Sukses

amaryl-m-1-mg250-mg

Pengertian

Amaryl M 1 mg/250 mg merupakan obat yang mengandung Glimepiride dan Metformin. Amaryl M 1 mg/250 mg digunakan bersama program diet dan olahraga yang sesuai untuk membantu mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Obat ini juga dapat dikombinasikan bersama obat diabetes lain yang memiliki kerja yang berbeda. Dengan mengontrol kadar gula darah, dapat membantu mencegah dan mengurangi resiko kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh dan masalah fungsi seksual. Kontrol diabetes yang sesuai juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Glimepiride bekerja dengan membantu mengeluarkan insulin tubuh Anda sedangkan Metformin bekerja dengan meningkatkan kepekaan sel-sel otot terhadap insulin dan membantu mengurangi jumlah gula yang diproduksi oleh hati. Insulin berguna membantu mengendalikan kadar gula di dalam darah dan merupakan sebuah hormon yang terbuat secara alami di dalam pankreas. Penderita diabetes melitus tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak memiliki insulin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Obat
  • Kandungan: Glimepiride, Metformin
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Farmasi: Sanofi Group Indonesia

Kegunaan

Amaryl M 1 mg/250 mg digunakan untuk membantu mengobati penyakit Diabetes Melitus tipe 2 yang tidak dapat diobati dengan Glimepiride atau Metformin saja.

Dosis & Cara Penggunaan

Amaryl M 1 mg/250 mg merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Amaryl M 1 mg/250 mg juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Amaryl M 1 mg/250 mg sebagai berikut :

  • Dosis tertinggi yang direkomendasikan adalah 8 mg Glimepiride dan 2000 mg Metformin
  • Penggunaan sehari-hari Glimepiride lebih dari 6 mg hanya efektif bagi sebagiab orang
  • Atau sesuai petunjuk Dokter

Amaryl M 1 mg/250 mg dapat diminum sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Amaryl M 1 mg/250 mg diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap hari nya. Jika tidak sengaja lupa meminum Amaryl M 1 mg/250 mg, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

Hindari mengkonsumsi alkohol selama pengobatan.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Amaryl M 1 mg/250 mg antara lain :

  • Gangguan saluran cerna (termasuk mual, muntah, diare atau sembelit)
  • Infeksi
  • Nyeri muskuloskeletal (uatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Depresi (suasana hati yang buruk dan berlangsung selama kurun waktu tertentu)
  • Pusing
  • Ruam
  • Katarak (bagian keruh pada lensa mata yang biasanya bening dan akan mengaburkan penglihatan)
  • Infeksi saluran kemih

Efek samping lain yang jarang terjadi antara lain :

  • Trombositopenia (penurunan jumlah platelet dalam darah di bawah batas minimal)
  • Leukopenia (rendahnya jumlah total sel darah putih dibanding nilai normal)
  • Anemia hemolitik (suatu gangguan yang berkaitan dengan memendeknya usia sel darah merah)

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Amaryl M 1 mg/250 mg dan konsultasikan ke Dokter.

Hati-hati penggunaan Amaryl M 1 mg/250 mg pada :

  • Secara teratur mengecek kadar glukosa
  • Gejala ringan atau tidak ada hipoglikemia (gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal) misalnya pada orang tua, pasien dengan neuropati (gangguan saraf) otonom atau penggunaan bersamaan dengan Beta-blocker, clonidine, reserpin, guanethidine atau obat simpatolitik lainnya
  • Sementara pergantian untuk insulin dalam situasi stres yang luar biasa (misalnya, trauma, operasi, infeksi dengan demam)
  • Penurunan nilai hati atau ginjal

Konta indikasi dari penggunaan Amaryl M 1 mg/250 mg antara lain :

  • Hipersensitivitas (reaksi alergi berlebih) terhadap sulfonilurea, sulfonamid atau biguanides
  • Diabetes tipe 1
  • Koma atau prekoma
  • Asidosis (suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung asam atau terlalu sedikit mengandung basa) metabolik dan/atau laktat
  • Kekurangan gizi dan kelaparan atau pasien lemah
  • Disfungsi/gangguan fungsi parah paru-paru,
  • Hipoksemia (kondisi penurunan tekanan parsial oksigen dalam darah)
  • Alkoholisme (gangguan yang ditandai oleh konsumsi berlebihan dan ketergantungan pada alkohol)
  • Dehidrasi (gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh)
  • Gangguan saluran cerna termasuk mual, muntah, diare atau sembelit
  • Individu yang menjalani hemodialisis (cuci darah)
  • Perubahan dengan insulin diperlukan untuk mencapai kontrol yang memadai glukosa darah
  • Wanita hamil dan menyusui

Interaksi obat Amaryl M 1 mg/250 mg antara lain :

  • Meningkatkan efek penurunan glukosadarah oleh insulin dan antidiabetik oral, ACE inhibitor, allopurinol, steroid anabolik, hormon seks pria, kloramfenikol, antikoagulan coumarin, siklofosfamid, Disopiramid, fenfluramine, fenyramidol, fibrat, fluoxetine, guanethidine, ifosfamide, MAOIs, miconazole, flukonazol, salisilat, pentoxyfylline, fenilbutazon, probenesid, kuinolon, sulfinpyrazone, sulfonamid, tetrasiklin, tritoqualine, trofosfamide, azapropazone, oxyphenbutazone
  • Melemahnya efek penurun glukosa darah dengan acetazolamide, barbiturat, kortikosteroid, diazoxide, diuretik, epinefrin & simpatomimetik lainnya, glukagon, laksatif (jangka panjang penggunaan), asam nikotinat (dosis tinggi), estrogen, progesteron, fenotiazin, fenitoin, rifampisin, hormon tiroid
Artikel
    Penyakit Terkait