Sukses

ventolin-2-mg5-ml-syrup-100-ml

Pengertian

Salbutamol merupakan Obat dengan banyak nama dagang dan bentuk sediaan, salah satunya Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml yang digunakan untuk mengobati penyakit pada saluran pernafasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml termasuk obat golongan agonis adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek (short acting beta-adrenergic receptor agonist). Obat ini bekerja dengan cara merangsang secara selektif reseptor beta-2 adrenergik terutama pada otot bronkus (saluran pernafasan). Hal ini menyebabkan terjadinya bronkodilatasi (pelebaran) karena otot bronkus (saluran pernafasan) mengalami relaksasi (pengenduran syaraf). Karena efeknya yang selektif terhadap bronkus (saluran pernafasan), dan efeknya yang minimal pada sistem kardiovaskular (penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi). Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml adalah pilihan yang sesuai untuk mengobati bronkospasme (penyempitan pada dinding saluran pernafasan) pada pasien yang juga menderita penyakit jantung dan hipertensi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Salbutamol
  • Bentuk: Syrup
  • Satuan Penjualan: Syrup
  • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia

Kegunaan

Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml yang mengandung Salbutamol berguna untuk mengatasi :

  • Umumnya digunakan untuk mengobati bronkospasme (penyempitan pada dinding saluran pernafasan), misalnya : penyakit asma karena alergi tertentu, asma bronkial, bronkitis asmatis, emfisema pulmonum, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Obat ini bisa digunakan untuk mengobati hiperkalemia akut (kelebihan kalium dalam darah) karena kemampuannya merangsang aliran kalium ke dalam sel sehingga konsentrasi kalium dalam darah berkurang.
  • Untuk pengobatan kejang bronkus (saluran pernafasan) pada pasien yang memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, salbutamol lebih dipilih karena bekerja lebih lama dan lebih aman, dibanding beta-2 adrenergic lainnya.
  • Bronkitis kronis : infeksi bronkus (saluran pernafasan) yang bertahan setidaknya tiga bulan dalam satu tahun dan berulang pada tahun berikutnya.
  • Emfisema : penyakit paru-paru yang ditandai dengan gejala utama berupa sesak napas yang hebat.

Dosis & Cara Penggunaan

Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml mengandung Salbutamol merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dewasa dan anak usia lebih dari 12 tahun : 10 mL, 3-4 kali sehari
  • Anak 6-12 tahun : 5 mL-10 mL, 3-4 kali sehari.
  • Anak 2-6 tahun : 5 mL, 3-4 kali sehari.
  • Anak 2-6 tahun : 2.5 mL-5 mL, 3-4 kali sehari.
  • Pasien usia lanjut atau pasien yang sensitif terhadap stimulan beta adrenergik : dosis awal : 3-4 kali sehari 5 mL. Dosis dapat dinaikkan secara bertahap sampai maksimal 4 kali sehari 20 mL.
  • Ventolin Sirup : setiap 5 ml (1 sendok takar) Ventolin mengandung salbutamol sulfat 2 mg.
     

Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong dan diberikan 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml diminum dalam waktu yang sama setiap hari nya. Jika tidak sengaja lupa meminum Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya. Hentikan penggunaan Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml bila gejala mulai membaik.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml antara lain :

  • Efek samping yang umum adalah palpitasi (denyut jantung tidak teratur), nyeri dada, denyut jantung cepat, tremor (gemetar) terutama pada tangan, kram otot, sakit kepala dan gugup.
  • Efek samping lain yang sering terjadi diantaranya : vasodilatasi (pelebaran diameter pembuluh darah ) perifer, takikardi (detak jantung di atas normal dalam kondisi beristirahat), aritmia (gangguan detak jantung atau irama jantung), ganguan tidur dan gangguan tingkah laku.
  • Efek samping yang lebih berat tetapi kejadiannya jarang misalnya bronkospasme paradoksikal (kecemasan penyempitan pada dinding saluran pernafasan), urtikaria (kelainan kulit karena alergi), angiodema (pembengkakan di bawah kulit), dan hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Seperti agonis adrenoseptor beta-2 lainnya, salbutamol  juga bisa menyebabkan hipokalemia (kekurangan kalium dalam darah) terutama jika diberikan pada dosis tinggi.
  • Penggunaan dosis tinggi telah dilaporkan memperburuk diabetes melitus dan ketoasidosis (salah satu komplikasi akut Diabetes Melitus yang terjadi disebabkan karena kadar glukosa pada darah sangat tinggi).

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml dan konsultasikan ke Dokter.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml adalah sebagai berikut :

  • Hentikan pemakaian dengan segera jika anda mengalami reaksi alergi, seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi), pucat, atau tanda-tanda lainnya, karena bisa berakibat yang lebih fatal.
  • Obat ini bisa menyebabkan bronkospasme (penyempitan pada dinding saluran pernafasan) paradoks yang bisa mengancam nyawa. Jika bronkospasme terjadi segera hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter.
  • Pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan hipokalemia (kekurangan kalium dalam darah), terutama pada pasien dengan gagal ginjal dan orang-orang yang sedang menggunakan obat diuretik (obat yang dapat memperbanyak urin) tertentu atau obat turunan xanthine.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien dengan gangguan kardiovaskular (penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi) terutama insufisiensi (berkurang atau berhenti aliran darah) koroner, aritmia (gangguan ritme) jantung, dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Pasien dengan hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid) juga harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Seperti obat-obat agonis adrenoseptor beta-2 obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada penderita diabetes melitus karena beresiko terjadinya ketoasidosis (komplikasi diabetes melitus). Pemantauan kadar glukosa darah perlu dilakukan.
  • Belum diketahui apakah salbutamol diekskresikan dalam air susu ibu. Pada studi hewan obat ini telah diketahui memiliki potensi tumorigenicity sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat pilihan yang lebih aman atau diberikan dengan jarak yang cukup antara menyusui dan penggunaan obat.
  • Keamanan dan efektivitas pada pasien usia 4 tahun atau kurang belum diketahui.

 

Konta indikasi dari penggunaan Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml antara lain :

  • Penderita yang hipersensitif atau alergi terhadap komponen obat.

 

Berikut adalah interaksi obat Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml dengan kandungan zat aktif salbutamol dengan obat-obat lain :

  • Pemberian bersamaan dengan bronkodilatator simpatomimetik (sistem saraf yang dapat memperlebar saluran pernafasan) kerja pendek lain tidak boleh dilakukan karena bisa memberikan efek yang sangat buruk pada sistem kardiovaskular (penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi).
  • Obat-obat beta-2 antagonis menghambat kerja salbutamol.
  • Obat-obat golongan beta-blocker non-selektif seperti propranolol, tidak bisa diberikan bersamaan dengan salbutamol, karena obat beta bloker sering menyebabkan bronkospasme (penyempitan pada dinding saluran pernafasan) parah pada pasien asma.
  • Monoamine oksidase inhibitor atau antidepresan trisiklik dapat memperkuat efek salbutamol pada sistem kardiovaskular (penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi). Diantaranya bisa memicu hipertensi (tekanan darah tinggi) berat.
  • Bila diberikan bersama atomoksetin, resiko efek samping pada sistem kardiovaskular (penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi).meningkat.
  • Salbutamol dapat menurunkan konsentrasi digoksin dalam plasma.
  • Pemberian bersamaan dengan metildiopa dapat menyebabkan hipotensi (tekanan darah rendah) akut.

 

FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

“Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.”

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Ventolin 2 mg/5 ml Syrup 100 ml. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait