Sukses

amtocort-4-mg-50s

Pengertian

Triamcinolone merupakan Obat dengan banyak nama dagang salah satunya adalah Amtocort 4 mg 50s yang digunakan untuk membantu mengobati masalah alergi dan inflamasi/peradangan. Obat ini termasuk kedalam golongan obat kortikosteroid dimana hormon kortikosteroid berperan dalam sistem fisiologis seperti respon stres, respon kekebalan tubuh dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah dan perilaku. Amtocort 4 mg 50s bekerja dengan mencegah pelepasan zat yang memicu alergi dan/atau inflamasi/peradangan.

Gejala yang terjadi mungkin terjadi selama alergi dan/atau peradangan antara lain :

  • Gatal pada bagian tubuh tertentu maupun seluruh tubuh
  • Nyeri ataupun sakit pada persendian
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Kulit kemerahan pada bagian tertentu

Amtocort 4 mg 50s dapat dikombinasikan dengan obat lain nya untuk membantu meredakan gejala alergi dan/atau inflamasi. Obat ini hanya digunakan untuk meringankan gejala alergi dan inflamasi/peradangan, sehingga tidak mengobati sumber masalah (penyebab) dari alergi maupun peradangan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Triamcinolone
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Farmasi: Pharos Indonesia PT

Kegunaan

Amtocort 4 mg 50s yang mengandung Triamcinolone digunakan sebagai Obat untuk membantu mangatasi gejela alergi dan/atau peradangan/inflamasi

Dosis & Cara Penggunaan

Amtocort 4 mg 50s yang mengandung Triamcinolone merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Amtocort 4 mg 50s juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Amtocort 4 mg 50s:

  • Pada dewasa diminum 4-48 mg sehari

Amtocort 4 mg 50s diminum sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Amtocort 4 mg 50s diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap hari nya. Jika tidak sengaja lupa meminum Amtocort 4 mg 50s, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

Hentikan penggunaan Amtocort 4 mg 50s bila gejala mulai membaik.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Amtocort 4 mg 50s antara lain :

  • Perubahan perilaku
  • Peningkatan kerapuhan kulit
  • Meningkatnya nafsu makan
  • Gangguan saluran cerna termasuk mual, muntah, diare atau sembelit
  • Hiperglikemia (keadaan di mana kadar gula dalam darah lebih tinggi dari nilai normal)
  • Glaukoma (penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi)
  • Tukak lambung (luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung)
  • Osteoporosis (kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak)
  • Retardasi (terhambatnya) pertumbuhan pada anak-anak
  • Sindrom cushing (kumpulan gejala yang muncul akibat paparan hormon kortisol dengan kadar tinggi seperti kenaikan berat badan, wajah tampak bulat (moon face), penumpukan lemak di area antara leher dan bahu (buffalo hump), penurunan gairah seksual, dan melemahnya struktur tulang)

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Amtocort 4 mg 50s dan konsultasikan ke Dokter.

Hati-hati penggunaan Amtocort 4 mg 50s pada :

  • Diabetes
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Penurunan nilai  ginjal dan hati
  • Glaukoma (penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi)
  • Psikosis (keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi)
  • Penyembuhan jaringan yang tertunda
  • Sirosis (kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati)
  • Gagal jantung
  • Hipotiroidisme (kurangnya asupan gizi berupa iodina atau yodium)
  • Osteoporosis (kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun)
  • Tukak lambung (luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung)
  • Gangguan tromboemboli (penyumbatan pembuluh darah)
  • Memantau ketinggian pada anak bila penggunaan obat berkepanjangan
  • Penghentian penggunaan obat yang mendadak
  • Lansia
  • Anak-anak
  • Wanita hamil dan menyusui

Konta indikasi dari penggunaan Amtocort 4 mg 50s antara lain:

  • Penyakit jamur yang tidak terobati
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi virus atau parasit
  • Hipersensitivitas (reaksi alergi berlebih)
  • Neonatus (bayi baru lahir hingga 28 hari)

Interaksi obat Amtocort 4 mg 50s antara lain :

  • Menurunkan kadar plasma salisilat
  • Peningkatan resiko pendarahan saluran cerna dan ulserasi (luka terbuka yang mungkin sulit untuk sembuh )dengan NSAID
  • Antagonise (efek yang berlawanan) efek dari obat antidiabetik penurun glukosa darah
  • Peningkatan resiko hiperkalemia (jumlah kalium yang terdapat di dalam darah berada pada kadar yang lebih tinggi dari normal) dengan amfoterisin B, agonis β, β-blocker, diuretik kalium-depleting, teofilin
  • Peningkatan bersihan dari triamsinolon dengan siklosporin, carbamazepine, phenytoin, barbiturat, rifampisin
  • Infeksi dapat berkembang jika diberikan dengan vaksin hidup

FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Amtocort 4 mg 50s kedalam kategori C dan D (pada trimester pertama) dengan penjelasan sebagai berikut:

Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Amtocort 4 mg 50s. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait