Sukses

Pengertian

Cutaneous larva migrans adalah dermatosis (kelainan pada kulit) yang disebabkan infeksi cacing. Penyakit ini dikenal juga dengan sebutan creeping eruptions.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Namun, umumnya kondisi ini lebih sering dialai oleh anak-anak karena kebiasaan mereka bermain di luar ruangan.

Penyebab

Penyakit cutaneous larva migrans disebabkan larva dari cacing tambang jenis Ancylostoma braziliense dan caninum. Penularan umumnya terjadi ketika seseorang berjalan tanpa alas kaki di area yang terkontaminasi cacing tersebut. Kontaminasi cacing bisa terdapat pada kotoran hewan –seperti kotoran kucing, anjing, atau kuda.

Cutaneous Larva Migrans

Diagnosis

Penentuan diagnosis cutaneous larva migrans dapat dilakukan dengan menanyakan gejala melalui wawancara medis dan pemeriksaan luka pada kulit secara langsung. Meski demikian, proses penentuan diagnosis terkadang sulit dilakukan karena gejala yang menyerupai penyakit kulit lainnya –seperti dermatitis dan kudis.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilaukan, antara lain:

  • Optical coherence tomography (OCT), yang berguna untuk mengidentifikasi jenis parasit di permukaan kulit
  • Biopsi, untuk memastikan risiko peradangan pada lapisan kulit

Gejala

Pada beberapa kasus cutaneous larva migrans, gejala yang muncul bisa saja sangat ringan hingga tidak disadari oleh penderitanya. Namun, umumnya tanda-tanda yang akan muncul adalah:

  • pada kulit tampak jalur kemerahan dan berliuk-liuk, karena perjalanan larva cacing dalam kulit
  • kulit terasa gatal
  • dapat timbul pembengkakan ringan
  • lokasi umum adalah kaki dan bokong, namun area kulit mana pun yang terkena kontak dapat terinfeksi

Pengobatan

Penyakit cutaneous larva migrans umumnya dapat sembuh sendiri, namun membutuhkan waktu 5–6 minggu. Penderitanya sebaiknya diberikan penanganan simtomatis untuk mengatasi gejala gatal yang terjadi.

Konsumsi obat cacing bisa saja dilakukan sesuai dengan rekomendasi dokter.

Pencegahan

Cutaneous larva migrans biasanya terjadi secara tidak sengaja. Namun upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara:

  • menghindari kontak langsung antara kulit dengan tanah. Misalnya dengan selalu menggunakan alas kaki setiap kali melakukan aktivitas, khususnya di luar ruangan.
  • Menjaga kebersihan tubuh setiap kali selesai melakukan aktivitas, khususnya jika aktivitas dilakukan di luar ruangan.