Sukses

Kiat Cegah Hipotermia di Musim Hujan

Hipotermia dapat menjadi ancaman saat musim hujan. Kenali dan cegah sebelum ia melumpuhkan Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Flu, batuk, demam, dan diare adalah beberapa contoh penyakit yang lekat dengan musim hujan. Namun, tak banyak orang tahu bahwa ada satu kondisi lagi yang tidak kalah berisiko: hipotermia.

Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh turun drastis, dan jika tak segera ditangani dapat mengancam nyawa penderitanya.

Mengapa bisa terjadi hipotermia?

Dalam suhu yang dingin, tubuh akan kehilangan kehangatannya hingga 90%. Kondisi ini bahkan 25 kali lebih cepat terjadi ketika lingkungan dingin tersebut berupa air, misalnya berenang di air dingin.

Menghadapi suhu dingin tersebut, tubuh akan mengaktifkan mekanisme termostat—pengaturan suhu inti di dalam agar tetap stabil dan normal di kisaran 37 oC.

Akan tetapi, bila suhu lingkungan yang dihadapi cukup ekstrem, kerja tubuh bisa kewalahan sehingga tidak mampu mengimbangi. Hal inilah yang dapat terjadi ketika seseorang banyak beraktivitas di luar ruangan saat musim hujan tiba, ketika suhu udara menjadi lebih dingin dan cenderung berangin.

Pada akhirnya, suhu tubuh orang tersebut dapat makin menurun, bahkan hingga 35 oC atau lebih rendah lagi—yang disebut dengan hipotermia. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipotermia adalah:

  • Cuaca yang terlalu dingin.
  • Berada di lingkungan dengan embusan angin yang kencang.
  • Berendam atau berenang di air dengan suhu dingin dalam waktu cukup lama 

Bukan perkara sepele, hipotermia dapat mengakibatkan kerja otak dan berbagai organ penting lainnya menjadi terganggu. Pada kasus yang berat, hipotermia bahkan dapat menurunkan kesadaran dan berujung pada kematian.

Beberapa orang lebih berisiko mengalami hipotermia dibandingkan dengan orang lainnya, seperti:

  • Lansia, bayi dan anak-anak.
  • Orang dengan gangguan mental.
  • Orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang lama.
  • Orang yang tidak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol atau obat-obatan dan berada di ruangan terbuka. 

Apa saja tanda seseorang mengalami hipotermia?

Berikut tanda dan gejala yang muncul saat seseorang terserang hipotermia:

Menggigil

Tanda yang pertama terlihat adalah menggigil. Sebenarnya, menggigil merupakan mekanisme tubuh untuk menghasilkan panas melalui gerakan otot. Diharapkan panas yang dihasilkan cukup jumlahnya sehingga mampu menetralkan suhu lingkungan yang dingin.

Kulit terlihat pucat

Bila menggigil saja tidak cukup, tubuh akan melakukan usaha lainnya, yaitu pengecilan ukuran pembuluh darah dalam tubuh (vasokonstriksi). Usaha tubuh ini dilakukan untuk tetap menyimpan panas dalam tubuh, sehingga tidak mudah menguap melalui pori kulit.

Saat vasokonstriksi inilah, kulit umumnya terlihat lebih pucat dibandingkan biasanya. Vasokontriksi juga dapat berdampak buruk bagi otak. Bila terjadi dalam jangka waktu lama dan tak segera tertangani, dapat mengakibatkan penurunan kerja otak dengan gejala berupa:

  • Penurunan konsentrasi.
  • Bicara meracau.
  • Penurunan kesadaran. 

Jika sudah sampai pada tahap ini, hipotermia dapat berakibat fatal dan mengancam nyawa penderitanya.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah hipotermia?

Langkah terbaik untuk menghindari hipotermia adalah dengan melakukan tindakan pencegahan. Beberapa cara berikut dapat membantu Anda melindungi diri dari ancaman hipotermia saat musim hujan:

  • Selalu kenakan jaket atau pakaian berlapis ketika harus bepergian di suhu udara dingin.
  • Jangan berenang di air yang bersuhu sangat dingin saat kondisi lingkungan juga sedang dingin.
  • Tidak berlama-lama di luar ruangan ketika angin berembus kencang. 

Kenali tanda dan gejala hipotermia, serta cegah dengan tindakan yang benar. Langkah yang tepat akan melindungi Anda dari potensi bahaya saat musim hujan tiba.

[RS/ RH]

 

0 Komentar

Belum ada komentar