Sukses

sporacid-kapsul-100-mg

Pengertian

Sporacid Kapsul 100 mg merupakan obat yang mengandung Itraconazole. Sporacid Kapsul 100 mg adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, terutama infeksi jamur sistemik seperti aspergillosis, kandidiasis (Candidiasis adalah infeksi akibat jamur Candida ), dan kriptokokosis (Kriptokokosis adalah infeksi yang diterima oleh pernapasan pada tanah yang terkontaminasi oleh fungi Cryptococcus neoformans ), di mana obat antijamur lain tidak lagi efektif. Seperti semua agen antijamur kelas azole, Itraconazole mengganggu sintesis membran sel jamur dengan cara menghambat enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM).  Sporacid Kapsul 100 mg digunakan biasa digunakan untuk Infeksi akibat jamur atau fungi yang bisa menjangkiti mulut, kulit, dan vagina.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Itraconazole
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Kapsul
  • Farmasi: Ferron Par Pharmaceuticals PT

Kegunaan

Sporacid Kapsul 100 mg merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati infeksi bakteri, seperti :

  • Kandidosis vulvovag (Kandidiasis Vulvovaginal adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh berbagai jenis Candida, terutama dari jenis Candida Albicans )
  • Untuk mencegah infeksi jamur pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk orang-orang dengan neutropenia akibat kemoterapi kanker, orang-orang dengan infeksi HIV lanjut, pasien transplantasi, dan bayi prematur.

Dosis & Cara Penggunaan

Sporacid Kapsul 100 mg merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Sporacid Kapsul 100 mg juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Sporacid Kapsul 100 mg sebagai berikut :

  • Kandidiasis orofarings : 100 mg / hari. Pada penderita aids atau neutropenia dosis ditingkatkan menjadi 200 mg. Obat diberikan selama 15 hari.
  • Vulvovaginitis kandida : 200 mg 2 kali sehari. Obat diberikan selama 1 hari.
  • Ptyriasis versicolor (panu) : 200 mg / hari. Obat diberikan selama 7 hari.
  • Tinea korporis dan tinea kruris : 100 mg / hari. Obat diberikan selama 15 hari, atau 200 mg / hari selama 7 hari.
  • Tinea manus dan tinea pedis (kutu air) : 100 mg / hari. Obat diberikan selama 30 hari.
  • Onikomikosis : 200 mg / hari. Obat diberikan selama 3 bulan, atau bertahap 200 mg 2 x sehari selama 7 hari diulangi setelah interval 21 hari. Dua tahap untuk kuku jari tangan, tiga tahap untuk kuku jari kaki.
  • Histoplasmosis : 200 mg 1samapai 2 kali sehari.
  • Obat alternatif pada infeksi sistemik : 200 mg 1 kali sehari (kandidiasis 100-200 mg / hari), untuk infeksi invasif atau diseminata dan meningitis kriptokokus sampai 200 mg 2 kali sehari.
  • Terapi pemeliharaan pada pasien aids dan profilaksis pada neutropenia : 200 mg 1 kali sehari. Dosis digandakan bila kadar obat dalam darah rendah.

Sporacid Kapsul 100 mg dapat diminum sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Sporacid Kapsul 100 mg diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap hari nya. Jika tidak sengaja lupa meminum Sporacid Kapsul 100 mg, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Sporacid Kapsul 100 mg antara lain :

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Gangguan menstruasi
  • Konstipasi
  • Perut terasa nyeri
  • Gangguan pencernaan
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri perut yang berkepanjangan
  • Urine berwarna lebih gelap dari biasanya
  • Merasa lelah yang tidak biasa

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Sporacid Kapsul 100 mg dan konsultasikan ke Dokter.

Kontra indikasi :

  • Jangan menggunakan Sporacid Kapsul 100 mg untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada itraconazole atau obat golongan triazole lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini untuk pengobatan onychomycosis pada pasien yang memiliki disfungsi ventrikel seperti gagal jantung kongestif (CHF) atau riwayat CHF, wanita hamil atau yang berencana hamil.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan Sporacid Kapsul 100 mg adalah sebagai berikut :

  • Obat diberikan bersama makanan dan ditelan utuh.
  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi karena bisa berakibat fatal.
  • Obat ini kadang-kadang menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudi atau menyalakan mesin saat menggunakan obat ini.
  • Itraconazole harus diberikan secara hati-hati pada pasien dengan disfungsi hati. Pemakaian harus dihentikan jika muncul tanda-tanda klinis dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati seperti mual, anoreksia, muntah, lelah, sakit perut atau urin berwarna gelap.
  • Berikan dengan hati-hati jika pasien menderita disfungsi ginjal.
  • Hentikan obat bila terjadi neuropati perifer.
  • Absorpsi berkurang pada penderia AIDS dan neutreopenia (periksa kadar dalam darah dan bila perlu dosis dapat dinaikkan).
  • Obat ini disekresi dalam air susu ibu dengan kadar yang hampir sama dengan kadar pada plasma. Oleh karena itu, penggunaan itraconazole oleh ibu menyusui tidak dianjurkan.
  • Penggunaan itraconazole bisa menyebabkan perpanjangan interval QT, yang dapat menyebabkan aritmia jantung yang serius. Oleh karena itu, harus hati-hati jika digunakan untuk pasien dengan faktor risiko seperti penyakit jantung struktural, dan kelainan elektrolit. Hal ini juga menjadi dasar penggunaan bersamaan dengan obat penyebab perpanjangan interval QT dikontraindikasikan.

FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Sporacid Kapsul 100 mg kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Sporacid Kapsul 100 mg. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait