Sukses

Berniat Tindik di Vagina? Kenali Bahayanya

Tindik dapat dilakukan di bagian tubuh manapun, termasuk pada vagina. Tapi amankah bagi kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua wanita memiliki tindik kuping untuk menjadi aksesoris mode. Seiring perkembangan jaman, budaya juga menyebabkan tindik di bagian tubuh lain seperti lidah, bibir, hidung, alis, bahkan kemaluan seperti vagina.

Tindik vagina sempat ramai dilakukan pada tahun 90an. Beberapa selebriti pun juga melakukannya, seperti Christina Aguilera dan Lady Gaga yang kemudian mendapatkan julukan ‘Lady Labia’.

Sebuah studi dari University of South Alabama yang dilakukan pada tahun 2005 menemukan tindik vagina dapat meningkatkan kepuasan dan keinginan seksual wanita. Hasil penelitian ini juga menunjukkan seorang wanita mampu mencapai klimaks setiap hari setelah melakukan tindik vagina.

Alasan utama wanita melakukan tindik di vagina mungkin berhubungan dengan kepuasan seksual atau orgasme, sebab wanita memang lebih sulit mendapatkan orgasme daripada pria. Beberapa wanita mengaku mendapatkan orgasme pertama mereka dengan tindik vagina. Terdapat berbagai macam tindik vagina:

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

a. Tindik pada klitoris atau tudungnya

Ini yang paling populer untuk dilakukan. Tindik tudung klitoris lebih sering dilakukan. Kabarnya tindik klitoris dapat menstimulasi jaringan klitoris yang sensitif ketika berhubungan seksual.

b. Tindik pada bibir vagina luar

Bibir vagina cukup tebal. Sehingga dapat dilakukan beberapa kali tindik pada bibir vagina.

c. Tindik Princess albertina

Pada tipe ini dilakukan tindik melalui uretra (keluaran saluran kencing) dan ke atas vagina. Prosedur ini jarang dilakukan karena cukup sulit.

Namun hati-hati ya sebelum melakukan tindik vagina. Ketahui dulu bahayanya sebagai berikut:

a. Infeksi

Setiap membuat suatu jalur terbuka atau luka pada tubuh dapat berisiko infeksi. Infeksi yang dapat terjadi dari tindik vagina termasuk tetanus, hepatitis B dan C, HIV dan infeksi menular seksual lainnya. Tanda umum infeksi meliputi kemerahan, bengkak, dan demam.

b. Nyeri dan kerusakan saraf

Klitoris adalah organ seksual yang kaya akan saraf. Tindik pada klitoris dapat menyebabkan nyeri dan kerusakan saraf.

c. Alergi

Saat melakukan tindik biasanya akan langsung terpasang alat yang mempertahankan lubang tersebut. Bisa saja seseorang akan alergi terhadap bahan tersebut.

d. Keputihan

Keputihan memang normal terjadi ketika melakukan tindik vagina. Namun, jika keputihan menjadi berbau atau kehijauan berarti sudah terjadi infeksi.

e. Perdarahan

Perdarahan memang akan terjadi ketika melakukan tindik. Namun biasanya perdarahan akan cepat berhenti.

f. Jaringan parut yang tebal

Kondisi jaringan parut yang menebal ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman karena terasa seperti ditusuk.

Tindik vagina memang menantang. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan risiko yang akan dihadapi. Pastikan Anda mengerti dan mengikuti semua intruksi untuk menjaga kebersihan area vagina. Hindari berenang hingga kondisi bekas tindikan membaik.

Ingatlah bahwa infeksi bisa terjadi di tempat penindikan, bahkan setelah sembuh. Bakteri bisa masuk di bawah kulit. Jadi, perhatikan tanda-tanda infeksi yang muncul dan hubungi dokter Anda jika ada gejala-gejala seperti di atas. Sebaiknya Anda tak mengobati infeksi sendiri.

Setelah melakukan tindik vagina, sebaiknya hindari juga berhubungan seksual selama 2 minggu. Setelah itu, penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan, terutama setelah berhubungan intim. Untuk menjaga kebersihan, sebaiknya Anda membersihkan tindikan setiap hari.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar