Sukses

stenirol-8-mg

Pengertian

Stenirol 8 mg merupakan obat yang mengandung Methylprednisolone. Stenirol 8 mg merupakan hormon kortikosteroid. Hormon kortikosteroid merupakan golongan hormon steroid yang diproduksi di korteks adrenal. Hormon kortikosteroid berperan dalam sistem fisiologis seperti respon stres, respon kekebalan tubuh dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah dan perilaku. Stenirol 8 mg dapat membuat kenaikan tingkat gula darah, yang dapat menyebabkan atau memperburuk diabetes. Jadi bila Anda penderita diabetes ada baiknya konsultasikan  terlebih dahulu pada dokter Anda. Stenirol 8 mg juga dapat menurunkan kemampuan Anda untuk melawan infeksi karena menyerang sistem kekebalan tubuh, jadi lebih mudah sakit. 

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Methylprednisolone
  • Bentuk: Tab
  • Satuan Penjualan: Tab
  • Farmasi: Guardian Pharmatama PT

Kegunaan

Stenirol 8 mg digunakan untuk mengobati kondisi seperti arthritis (radang sendi), kelainan darah, reaksi alergi yang parah, kanker jenis tertentu, kondisi mata, penyakit kulit / ginjal / usus / paru-paru, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Stenirol 8 mg juga dapat digunakan dengan obat lain pada gangguan hormon. 

Dosis & Cara Penggunaan

Pemakaian Stenirol 8 mg harus sesuai petunjuk dokter karena merupakan golongan obat keras. Dapat diberikan sebelum ataupun sesudah makan. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan obat ini lebih sering atau lebih lama dari yang ditentukan oleh dokter. Jangan pula berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Karena dapat memperburuk keadaan seperti mengalami gejala penarikan yaitu kelemahan, penurunan berat badan, mual, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, pusing, bila obat ini tiba-tiba berhenti untuk dikonsumsi.

Aturan penggunaan Stenirol 8 mg : 

Untuk mengatasi alergi pada orang dewasa

  • Hari pertama diminum 24 mg ( 8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam dan 8 mg saat tidur malam)

  • Hari ke-2 diminum 20 mg ( 4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, 4 mg sesudah makan malam dan 8 mg saat tidur malam)

  • Hari ke-3 diminum 16 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, 4 mg sesudah makan malam dan 4 mg saat tidur malam)

  • Hari ke-4 diminum 12 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang dan 4 mg saat tidur malam)

  • Hari ke-5 diminum 8 mg (4 mg sebelum sarapan dan 4 mg saat tidur malam)

  • Hari ke-6 diminum 4 mg sebelum sarapan.

Untuk Anti inflmasi/peradangan dan imunosupresif (penekan sistem imun)

  • Pada dewasa sebagai dosis awal 2-60 mg perhari dalam dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang diobati

  • Anak-anak 0.5-1.7 mg/kg berat badan  dalam dosis terbagi setiap 6-12 jam.

Atau sesuai anjuran Dokter.

 

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Stenirol 8 mg antara lain :

  • Mual dan muntah

  • Mulas

  • Sakit kepala

  • Pusing

  • Sulit tidur

  • Perubahan nafsu makan

  • Meningkat produksi keringat

  • Moon face (wajah terlihat bengkak atau gemuk)

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Stenirol 8 mg dan konsultasikan ke Dokter.

Hati-hati penggunaan Stenirol 8 mg pada

  • Pasien dengan gagal jantung

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  • Diabetes melitus

  • Penyakit saluran cerna misalnya diverticulitis (peradangan atau infeksi pada usus besar) dan maag

  • Multiple sclerosis (penyakit progresif yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang selaput pelindung saraf atau mielin dalam otak dan saraf tulang belakang)

  • Myasthenia gravis (penyakit autoimun yang menghasilkan kelemahan otot)

  • Infark miokardium (terhentinya aliran darah dari jantung) akut

  • Katarak (lensa mata menjadi keruh yang menyebabkan pengaburan penglihatan)

  • Glaukoma (penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi)

  • Osteoporosis (kepadatan tulang menurun)

  • Sejarah gangguan kejang

  • Penyakit tiroid.

  • Hindari pemutusan penggunaan Stenirol 8 mg secara mendadak

  • Gangguan ginjal dan hati (termasuk sirosis)

  • Anak-anak

  • Wanita hamil dan menyusui

 

Konta indikasi dari penggunaan Stenirol 8 mg antara lain:

  • Infeksi jamur sistemik (umum) kecuali terapi digunakan anti-infektif spesifik

  • Penggunaan secara IntraMuskular pada idiopatik thrombocytopenic purpura (penyakit kelainan autoimun yang berdampak kepada trombosit atau platelet. Kondisi ini bisa menyebabkan mudah mengalami memar atau berdarah, dan terjadi secara berlebihan)

  • Administrasi secara intratekal (lumbar spinal)

  • Administrasi bersamaan vaksin hidup atau dilemahkan pada pasien yang menerima dosis imunosupresif (penekan sistem imun)

 

Interaksi obat Stenirol 8 mg antara lain :

  • Kehilangan penekan kortikosteroid-diinduksi adrenal dengan aminoglutethimide

  • Risiko hipokalemia dengan K-depleting agen (misalnya amfoterisin B dan diuretik)

  • Penurunan bersihan dengan antibiotik macrolide

  • Dapat menurunkan tingkat serum isoniazid

  • Peningkatan bersihan dengan cholestyramine

  • Risiko kejang dengan siklosporin

  • Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis

  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral

  • Metabolisme ditingkatkan dengan rifampisin dan barbiturat

  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan ketoconazole dan eritromisin

  • Risiko efek pada saluran cerna dengan aspirin atau NSAID lainnya

  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin

  • Dapat mengurangi efek terapi antidiabetik

 

FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Stenirol 8 mg kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.”

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Stenirol 8 mg. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait