Sukses

Kenali Dampak Penggunaan Sabu pada Kesehatan

Penyalahgunaan sabu masih merajalela di kalangan artis. Ini dampak buruk dari penggunaan sabu pada kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Kabar penangkapan artis Indonesia atas kepemilikan narkoba muncul kembali. Secara berturut-turut, Fachri Albar kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu, dumolid, dan ganja, serta Roro Fitria kedapatan menyimpan sabu.

Bicara lebih jauh tentang narkotika, obat terlarang, serta zat adiktif/psikotropika (narkoba), Anda tentu tahu bahwa semua itu memiliki efek dan dampak negatif bagi kesehatan. Tidak hanya bagi kesehatan fisik, obat-obatan ini juga berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Dalam dunia medis, ada beberapa jenis dari obat-obatan ini yang dipakai untuk menangani pasien tertentu. Namun, perlu ditegaskan bahwa obat-obatan ini bukan untuk dikonsumsi secara umum atau bebas di kalangan masyarakat.

Sayangnya, masih ada warga yang menggunakan obat-obatan ini untuk kesenangan belaka. Salah satu yang paling sering dikonsumsi adalah methamphetamine yang berbentuk kristal seperti gula. Jenis narkotika yang dikenal dengan sabu ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap saraf. Methamphetamine dapat menstimulasi susunan saraf pusat, sehingga menimbulkan efek euforia, peningkatan suasana (mood) dan percaya diri, serta menambah daya konsentrasi.

Dampak buruk bagi kesehatan

Secara perlahan, berbagai gangguan dalam tubuh akan muncul. Pemakaian jarum suntik yang berulang saat menggunakan obat-obatan terlarang dapat meningkatkan infeksi virus dan penyakit menular berbahaya, seperti HIV/AIDS dan hepatitis.

Penggunaan obat-obatan terlarang dalam jangka pendek dapat menurunkan berat badan secara drastis, mengganggu pola tidur, serta memicu hiperaktif, rasa mual, delusi, agresif, dan sifat lekas marah. Efek lain yang juga mengkhawatirkan yaitu insomnia, kebingungan, halusinasi, kecemasan berlebih, dan paranoid. Penggunaan dosis secara berlebihan dapat mengakibatkan kejang-kejang dan kematian.

Sementara itu, pemakaian sabu dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, kekurangan gizi, depresi, dan yang paling parah adalah kerusakan permanen pada pembuluh darah. Kemudian dapat terjadi peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, serta kerusakan pembuluh darah di otak yang menyebabkan strok atau detak jantung tidak teratur, sehingga memicu kerusakan jantung dan lainnya. Dan pada akhirnya semua itu akan berujung pada kematian.

Penggunaan obat-obatan terlarang juga dapat memicu gangguan mental, seperti depresi, gangguan jiwa berat, godaan untuk melakukan tindak kejahatan, kekerasan, dan tidak sedikit yang memilih bunuh diri.

Kondisi ekonomi juga dapat terpengaruh. Anda mungkin akan membutuhkan banyak biaya untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan. Belum lagi, Anda akan mendapatkan pandangan buruk dari masyarakat.

Melalui penjabaran di atas, Anda tentu sudah tahu dampak buruk dari penggunaan sabu. Tidak hanya mengganggu kesehatan fisik, pemakaian sabu juga dapat memengaruhi kondisi mental dan jiwa Anda. Berkaca pula dari kasus Fachri Albar dan Roro Fitria, Anda sebaiknya menjauhi sabu dan obat-obatan terlarang lainnya.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar