Sukses

Benarkah Haid Tidak Teratur Mengganggu Kesuburan?

Haid tidak teratur identik dengan gangguan kesuburan. Cek kebenarannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Siklus haid tidak teratur merupakan masalah yang sangat sering dialami kaum wanita di usia subur. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa lebih dari 80% wanita di dunia pernah mengalami persoalan ini. Siklus haid umumnya sangat diperhatikan oleh kaum wanita karena keteraturan haid dianggap berkaitan dengan kesuburan.

Anda perlu mengetahui dulu seperti apa siklus haid yang teratur. Menurut the American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), haid yang normal terjadi setiap 24-38 hari sekali. Sedangkan, lama menstruasi berkisar antara 3-8 hari.

Haid dianggap tidak teratur bila terdapat perdarahan di luar siklus haid, lama haid lebih dari 8 hari, siklus haid terjadi kurang dari 24 hari atau lebih dari 38 hari, serta terjadi nyeri hebat saat haid.

Mengapa haid sering dihubungkan dengan kesuburan?

Dalam keadaan normal, setiap bulan indung telur (ovarium) akan menghasilkan setidaknya satu sel telur yang akan bertahan di rahim selama 48 jam. Bila sel telur dibuahi oleh sperma, maka akan terjadi kehamilan.

Sebaliknya, bila setelah tidak dibuahi, sel telur akan mati, diikuti dengan luruhnya dinding dalam rahim (endometrium). Endometrium yang luruh akan dikeluarkan ke vagina melalui haid.

Oleh karena itu, adanya haid yang teratur setiap bulan secara sederhana dapat menjadi tanda bahwa indung telur Anda mengeluarkan sel telur dengan rutin. Sel telur inilah yang sering dianggap menjadi lambang kesuburan seorang wanita.

Bila seorang wanita memiliki siklus haid yang tidak teratur, sulit untuk memastikan bahwa indung telurnya menghasilkan sel telur dengan rutin setiap bulan. Dengan kata lain, wanita yang siklus haidnya tidak teratur memiliki kemungkinan gangguan kesuburan. Dari semua kasus ketidaksuburan yang terjadi pada wanita, 30% kasus ditandai dengan haid tidak teratur.

1 dari 2 halaman

Mengatasi ketidaksuburan akibat haid tidak teratur

Bila Anda mengalami ketidakteraturan haid selama tiga bulan atau lebih, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan, terlebih jika sedang merencanakan kehamilan.

Pada tahap awal, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat penyakit lain yang menyebabkan haid tidak teratur, misalnya pemeriksaan kadar hormon tiroid dan gula darah. Kadar hormon tiroid atau gula darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan indung telur gagal menghasilkan sel telur.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada rahim dan organ kandungan lainnya. Bila didapatkan adanya endometriosis (tumbuhnya jaringan rahim tidak pada tempatnya), maka pengobatan hormonal perlu diberikan. Kadang operasi juga diperlukan untuk mengatasinya.

Bila ditemukan banyak kista di indung telur (polycystic ovary syndrome), maka diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, obat untuk meningkatkan sensitivitas hormon insulin juga perlu diberikan.

Bila tidak ada penyakit lain yang mendasari terjadinya haid tidak teratur, dokter dapat memberikan obat untuk menstimulasi indung telur untuk menghasilkan sel telur, misalnya dengan obat klomifen. Obat ini tidak boleh dikonsumsi secara bebas, melainkan harus menggunakan resep dan dalam pengawasan dokter karena berpotensi menimbulkan efek samping.

Selain itu, mempraktikkan gaya hidup sehat juga dapat membantu mengatasi permasalahan haid tidak teratur. Yang perlu dilakukan adalah berolahraga setidaknya lima kali dalam seminggu selama 30 menit. Selain itu, mengelola stres dengan baik dan menjaga pola makan dengan banyak mengonsumsi serat juga penting untuk meningkatkan kesuburan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar