Sukses

Kiat agar Sukses Melahirkan Bayi Kembar

Mengandung bayi kembar memiliki sejumlah risiko. Bagaimana kiat agar melahirkan bayi kembar dengan lancar dan sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Hamil bayi kembar merupakan hal yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Kebahagiaan ini pun dialami oleh presenter Marissa Nasution dan suaminya Benedikt Brueggemann. Sayangnya, semakin mendekati usia persalinan, berita duka justru disampaikan oleh Marissa melalui akun Instagram-nya, “pada tanggal 7 Februari 2018 jantung bayi perempuan kami, Moana, berhenti berdetak setelah menjalani fetal surgery.

Menjalani kehamilan kembar memang membahagiakan. Namun di sisi lain, mengandung bayi kembar juga lebih berisiko dibandingkan hamil bayi tunggal. Salah satu risikonya adalah adanya kelainan pada janin, yang bisa jadi merupakan penyebab bayi Moana menjalani operasi janin (fetal surgery).

Mengingat berisikonya kehamilan kembar, maka ada beberapa hal yang bisa diusahakan oleh ibu hamil. Tujuannya agar dapat menjalani kehamilan tersebut dengan nyaman dan melahirkan bayi kembar yang sehat. Berikut ini adalah kiat-kiat yang perlu Anda lakukan:

1. Pastikan nutrisi ibu hamil tercukupi

Hamil bayi kembar tak berarti ibu harus mengonsumsi makanan sejumlah dua kali lipat dari ibu hamil bayi tunggal. Meski demikian, ibu yang menjalani kehamilan kembar memang membutuhkan nutrisi lebih banyak dibandingkan ibu yang hamil janin tunggal. Dalam kondisi ini, ibu hamil dianjurkan untuk menambahkan 600 kalori per hari dari jumlah makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Mereka sebaiknya makan setidaknya lima kali dalam sehari, yang terbagi menjadi tiga kali makanan utama dan dua kali makanan camilan.

Makanan yang baik bagi perkembangan janin adalah makanan yang tinggi protein, misalnya keju, susu, daging sapi, telur, dan kacang-kacangan. Buah, sayur, dan biji-bijian juga tak kalah penting untuk dikonsumsi karena bermanfaat sebagai sumber vitamin dan mineral bagi ibu dan janin. Bila ragu, ibu dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan makanan yang dikonsumsi memenuhi kebutuhan kalori yang dibutuhkan ibu dan janin.

2. Periksa darah secara berkala

Ibu hamil kembar lebih rentan mengalami anemia karena kekurangan zat besi. Anemia sering kali tak bergejala, tapi dapat menyebabkan komplikasi berbahaya bagi ibu dan janin. Berbagai studi telah mengungkapkan bahwa anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko kematian ibu saat melahirkan, meningkatkan risiko perdarahan hebat dari jalan lahir, serta menyebabkan bayi rentan untuk lahir dengan berat badan yang rendah.

Agar hal ini tak terjadi, ibu yang mengandung bayi kembar dianjurkan untuk memeriksakan kadar hemoglobin (sel darah merah) dengan rutin. Sebaiknya pemeriksaan tersebut dilakukan setidaknya pada awal trimester pertama, awal trimester kedua, dan trimester ketiga kehamilan. Bila terdapat anemia karena kekurangan zat besi, maka ibu harus mendapatkan obat berupa zat besi untuk meningkatkan kadar hemoglobin hingga mencapai normal.

Selain itu, ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, seperti hati ayam, daging sapi, ikan tuna, dan ikan salmon. Agar penyerapan besi di saluran pencernaan tak terganggu, hindari mengonsumsi makanan-makanan tersebut bersamaan dengan teh atau kopi.

3. Mengonsumsi asam folat, besi, dan kalsium

Baik ibu hamil bayi tunggal maupun hamil kembar membutuhkan suplemen asam folat, besi, dan kalsium. Ibu yang mengandung anak kembar lebih membutuhkannya karena jumlah asam folat, besi, dan kalsium yang diperlukan bayi umumnya tak bisa dipenuhi dari makanan yang dikonsumsi ibu sehari-hari.

Asam folat diperlukan untuk perkembangan tabung saraf janin. Besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan gigi dan tulang janin. Konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai dosis asam folat, besi, dan kalsium yang harus dikonsumsi ibu hamil kembar.

4. Kontrol teratur ke dokter kandungan

Proses kehamilan kembar rentan mengalami banyak kendala, seperti hipertensi, preeklamsia, anemia, pertumbuhan janin terhambat, dan sebagainya. Oleh karena itu, memeriksakan diri secara teratur ke dokter kandungan merupakan hal yang sangat penting. Sebaiknya di bulan-bulan awal kehamilan, pemeriksaan ke dokter dilakukan setiap bulan. Saat usia kehamilan 7 bulan, umumnya pemeriksaan dokter perlu dilakukan tiap dua minggu sekali, sedangkan menjelang waktu melahirkan pemeriksaan dilakukan setiap minggu.

Ibu yang mengandung bayi kembar tidak dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan antenatal (kehamilan) rutin di bidan atau dokter umum, melainkan ke dokter kandungan. Jadi, jika ditemukan adanya gangguan pada ibu atau janin, deteksi dini dan penanganan bisa lebih cepat dan tepat dilakukan.

Jika Anda tengah hamil bayi kembar dan ingin diri Anda dan janin senantiasa sehat, lakukan kiat-kiat di atas agar proses kehamilan bayi kembar hingga proses melahirkannya bisa berjalan dengan lancar dan sehat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar