Sukses

Kapan Jam Terakhir Boleh Makan Malam?

Demi kesehatan Anda, ketahui kapan waktu terakhir boleh makan malam.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian orang, makan malam merupakan salah satu momen yang dinanti-nanti. Sebab, momen tersebut sering kali menjadi sarana untuk melepas lelah usai bekerja, juga menjadi salah satu waktu terbaik untuk menghabiskan waktu bersama dengan pasangan dan keluarga.

Biasanya, karena menunggu segala pekerjaan satu hari terselesaikan dulu, tak jarang orang mulai makan malam terlalu larut. Apakah Anda sering melakukannya juga?

Bila Anda sering melakukannya, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini. Sebab berbagai studi telah membuktikan bahwa makan malam terlalu larut meningkatkan kemungkinan terjadinya kenaikan berat badan. Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan kondisi ini.

Yang pertama, karena adanya irama sirkadian dalam tubuh manusia. Irama sirkadian merupakan jam alami dalam tubuh, yang mengatur berbagai macam keseimbangan hormon, denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh agar berada dalam kondisi yang sesuai dengan aktivitas seseorang.

Pada malam hari, secara alamiah, tubuh akan mengistirahatkan organ-organnya karena mempersiapkan diri untuk tidur. Mengonsumsi makanan terlalu malam menyebabkan lebih banyak makanan yang disimpan tubuh sebagai lemak, dibandingkan yang diubah menjadi energi untuk beraktivitas.

Yang kedua, bila makan malam dilakukan terlalu larut, umumnya rasa kelaparan sudah terjadi. Jika Anda makan dalam kondisi sangat lapar, hal itu berisiko tinggi untuk menyebabkan Anda makan secara berlebihan.

Waktu terakhir boleh makan malam

Sebenarnya hingga saat ini tak ada petunjuk baku kapan makan malam terakhir boleh dilakukan. Namun secara medis, Anda dianjurkan untuk makan malam paling lambat tiga jam sebelum tidur.

Jadi misalnya Anda biasanya tidur pada pukul 22.00, maka sebaiknya Anda menuntaskan makan malam Anda sebelum pukul 19.00. Hal ini penting untuk memberikan kesempatan bagi lambung dan usus untuk mencerna dan memetabolisme makanan dengan baik.

Selain itu, beberapa pakar gizi menyatakan bahwa jam makan malam terbaik adalah pada pukul 17.00-18.00. Ada dua alasan yang mendasarinya. Yang pertama, untuk memberikan waktu lebih banyak bagi saluran pencernaan untuk dapat menyerap dan memetabolisme makanan.

Selain itu, pada waktu tersebut umumnya Anda belum merasa lapar. Makan sebelum kelaparan akan mempermudah Anda dalam mengontrol asupan makanan yang akan dikonsumsi.

Tak hanya penentuan jam makan malam saja yang penting. Pemilihan makanan juga memengaruhi kesehatan. Agar asupan kalori tak berlebihan, Anda sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan protein yang tinggi. Makanan tinggi serat terdapat pada sayuran dan buah.

Makanan tinggi protein bisa didapatkan dari konsumsi tahu, tempe atau ikan. Makanan ini juga menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan jika mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat.

Namun demikian, ada kalanya Anda sulit untuk menahan lapar di malam hari. Misalnya saat Anda harus lembur atau begadang untuk mengerjakan tugas tertentu. Bila minum air putih tak dapat menghilangkan rasa lapar Anda, maka pilihlah makanan sehat yang rendah kalorinya.

Pilih makanan yang jumlah kalorinya tak lebih dari 100 kkal seperti buah, yoghurt, kacang rebus, atau oat yang dicampur dengan susu rendah lemak. Hindarilah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau minuman yang manis di malam hari jika tak mau berat badan Anda bertambah.

Jadi, mulailah membiasakan untuk makan malam tak terlalu larut agar kesehatan tubuh Anda lebih terjaga. Selain itu, mengatur waktu makan malam juga membantu Anda untuk menjaga berat badan, sehingga bisa menjaga penampilan tetap prima.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar