Sukses

Kenali Kapan Gejala HIV Muncul

Rentang waktu munculnya gejala HIV dapat menjadi bom waktu, yang diam-diam mengancam penderitanya.

Klikdokter.com, Jakarta HIV masih menjadi masalah besar di Indonesia. Jumlah penderitanya yang hampir mencapai 700.000 jiwa menunjukkan bahwa penyebaran virus HIV tidak bisa dipandang sebelah mata. Sayangnya, dari besarnya angka tersebut, tidak semua penderita menyadari dirinya mengidap gejala HIV sehingga tidak mendapat pengobatan yang sesuai.

Faktanya, HIV memang tidak menunjukkan gejala pada awal infeksinya, sehingga kerap kali tidak disadari dan dengan mudahnya ditularkan kembali ke orang lain. Pertanyaannya, berapa lama gejala dapat dikenali sejak pertama tertular HIV?

Kenali gejala awal HIV

Sebenarnya, gejala awal sudah muncul dalam kurun waktu 2–4 minggu sejak seseorang tertular HIV. Sayangnya, gejala ini sangat umum, menyerupai penyakit lain sehingga sering terlewatkan.

Tanda dan gejala yang biasanya timbul pada tahap ini adalah:

  • Demam ringan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Mudah lelah
  • Nyeri tenggorokan
  • Bercak merah di tubuh

Tidak semua orang mengalami gejala awal ini. Sebagian penderita HIV bahkan tidak merasakan gejala sama sekali dalam tahap ini. Sangat sulit 'menangkap' sinyal HIV pada mereka yang tidak bergejala. Padahal, dalam tahap ini virus HIV sudah dapat menyebar ke orang lain yang sehat melalui darah dan cairan seksual penderitanya.

1 dari 3 halaman

Kapan fase laten HIV?

Fase akut yang terjadi dalam 2–4 minggu tersebut akan berlanjut menjadi fase laten, atau disebut juga infeksi kronis HIV. Pada tahap ini, virus terus berkembang dengan atau tanpa gejala klinis.

Jika orang tersebut segera memeriksakan diri dan mendapat pengobatan HIV, fase ini dapat berlangsung lama dan tidak berkembang menjadi lebih parah. Namun, pada mereka yang belum juga menyadari dan tidak memeriksakan diri, virus dapat berkembang dengan cepat dan tubuhnya akan sangat rentan terhadap berbagai serangan kuman di sekitarnya.

Kekebalan tubuh yang terus melemah ini disebabkan makin menurunnya kadar CD4 di dalam darah. CD4 merupakan salah pasukan utama 'tentara' yang membentengi tubuh dari serangan kuman penyakit. Bila angka CD4 ini terus merosot di bawah 200 sel/mm3, seorang penderita HIV akan jatuh dalam fase acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

2 dari 3 halaman

Apa yang terjadi saat fase AIDS?

AIDS adalah fase terberat dalam tahapan infeksi HIV. Pada fase ini, kekebalan tubuh sudah sangat rendah sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai virus lain, bakteri, jamur, dan parasit. Gejala yang umumnya dirasakan pada seseorang yang sudah jatuh dalam tahapan AIDS, di antaranya:

  • Demam tinggi
  • Menggigil, keringat dingin
  • Luka di kemaluan dan anus
  • Bercak putih di mulut
  • Infeksi paru
  • Sesak napas
  • Nyeri kepala hebat dan menetap

Kapan seseorang jatuh dalam tahapan ini dapat berbeda-beda dari satu penderita ke penderita lainnya. Bila kekebalan tubuhnya rendah, fase ini dapat dicapai dalam waktu singkat. Sebaliknya, bila kekebalan tubuhnya cukup baik, fase ini dapat terjadi setelah 10 tahun dari pertama kali terinfeksi HIV.

Sulitnya mendeteksi gejala awal HIV dan mudahnya penularan membuat angka HIV kian mencuat. Oleh karena itu, kesadaran diri dan pemeriksaan dini sangat penting, terutama pada orang yang berisiko tinggi terinfeksi HIV (seperti pengguna narkoba suntik dan seseorang dengan riwayat berganti pasangan seksual).

Mereka yang tergolong berisiko tinggi ini hendaknya segera memeriksakan diri melalui pemeriksaan darah dan menjalani pengobatan dengan antiretroviral (ARV) bilamana terdeteksi positif HIV.

HIV bukanlah virus yang dapat dipandang sebelah mata. Segera lakukan pemeriksaan diri dan dapatkan pengobatan yang tepat, bila Anda curiga telah terinfeksi virus dan merasakan gejala HIV. Dengan langkah tepat, rantai penularannya dapat terputus dan penderitanya pun dapat menjalani hidup dengan normal, tanpa adanya gangguan kesehatan yang bermakna.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar