Sukses

Badan Kurus Meski Makan Banyak, Apa yang Salah?

Makan sudah banyak, tapi badan kurus tak kunjung bertambah gemuk? Awas, bisa jadi Anda mengalami penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda salah satu orang yang punya badan kurus meski sudah makan banyak? Jika ya, Anda sebaiknya waspada. Ini karena badan kurus meski sudah makan banyak dapat menjadi pertanda adanya suatu penyakit di dalam tubuh Anda.

Berikut beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya badan kurus meski sudah makan banyak:

  1. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme merupakan kondisi kelebihan hormon tiroid. Penyebab terseringnya adalah autoimun. Pada penyakit ini, terjadi peningkatan metabolisme tubuh, yang mengakibatkan berbagai organ lebih aktif dari biasanya––jantung berdenyut lebih cepat, gerakan usus lebih aktif, saraf dan otot juga lebih terstimulasi.

Keadaan tersebut membuat tubuh membutuhkan lebih banyak kalori untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, salah satu gejala yang biasanya dikeluhkan oleh penderita hipertiroidisme adalah turunnya berat badan padahal nafsu makannya meningkat.

  1. Diabetes melitus

Diabetes terjadi karena insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas tidak mencukupi untuk bisa memasukkan gula darah ke dalam sel tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh kelaparan, padahal gula yang beredar di dalam darah sangat banyak.

Gejala klasik diabetes melitus adalah banyak makan, banyak minum, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Tuberkulosis

Infeksi bakteri tuberkulosis yang menyerang paru, kelenjar getah bening, atau organ lainnya dapat menyebabkan badan kurus meski sudah makan banyak. Hal ini terjadi karena saat tubuh terinfeksi tuberkulosis, metabolisme tubuh meningkat untuk melawan infeksi. Seseorang patut mencurigai dirinya mengalami tuberkulosis bila memiliki badan kurus disertai dengan gejala batuk-batuk selama dua minggu atau lebih.

4. Kanker

Kebanyakan kasus kanker diawali dengan gejala penurunan berat badan, disertai dengan demam hilang timbul dan badan berkeringat di malam hari. Gejala berupa benjolan di lokasi tertentu atau gejala spesifik lainnya biasanya baru terlihat pada kanker stadium lanjut.

5. Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus)

Pada tahap awal, infeksi HIV seringkali tidak bergejala. Bila timbul gejala, yang sering terjadi adalah pembesaran kelenjar getah bening, penurunan berat badan, demam hilang timbul, dan lebih mudah tertular infeksi. Badan kurus pada penderita HIV terjadi karena asupan makanan yang masuk digunakan untuk melawan infeksi.

Orang yang berisiko mengalami infeksi HIV adalah yang sering berganti-ganti pasangan seks, pengguna narkoba jarum suntik, dan orang yang terkena cairan tubuh penderita HIV.

2 dari 3 halaman

Kapan perlu ke dokter?

Tidak dimungkiri, badan kurus meski sudah makan banyak memang tak melulu disebabkan oleh penyakit-penyakit di atas. Namun, bila berat badan Anda turun 5% atau lebih dalam waktu 6 bulan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik menyeluruh. Bila diperlukan, dokter juga akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, berupa pemeriksaan gula darah dan hormon tiroid, juga pemeriksaan rontgen. Anda pun dapat diminta untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, tergantung dugaan dokter yang memeriksa Anda.

Bila tak ditemukan kelainan, umumnya dokter akan menganjurkan Anda untuk berkonsultasi dengan ahli gizi. Hal ini untuk memperbaiki asupan makanan Anda, dan dokter akan melakukan pemantauan kondisi fisik Anda setiap 1-6 bulan.

Sekarang sudah jelas bahwa badan kurus meski sudah makan banyak dapat menjadi pertanda adanya penyakit-penyakit di atas. Jadi, bila Anda berada dalam keadaan tersebut, apalagi sampai mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar