Sukses

sparos-200-mg-tablet

Pengertian

Sparos 200 mg Tablet merupakan obat yang mengandung Sparfloksasin. Sparos 200 mg Tablet adalah antibiotik yang digunakan untuk menangani berbagai jenis infeksi akibat bakteri. Sparos 200 mg Tablet bekerja dengan membunuh atau mencegah perkembangan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Sparos 200 mg Tablet tidak akan efektif untuk mengobati flu atau pilek yang disebabkan oleh infeksi virus.  Sparos 200 mg Tablet digunakan untuk membantu meyembuhkan penyakit eksaserbasi (Eksaserbasi asma adalah perburukan progresif dari sesak, batuk, wheezing, dada terasa berat atau kombinasi dari beberapa gejala ini )  bakteri akut bronkitis kronis (bronkitis kronis merupakan penyakit saluran pernapasan yang biasa dialami oleh sebagian orang dan ditandai dengan batuk kronis yang berdahak selama kurang lebih 3 bulan dalam jangka waktu satu tahun ), Pneumonia (Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh onfeksi bakteri, virus, maupun jamur ) dan sinusitis akut (Sinusitis akut adalah sebuah kondisi mendadak seperti gejala seperti pilek, hidung tersumbat dan nyeri wajah yang tidak hilang setelah 10 sampai 14 hari ) .

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Sparfloksasin
  • Bentuk: Tab
  • Satuan Penjualan: Tab
  • Farmasi: Pharos Indonesia PT

Kegunaan

Sparos 200 mg Tablet merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati, seperti :

  • Penyakit eksaserbasi (eksaserbasi asma adalah perburukan progresif dari sesak, batuk, wheezing, dada terasa berat atau kombinasi dari beberapa gejala ini )  bakteri akut .
  • Bronkitis kronis (bronkitis kronis merupakan penyakit saluran pernapasan yang biasa dialami oleh sebagian orang dan ditandai dengan batuk kronis yang berdahak selama kurang lebih 3 bulan dalam jangka waktu satu tahun ).
  • Pneumonia (pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh onfeksi bakteri, virus, maupun jamur ).
  • Sinusitis akut (sinusitis akut adalah sebuah kondisi mendadak seperti gejala seperti pilek, hidung tersumbat dan nyeri wajah yang tidak hilang setelah 10 sampai 14 hari ) .

Dosis & Cara Penggunaan

Sparos 200 mg Tablet merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Sparos 200 mg Tablet juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Sparos 200 mg Tablet sebagai berikut :

Awal 400 mg dosis tunggal, dilanjutkan dengan 200 mg/hari selama 10 hari (infeksi saluran nafas bagian bawah), atau 5 hari (sinusitis).

Atau sesuai petunjuk dokter”

Sparos 200 mg Tablet diminum sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Sparos 200 mg Tablet diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap hari nya. Jika tidak sengaja lupa meminum Sparos 200 mg Tablet, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya. Penggunaan Sparos 200 mg Tablet harus dihabiskan.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Sparos 200 mg Tablet antara lain :

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Sering buang gas
  • Hubungi dokter jika hal berikut terjadi:
  • Rasa nyeri atau pembengkakan pada otot dan sendi (lebih sering terjadi pada pasien berumur di atas 60 tahun.
  • Reaksi alergi seperti ruam, pembengkakan di sekitar wajah dan mulut serta kesulitan bernapas.

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Sparos 200 mg Tablet dan konsultasikan ke Dokter.

kontra indikasi :

  • Harus dihindari pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap Sparos 200 mg Tablet atau antibiotik golongan kuinolon lainnya
  • Wanita hamil, dan ibu menyusui
  • Sparos 200 mg Tablet juga kontra indikasi pada pasien dengan epilepsi atau gangguan kejang lainnya
  • Kontraindikasi juga pada penderita defisiensi glukosa 6 – fosfat dihidrogenase.

Interaksi obat :

  • Sparos 200 mg Tablet, seperti beberapa fluoroquinolones lainnya, dapat menghambat kerja enzim dalam metabolisme obat sehingga meningkatkan kadar obat-obat seperti siklosporin, theophyline, dan warfarin. jika level obat darah meningkat maka dapat menyebabkan efek samping lebih besar.
  • Pemantauan serum glukosa hati dianjurkan bila Sparos 200 mg Tablet digunakan oleh pasien yang menggunakan obat anti-diabetes golongan sulfonylurea.
  • Pemberian Sparos 200 mg Tablet bersamaan dengan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) dapat meningkatkan resiko stimulasi sistem saraf pusat dan kejang kejang.
  • Fluoroquinolones telah terbukti meningkatkan efek antikoagulan dari acenocoumarol, Anisindione, dan Dicumarol.
  • Selain itu ada peningkatan risiko cardiotoxicity dan aritmia ketika diberikan bersamaan dengan obat-obatan seperti Dihydroquinidine barbiturat, Quinidine, dan Quinidine barbiturat.
  • Pemakaian kortikosteroid oral bisa meningkatkan risiko otot tendon pecah, terutama pada pasien usia lanjut.

FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Sparos 200 mg Tablet kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Sparos 200 mg Tablet  seperti nama dagang. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait