Sukses

Nyaman Bepergian dengan Pesawat Saat Sedang Pilek

Apakah mungkin bisa tetap nyaman bepergian dengan pesawat saat sedang pilek? Ketahui cara-caranya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Bepergian dengan naik pesawat saat sedang pilek sangat tidak nyaman. Pilek atau common cold paling sering disebabkan oleh infeksi virus, tetapi bisa juga oleh alergi. Rata-rata, orang dewasa mengalaminya 2-3 kali dalam setahun, sedangkan anak-anak 4-6 kali dalam setahun.

Pilek akibat infeksi virus umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih 1 minggu. Meski demikian, gejala yang ditimbulkannya dapat sangat mengganggu dan memengaruhi aktivitas Anda sehari-hari.

Selain tidak nyaman, bepergian naik pesawat saat sedang pilek berisiko merusak telinga dan rongga sinus. Jika memang tak bisa ditunda, pahami cara-caranya agar pilek tidak mengganggu perjalanan Anda.

Hidung tersumbat adalah salah satu keluhan yang kerap menyertai pilek dan mengganggu. Kondisi inilah yang menjadi akar penyebab keluhan-keluhan yang dapat muncul saat Anda naik pesawat. Mengapa demikian?

Perubahan tekanan udara dan akibatnya

Pernah mendengar istilah tuba Eustachius? Saluran ini menghubungkan telinga tengah Anda dengan tenggorok. Tugas utamanya adalah mengatur aliran udara ke dalam dan ke luar telinga tengah, agar tekanan udara di dalamnya sama dengan tekanan udara di sekitar Anda. Saat pesawat lepas landas atau mendarat, terjadi perubahan tekanan udara di dalam kabin secara cepat. Untuk itu, tuba Eustachius akan berusaha untuk menyesuaikan tekanan udara di dalam telinga.

Pilek dan hidung tersumbat akan menghambat aliran udara di dalam tuba Eustachius, sehingga tekanan udara di luar dan di dalam telinga sulit disamakan. Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya barotrauma, yaitu cedera akibat tekanan pada telinga. Telinga dapat terasa penuh, seperti ada yang menekan, bahkan nyeri. Keluhan lain yang dapat muncul ialah vertigo (sensasi berputar) sementara, tinitus (telinga berdenging), atau berkurangnya pendengaran. Pada kasus yang berat, gendang telinga bisa robek.

Kondisi hidung tersumbat juga bisa menimbulkan barotrauma pada sinus, yaitu rongga-rongga berisi udara, yang berlokasi di sekitar tulang hidung dan tulang wajah. Ini akibat aliran udara ke dalam rongga sinus terhambat sehingga tak dapat menyamakan tekanan udara di dalam dan di luar sinus saat pesawat lepas landas atau mendarat. Keluhan pada sinus dapat berupa nyeri hebat atau rasa seperti ditekan di atas mata atau dahi, belakang hidung, dan belakang tulang pipi.

Jika terjadi, keluhan-keluhan ini sangat tidak nyaman dan dapat mengganggu Anda selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu dari saat muncul pertama kali.

1 dari 2 halaman

Lantas, apa yang bisa dilakukan?

Cara terbaik adalah dengan menunda perjalanan udara Anda saat sedang pilek berat atau ketika Anda sedang mengalami infeksi akut pada sinus atau telinga. Jika harus pergi, Anda dapat menggunakan obat-obatan yang mengandung dekongestan untuk mengurangi keluhan hidung tersumbat.

Dekongestan tersedia dalam bentuk oral, semprot, atau tetes hidung, yang biasanya digunakan 1 jam sebelum pesawat mendarat. Perlu diketahui bahwa obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Bila Anda memiliki alergi, siapkan obat yang mengandung antihistamin. Pemakaiannya kurang lebih 30 menit sebelum pesawat lepas landas. Siapkan pula obat antinyeri untuk meredakan nyeri pada telinga atau sinus yang mungkin terjadi.

Cara alternatif, bawalah krim yang mengandung mentol. Oleskan di bawah hidung sebelum pesawat mendarat untuk mengurangi keluhan hidung tersumbat. Anda bisa juga mengunyah permen karet atau sering-sering menelan ludah, terutama saat pesawat akan lepas landas atau mendarat.

Untuk menyamakan udara di dalam dan di luar telinga secara manual, Anda perlu menguasai teknik yang disebut dengan manuver Valsava. Caranya, saat telinga mulai terasa penuh atau tertekan, tutup kedua lubang hidung dengan satu tangan lalu bernapaslah dalam-dalam melalui mulut. Tutup mulut rapat-rapat dan coba untuk mengeluarkan udara tersebut melalui mulut yang tertutup. Anda akan mendengar dan merasakan sensasi popping atau cracking di telinga jika cara ini berhasil dilakukan.

Jika Anda membawa bayi, berikan empeng, botol susu atau susui langsung selama pesawat akan mendarat. Gerakan mengisap akan mengurangi tekanan pada telinga. Kini sudah tersedia sumbat telinga sekali pakai (disposable earplug) yang telah dirancang sedemikian rupa untuk melindungi gendang telinga dengan cara mengatur tekanan udara.

Masih ingin naik pesawat saat pilek? Ingat, bahwa perubahan tekanan udara di dalam kabin pesawat saat lepas landas atau mendarat dapat membuat Anda mengalami barotrauma. Jika Anda tetap memutuskan pergi atau memang tak ada lagi pilihan lain, cara-cara di atas dapat membantu Anda yang akan bepergian dengan pesawat bebas dari nyeri dan komplikasi.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar