahun ke atas

Diagnosis

Gawat janin dapat diketahui oleh dokter melalui pemeriksaan berikut ini:

• Pemeriksaan USG Doppler. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi denyut jantung janin (DJJ). DJJ normal berkisar antara 120–160. Pada kondisi gawat janin, DJJ kurang dari 120 kali/ menit atau 160 kali/menit.
• Pemeriksaan cardiotocography (CTG). Pemeriksaan ini menunjukkan respons DJJ terhadap pergerakan janin dan kontraksi rahim ibu. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kondisi gawat janin lebih dini dibandingkan dengan USG Doppler.
• Biometri janin. Pemeriksaan biometri janin diukur melalui USG. Bila hasil pemeriksaan biometri menunjukkan ukuran janin lebih kecil dari yang seharusnya, hal itu bisa menandakan adanya gangguan plasenta yang mendasari terjadinya gawat janin.

Gejala

Gejala gawat janin tidak selalu dapat dikenali oleh ibu hamil. Tanda yang dapat dikenali adalah berkurangnya gerakan janin. Bila janin yang tadinya bergerak aktif di dalam kandungan tiba-tiba menurun drastis gerakannya, hal itu menandakan adanya perubahan gerakan janin.

Selain tanda tersebut di atas, ukuran perut juga bisa diperhatikan. Ukuran perut yang mengecil juga dapat menjadi pertanda. Meski demikian, hal ini sebenarnya tergolong sangat subyektif.

Pengobatan

Penanganan kondisi gawat janin tergantung pada penyakit yang menyebabkannya, usia kehamilan, dan berat badan janin. Namun secara umum, bila kondisi gawat janin terjadi, sebisa mungkin dokter akan melakukan tindakan pengakhiran kehamilan, dengan cara operasi Caesar atau induksi persalinan. Hal ini sebisa mungkin dilakukan dalam waktu 1 jam setelah kondisi gawat janin terdeteksi.

Bila gawat janin menyebabkan bayi terhirup mekonium (feses bayi baru lahir), segera setelah bayi lahir, dokter harus langsung membersihkan saluran pernapasan bayi. Tindakan ini dapat dilakukan dengan alat pengisap (suction) dan memasang alat bantu pernapasan (ventilator) bila diperlukan.

Pencegahan

Sebagian kasus gawat janin dapat dideteksi dini. Oleh karena itu, untuk mencegahnya, sebaiknya ibu hamil melakukan kontrol rutin ke dokter dengan membawa buku kontrol agar kehamilan dapat terpantau dengan baik.