Sukses

vastigo

Pengertian

Vastigo adalah obat yang biasa digunakan untuk pencegahan migrain (sakit kepala sebelah), pencegahan gangguan perifer (gangguan atau kelainan saraf yang terjadi memengaruhi saraf di luar otak dan saraf tulang belakang) dan serebrovaskular (gangguan pembuluh darah pada otak), pencegahan vertigo (pusing yang berputar) dan gangguan vestibular (gangguan yang menyebabkan seseorang merasa goyah, pusing, pening, atau memiliki sensasi gerakan). Vastigo bekerja dengan mempengaruhi perpindahan kalsium sehingga pembuluh darah bekerja lebih santai dalam proses. Untuk meminalisir serangan migrain, Anda dianjurkan untuk mengelola managemen stress dan mengkonsumsi makanan yang sehat kaya serat. Selain itu olahraga teratur juga dapat membantu mengurangi kemungkinan serangan migrain. Vastigo hanya berupa pencegahan bukan untuk menghilangkan rasa nyeri dan sakit saat menyerang.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Betahistine mesylate
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Farmasi: Dexa Medica Pharm & Chem PT

Kegunaan

Vastigo mengandung betahistine mesylate, obat ini adalah obat yang termasuk antagonis reseptor histamin H3 sekaligus antagonis reseptor histamin H1 yang digunakan untuk :

  • Mengurangi gejala vertigo (pusing yang berputar)
  • Dizziness : rasa pusing atau ringan kepala, lemas, merasa 'goyang', atau tidak stabil.
  • Penyakit yang berhubungan dengan gangguan masalah keseimbangan yang terjadi pada gangguan sirkulasi darah di otak atau sindroma meniere.
  • Vertigo perifer : salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan gangguan ilusi gerakan dan bukan merupakan salah satu bentuk migrain.
  • Pencegahan gangguan perifer (gangguan atau kelainan saraf yang terjadi memengaruhi saraf di luar otak dan saraf tulang belakang) dan serebrovaskular (gangguan pembuluh darah pada otak)
  • Gangguan vestibular (gangguan yang menyebabkan seseorang merasa goyah, pusing, pening, atau memiliki sensasi gerakan)
  • Tinitus : bunyi atau dengungan pada telinga.
  • Ketulian yang berhubungan dengan sindrom Meniere.
  • Biasanya gejala seperti mual dan muntah juga terjadi.

Dosis & Cara Penggunaan

Vastigo  merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Vastigo juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Vastigo sebagai berikut:

Untuk membantu mengobati Penyakit Meniere

Dewasa:

  • Dosis awal : 3 kali sehari 6-12 mg, bersamaan dengan makanan.
  • Selanjutnya dosis disesuaikan berdasarkan respon penderita terhadap penggunaan obat. Lazimnya adalah antara 24-48 mg/ hari dibagi dalam 3 kali dosis pemberian.
  • Penggunaan untuk anak dengan usia kurang dari 18 tahun tidak direkomendasikan.
  • Sebagai betahistin HCl: Awalnya 8-16 mg.
  • Atau sesuai anjuran Dokter

Vastigo diminum sesudah makan. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi obat ini, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis Vastigo pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Vastigo antara lain :

  • efek samping yang sering dilaporkan akibat pemakian obat ini adalah terjadinya gangguan pada saluran pencernaan seperti sakit perut, mual, muntah, dan keram perut. Efek samping ini biasanya ringan, tetapi jika gejalanya berat dosis bisa diturunkan dan menggunakan obat ini bersama makanan.
  • Efek samping yang lebih jarang adalah terjadinya ruam kulit, pruritus (rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh), dan urtikaria (kelainan kulit berupa kulit kemerahan dengan sedikit penonjolan).
  • Pada penderita yang lebih peka obat ini kadang menimbulkan reaksi alergi ruam di sebagian area tubuh, rasa gatal, pembengkakan pada wajah, lidah dan mulut.
  • Reaksi alergi lain bisa berupa kesemutan, mati rasa, sensasi seperti terbakar, dan sesak napas.

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Vastigo dan konsultasikan ke Dokter.

 

Hati-hati penggunaan Vastigo pada:

  • Hati-hati menggunakan obat ini untuk orang-orang yang menderita gastric ulcer (luka terbuka pada lapisan lambung), active digestive ulcer, asma bronkial dan urtikaria (kelainan kulit).
  • Gunakan obat ini bersamaan dengan makanan untuk meminimalisir efek obat ini terhadap saluran pencernaan.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan durasi yang diresepkan dokter. Peningkatan penyembuhan terkadang dapat dilihat setelah beberapa bulan pemakaian.
  • Obat ini sebaiknya tidak digunakan untuk pasien anak-anak atau remaja usia < 18 tahun.
  • Pasien dengan luka pada saluran pencernaan

 

Konta indikasi dari penggunaan Vastigo antara lain:

  • Feokromositoma : suatu tumor yang berasal dari sel-sel kromafin kelenjar adrenal.
  • Tindakan khusus Pasien dengan aktif atau riwayat penyakit ulkus peptikum (kerusakan pada lapisan mukosa), asma bronkial, penyakit CV
  • Kerusakan hati
  • Kehamilan dan menyusui.

 

Interaksi obat Vastigo antara lain :

  • Obat-obat yang termasuk golongan antihistamin memberikan efek antagonis terhadap efek obat-obat yang mengandung betahistine mesylate.
  • Dapat menurunkan efek bronkodilator (melebarkan saluran nafas) agonis β2.
  • Peningkatan konsentrasi serum dengan MAOI (Monoammine oxydase inhibitors).
  • Makanan Interaksi asupan makanan memperlambat penyerapan betahistin.

 

FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Vastigo kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait