Sukses

spasmal-200-tab

Pengertian

Spasmal 200 Tab merupakan obat yang mengandung Methampyrone, Ekstrak belladonna, Papaverine HCl. Spasmal 200 Tab berfungsi membantu mengatasi gangguan spastik (kejang) pada saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, saluran empedu, dismenore (nyeri perut pada saat haid). Methampyrone bekerja sebagai obat analgetik yang berfungsi untuk menghilangkan nyeri, sedangkan Papaverin dan Ekstrak Belladona bekerja sebagai obat spasmolitik yang secara langsung merelaksasikan otot polos. Setelah digunakan secara oral (ditelan), Spasmal 200 Tab akan diserap dengan baik dari saluran pencernaan dengan waktu paruh yang berkisar antara 1 jam hingga 4 jam.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Methampyrone, Ekstrak belladonna, Papaverine HCl
  • Bentuk: Tab
  • Satuan Penjualan: Tab
  • Farmasi: Prafa PT

Kegunaan

Spasmal 200 Tab merupakan obat yang di gunakan untuk membantu menyembuhkan beberapa gangguan, seperti :

  • Gangguan spastik (kejang) pada saluran pencernaan
  • Saluran kemih dan kelamin
  • Saluran empedu
  • Dismenore (nyeri perut pada saat haid)

Dosis & Cara Penggunaan

Spasmal 200 Tab merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Spasmal 200 Tab juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Spasmal 200 Tab sebagai berikut :

  • Dewasa : diminum 3 kali sehari 1 sampai 2 tablet
  • Anak : diminum 3 kali sehari ½ -1 tablet.
  • Atau sesuai petunjuk dokter”

Spasmal 200 Tab dapat diminum sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Spasmal 200 Tab diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap hari nya. Jika tidak sengaja lupa meminum Spasmal 200 Tab, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

 

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Spasmal 200 Tabantara lain :

  • Meningkatnya tekanan dalam mata
  • Midriasis ( midriasis adalah suatu keadaan dimana pupil mengalami konstriksi )
  • Mulut kering
  • Peradangan kabur
  • Kemerahan pada leher
  • Takikardia (takikardia adalah kondisi di mana detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat.
  • Dada berdebar
  • Sembelit
  • Suhu tubuh tinggi
  • Ruam kulit
  • Muntah
  • Fotofobia ( Fotofobia adalah rasa takut abnormal pada cahaya )

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Spasmal 200 Tab dan konsultasikan ke Dokter.

Perhatian :

Pemberian Spasmal 200 Tab pada pasien takikardi, hiperpireksia, anak, usia lanjut, beresiko mengakibatkan panas tinggi.

Kontra Indikasi :

Jangan diberikan pada pasien dalam keadaan Glaukoma sudut tertutup ( gangguan penglihatan yang dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu singkat ), hernia hiatal (ernia hiatal adalah kondisi di mana bagian atas perut menonjol hingga ke bagian pembukaan diafragma ), gangguan hati dan ginjal kronik, atonia usus, ileus paralitik (Ileus paralitik adalah keadaan abdomen akut berupa kembung distensi usus karena usus tidak dapat bergerak ), penyempitan saluran kemih atau salurah cerna, asma (Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas ).

Interaksi Obat :

Antikolinergik, histamin, reserpin, guanetidin, antasida

FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Spasmal 200 Tab kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya). Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Spasmal 200 Tab  seperti nama dagang. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait