Sukses

Pengertian

Gangguan nikotin disebabkan oleh penggunaan tembakau. Hal ini meliputi keinginan yang sangat kuat untuk mengisap rokok, sehingga sulit mengontrol diri agar tidak merokok. Bahkan, penderita gangguan nikotin tetap merokok walaupun menimbulkan konsekuensi yang berbahaya. Mereka juga lebih memprioritaskan merokok dibanding aktivitas dan kewajiban lain.

Padahal merokok adalah penyebab utama kematian di dunia selain kanker, penyakit jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 1.3 miliar perokok di dunia. Sebagian besar (84%) berada di negara berkembang, termasuk Indonesia. Jika kebiasaan merokok berlanjut, maka di tahun 2020 akan ada 10 juta orang yang meninggal karena merokok setiap tahunnya.

Komplikasi

Komplikasi gangguan nikotin meliputi gangguan jantung, paru-paru, kanker, hingga kematian. Komplikasi biasanya muncul di usia 40-an dan semakin parah dari waktu ke waktu. Semakin lama seseorang merokok, semakin tinggi kemungkinan komplikasi yang akan terjadi.

Diagnosis

Dokter terlebih dahulu akan melakukan rangkaian wawancara medis untuk mendiagnosis gangguan nikotin. Pada wawancara, dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat merokok, riwayat penyakit sebelumnya, riwayat penyakit dalam keluarga, dan informasi terkait lainnya.
Kemudian dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik untuk memeriksa tanda vital dan tanda-tanda yang mengarah kepada gangguan nikotin. Seperti pemeriksaan tekanan darah, jantung, paru, dan sebagainya.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang jika ada indikasi khusus. Ketergantungan nikotin dapat didiagnosis dengan adanya dua dari sebelas gejala berikut yang terjadi dalam 12 bulan terakhir:

• Merokok lebih banyak dari biasanya
• Ketidakmampuan untuk mengurangi merokok
• Meluangkan waktu khusus yang cukup sering untuk merokok dibandingkan melakukan aktivitas penting lainnya
• Ada keinginan besar untuk merokok dan sulit dihindari
• Aktivitas merokok menyebabkan ketidakmampuan dalam melakukan tanggung jawab di tempat kerja, sekolah, atau rumah
• Tetap merokok walaupun memiliki masalah sosial yang disebabkan oleh merokok
• Aktivitas sosial, pekerjaan, atau rekreasi berkurang akibat merokok
• Merokok dilakukan secara berulang pada tempat-tempat berbahaya, misalnya merokok di kasur
• Tetap merokok walaupun terdapat masalah fisik maupun psikologis yang dipicu oleh merokok
• Timbulnya toleransi nikotin yang ditandai dengan peningkatan jumlah rokok yang diisap untuk menimbulkan efek yang sama dari sebelumnya
• Timbulnya gejala-gejala putus nikotin, yakni mual, pusing, peningkatan berat badan, konstipasi, dan lain-lain

Gangguan Nikotin

Gejala

Gejala-gejala gangguan nikotin yang sering terjadi, di antaranya adalah:

• Peningkatan tekanan darah
• Jantung berdebar
• Penurunan berat badan

Selain itu, ketergantungan nikotin juga dapat memengaruhi sikap dan kebiasaan seseorang. Misalnya menjadi sulit tidur, bicara kacau, dan perubahan emosi (menjadi lebih sensitif).

Pengobatan

Secara umum, pengobatan gangguan nikotin dilakukan dengan terapi pergantian nikotin dan obat-obatan khusus. Terapi tersebut bekerja dengan mengganti nikotin yang sebelumnya didapat dari tembakau dengan nikotin yang diberikan melalui tempelan di kulit. Bisa juga dengan permet karet nikotin, semprot hidung nikotin, tablet nikotin, dan lain-lain.

Sedikit demi sedikit dosis diturunkan sehingga pasien dapat berhenti secara total. Sekitar 50-70% pasien berhasil berhenti merokok dengan cara ini.
Cara lain adalah dengan pemberian obat buspiron dan varenicline. Kedua obat ini bekerja pada tubuh untuk menurunkan ketergantungan nikotin pada tubuh. Meskipun demikian, selain kedua terapi tersebut, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga sangat penting untuk menentukan keberhasilan penderita untuk bebas dari nikotin.

Pencegahan

Untuk mencegah gangguan nikotin, tentu dengan tidak merokok atau berhenti merokok adalah kunci utamanya. Pencegahan merokok dapat dilakukan dengan edukasi mengenai bahaya merokok. Saat ini, informasi mengenai bahaya merokok dapat diperoleh dari berbagai sumber—baik dari penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan, buku, internet, televisi, majalah, maupun media lainnya.

Keluarga juga mempunyai peran penting dalam mencegah gangguan nikotin. Orangtua perlu mendidik anak untuk tidak merokok sejak dini, serta memberikan contoh yang baik kepada anak dengan tidak merokok.

Bagi Anda yang sudah telanjur merokok, segera cari cara untuk berhenti merokok. Memang untuk berhenti merokok diperlukan usaha dan niat yang kuat. Maka dari itu, berhenti merokok harus pula didukung oleh keluarga dan lingkungan sekitar.
Anda juga dapat mencoba berhenti merokok dengan mengikuti program yang tersedia dari website terpercaya, atau bergabung dalam kelompok yang

ingin berhenti merokok. Jika sulit melakukannya sendiri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan program yang efektif kepada Anda.

Hal penting yang juga perlu diingat adalah: merokok tidak membuat seseorang menjadi lebih keren atau gaul. Justru sebaliknya, seseorang yang mendapatkan penyakit akibat merokok, seperti penyakit jantung atau kanker, tidak dapat melakukan aktivitas rutinnya kembali di masa depan. Apakah itu keren dan gaul? Tentunya dapat hidup sehat hingga masa tua akan jauh lebih keren. Pikirkan masa depan Anda!

Penyebab

Gangguan ini disebabkan oleh nikotin yang terkandung dalam rokok. Zat berbahaya ini dapat mengganggu kerja otak sehingga dapat menimbulkan rasa ketagihan. Hal tersebut membuat seseorang sangat mungkin mengalami gangguan akibat nikotin.

Selain nikotin, rokok mengandung berbagai zat lain yang dapat merusak pembuluh darah sehingga menyebabkan penyakit stroke, jantung, ginjal, impotensi, dan sebagainya. Rokok juga banyak mengandung racun yang dapat mengakibatkan penyakit paru-paru dan kanker. Tak hanya itu, faktor genetik juga dapat memberikan pengaruh terhadap gangguan nikotin.