Sukses

simryl-2-mg

Pengertian

SIMRYL 2 MG merupakan obat yang mengandung Glimepiride. SIMRYL 2 MG obat dengan fungsi untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Glimepiride digunakan bersama diet sesuai dan program olahraga .SIMRYL 2 MG juga dapat digunakan bersama obat diabetes lain. Mengontrol kadar gula darah Anda membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan kaki, dan masalah fungsi seksual. Kontrol diabetes yang sesuai juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Glimepiride termasuk golongan sulfonilurea. SIMRYL 2 MG menurunkan gula darah dengan membantu mengeluarkan insulin tubuh Anda. SIMRYL 2 MG memiliki mekanisme kerjada dengan meningkatkan jumlah insulin yang dilepaskan oleh pankreas dan mengatasi kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Insulin berguna membantu mengendalikan kadar gula di dalam darah dan merupakan sebuah hormon yang terbuat secara alami di dalam pankreas. Penderita diabetes melitus tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak memiliki insulin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. SIMRYL 2 MG bisa diberikan bersama insulin atau obat anti-diabetes lainnya.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Glimepiride
  • Bentuk: Tab
  • Satuan Penjualan: Tab
  • Farmasi: Simex Pharmaceutical Indonesia

Kegunaan

SIMRYL 2 MG diguanakan untuk membantu

  • Mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2.
  • Mencegah kerusakan ginjal
  • Mencegah masalah fungsi seksual

Dosis & Cara Penggunaan

SIMRYL 2 MG merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan SIMRYL 2 MG juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan SIMRYL 2 MG sebagai berikut :

  • Untuk dosis dewasa : untuk awal : 1 kali sehari 1 samapi 2 mg.
  • Untuk pemeliharaan : Dosis bisa ditingkatkan dengan penambahan sebesar 1 sampai 2 mg dengan interval 1sampai 2 minggu.
  • Dosis maksimal : 6 sampai 8 mg/hari.

SIMRYL 2 MG dapat diminum sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, SIMRYL 2 MG diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap hari nya. Jika tidak sengaja lupa meminum SIMRYL 2 MG, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan SIMRYL 2 MG antara lain :

  • Konstipasi
  • Mual
  • Diare
  • Pucat
  • Pusing

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan SIMRYL 2 MG dan konsultasikan ke Dokter.

Hati-hati penggunaan SIMRYL 2 MG pada : penderita gangguan hati, gangguan ginjal, defisiensi glucose 6-phosphate dehydrogenase (G6PD), dan porfiria.

Konta indikasi dari penggunaan SIMRYL 2 MG antara lain :

  • prekoma diabetes
  • koma
  • gangguan fungsi ginjal berat
  • gangguan fungsi hati
  • Wanita hamil dan menyusui

Interaksi obat SIMRYL 2 MG antara lain :

  • Penggunaan bersamaan dengan miconazole oral bisa menyebabkan hipoglikemia berat.
  • Fluconazole menghambat metabolisme SIMRYL 2 MG (Glimepiride) sehingga konsentrasinya dalam plasma meningkat yang dapat menyebabkan hipoglikemia.
  • Rifampin dapat menyebabkan penurunan konsentrasi plasma SIMRYL 2 MG (Glimepiride) yang dapat menyebabkan memburuknya kontrol glikemik.
  • Colesevelam dapat mengurangi konsentrasi plasma maksimum SIMRYL 2 MG (Glimepiride). Jika keduanya dibutuhkan, sebaiknya diberi jarak 4 jam.
  • Pemakaian bersama bosentan bisa memicu masalah pada hati. Efektivitas kedua obat juga menurun.

FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan SIMRYL 2 MG kedalam kategori X dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.

Artikel
    Penyakit Terkait