Sukses

Sering Diare di Masa Kehamilan, Apa yang Harus Dilakukan?

Diare bisa menyerang kapan saja, termasuk di masa kehamilan. Bagaimana pengobatannya?

Klikdokter.com, Jakarta Diare adalah peningkatan frekuensi buang air besar (tiga kali atau lebih), dan penurunan konsistensi tinja (menjadi lunak atau cair), dalam waktu 24 jam. Konsistensi tinja yang cair saat diare akan hilang dalam beberapa hari.

Penyebab diare dapat bermacam-macam. Penyebab paling sering adalah infeksi virus, yang dapat sembuh sendiri karena sistem imunitas tubuh yang baik. Namun, ada beberapa penyebab lain yang umum terjadi, seperti infeksi bakteri, infeksi parasit, intoleransi laktosa pada susu, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Gejala yang menyertai diare dapat berupa mual, muntah, dan demam yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi bakteri atau parasit biasanya menyebabkan buang air besar yang berdarah. Kondisi tersebut tentu membuat tidak nyaman bagi siapa pun yang mengalami diare.

Diare saat kehamilan

Diare juga dapat terjadi pada masa kehamilan. Diare bisa menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil.

Sebenarnya, ada hubungan yang erat antara kehamilan dengan diare. Perubahan hormon saat kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada sistem  pencernaan, sehingga dapat menimbulkan diare.

Keadaan ini bisa timbul sejak awal kehamilan. Pembesaran rahim saat kehamilan bisa membuat gerakan usus melambat. Saat kondisi tersebut terjadi, bakteri dapat berkembang lebih banyak di usus, dan bisa menyebabkan diare.

Anda juga perlu sadar bahwa ketika terjadi perubahan pola makan saat kehamilan, sistem pencernaan butuh adaptasi. Kondisi perubahan pola makan yang terlalu drastis dapat menimbulkan diare saat kehamilan.

Selain itu, sistem pencernaan Anda mungkin bisa menjadi sensitif terhadap beberapa jenis makanan baru selama kehamilan, yang belum pernah Anda konsumsi sebelumnya. Hal tersebut dapat menimbulkan diare. Beberapa vitamin untuk kehamilan juga mungkin bisa menyebabkan diare.

1 dari 2 halaman

Cara menangani diare saat hamil

Lantas apa yang harus ibu hamil lakukan ketika mengalami diare? Prinsip penanganan diare pada ibu hamil sebenarnya hampir serupa dengan penanganan diare pada orang yang tidak hamil.

Meskipun kebanyakan diare akan sembuh dalam beberapa hari, sangat penting bagi ibu hamil untuk memenuhi asupan cairan tubuh, agar tidak kekurangan cairan atau dehidrasi. Jika sudah terjadi dehidrasi, tentu dapat membahayakan kondisi kehamilan, termasuk janin di dalam kandungan.

Cairan tubuh sangat berperan dalam metabolisme tubuh, termasuk dalam membantu tubuh mengatasi diare. Cara yang paling sederhana untuk memenuhi asupan cairan tubuh adalah menambahkan volume air putih yang Anda minum.

Anda dapat mencegah dehidrasi dengan mengonsumsi air, minimal sebanyak 2,4 liter per hari. Bila memiliki cairan oralit di rumah, Anda dapat mengonsumsinya.

Saat diare, Anda juga sebaiknya mengonsumsi makanan yang bersifat tidak memperberat kerja usus, seperti bubur, kentang, roti, wortel, atau apel. Hindari makanan yang dapat memperburuk diare, seperti makanan dengan kadar lemak yang tinggi, makanan yang digoreng, makanan pedas, produk olahan susu, dan makanan tinggi serat.

Anda juga perlu menghindari beberapa jenis minuman yang dapat memperburuk kondisi diare, yaitu jus buah, minuman bergula, atau pun susu. Anda tetap bisa mengonsumsi buah yang membantu meningkatkan kepadatan feses, seperti pisang. Perhatikan pula kemungkinan konsumsi obat tertentu yang dapat menimbulkan diare.

Jadi, mengatasi diare saat masa kehamilan sangat penting. Bila diare berlanjut lebih dari dua hari, Anda sebagai ibu hamil sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Jangan konsumsi obat anti diare secara sembarangan. Tetap fokus pada keselamatan Anda dan janin di dalam kandungan.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar