Sukses

Inilah yang Terjadi Ketika Seorang Pria Kehilangan Penis

Bagi pria, penis adalah aset berharga yang tak ternilai. Apa jadinya jika seorang pria kehilangan penis?

Klikdokter.com, Jakarta Rasanya tak ada seorang pun pria normal yang sanggup membayangkan kehilangan penis. Sehingga kisah-kisah pria yang terpotong organ vitalnya mungkin akan sama seramnya dengan kisah horor. Kecuali, tindakan tersebut memang didasari oleh indikasi medis. Apa saja konsekuensi kehilangan penis?

Di luar unsur kecelakaan, ada kalanya seorang pria harus merelakan organ kemaluannya dipotong. Tentu saja hal ini didasari oleh indikasi medis oleh dokter atau ahli spesialis, yaitu situasi yang menempatkan seorang pria harus menjalani pemotongan penis atas pertimbangan kesehatan dan keselamatan hidupnya.

Memotong penis dalam istilah medis dikenal dengan nama penektomi. Salah satu contoh indikasi medis untuk tindakan penektomi adalah kasus kanker penis.

Meski tindakan ini dilakukan untuk alasan kesehatan dan keselamatan hidup seorang pria, kehilangan penis tetaplah mendatangkan akibat-akibat yang kurang menyenangkan. Apa saja konsekuensinya jika seorang pria telah kehilangan penisnya?

Memotong penis tanpa pemotongan skrotum akan membuat seseorang mengalami depresi. Ini karena hasrat seks yang dipicu oleh hormon testosteron pria diproduksi di dalam skrotum.

Ketika skrotum tetap ada, sedangkan penis sudah tidak ada, maka pria akan mengalami gangguan penyaluran hasrat dan kepuasan seksualnya. Tentunya, hal ini bisa memengaruhi kondisi mental pria tersebut.

Masalah lain adalah perbedaan kebiasaan saat buang air kecil. Pria memiliki kepraktisan tersendiri dengan proses buang air kecil yang biasa dilakukan dengan cara berdiri.

Saat penis dipotong, buang air kecil harus dilakukan sambil berjongkok atau duduk seperti wanita. Meskipun buang air kecil duduk memang lebih tuntas mengeluarkan urine pria, namun bisa dibayangkan kerepotan awal yang ditimbulkan akibat perubahan ini.

Selain penektomi, dikenal juga prosedur pengangkatan buah zakar atau orchiectomy. Prosedur pengangkatan testis pada pria biasanya dilakukan karena adanya indikasi medis kanker testis atau karena terjadinya trauma berat pada organ testis.

Apa dampaknya jika testis diangkat? Lokasi buah zakar merupakan area yang menampung organ reproduksi hormon testosteron. Jika buah zakar diambil, maka produktivitas testosteron ikut terganggu. Testosteron merupakan pemeran penting terciptanya dorongan seks atau libido pada pria.

Ketika libido tidak muncul, maka aktivitas seks pun berkurang. Bagi beberapa pria, hal ini menjadi sumber masalah besar. Dengan vakumnya hormon testosteron, bentuk tubuh pria juga menjadi cenderung membulat dan jauh dari kekar.

Ini karena testosteron merupakan hormon yang membantu pembentukan massa otot. Selain itu, tanpa testosteron, pria juga bisa mengalami perubahan bentuk tubuh. Biasanya yang terjadi adalah munculnya payudara pada pria yang dikenal dengan istilah ginekomastia.

Lebih jauh lagi, bagi sebagian pria, perubahan ini selanjutnya bisa berdampak pada kepercayaan dirinya. Tak heran, pada mereka yang rentan, masalah ini bisa mendorong terjadinya gangguan depresi.

Gangguan lain akibat tak berproduksinya testosteron adalah tulang keropos atau osteoporosis. Meski faktor usia yang bertambah ikut berperan, tapi tanpa testosteron, pria bisa lebih cepat mengalami penurunan kepadatan (densitas) tulang.

Begitu pula dengan gejala kerontokan rambut yang berujung pada kebotakan yang bisa terjadi lebih cepat karena vakumnya hormon testosteron pada tubuh pria.

Kini Anda tahu apa yang akan terjadi pada tubuh pria saat ia kehilangan penis. Itulah sebabnya, menjaga kesehatan penis tak kalah penting dengan organ tubuh lainnya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar