Sukses

Kenali Gejala HIV Tahap Awal Berikut Ini

HIV adalah salah satu penyakit yang sangat ditakuti masyarakat. Bagaimana mengenali gejala HIV di tahap awal?

Klikdokter.com, Jakarta Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga menjadi lemah dan tidak dapat melawan infeksi berbagai penyakit. Untuk berjaga-jaga, Anda perlu mengetahui gejala HIV pada tahap awal.

Jika sudah terinfeksi virus ini, banyak penderita yang kondisinya berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Hal ini terjadi karena melemahnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. Berita buruknya, kondisi ini dapat mengancam nyawa seseorang jika telah memasuki tahap akhir.

Penularan virus HIV disebarkan melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi, hubungan seksual tanpa pelindung dan kerap berganti pasangan, penggunaan jarum suntik bersama hingga alat pembuat tato.

HIV bahkan dapat pula ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan. Dalam kondisi ini virus yang ada membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh hingga akhirnya berkembang menjadi AIDS. Namun, bukan berarti virus ini dapat diremehkan.

Setelah terinfeksi virus HIV, banyak orang yang tidak merasa mengalami gejala apapun. Walau begitu, gejala HIV ini dapat terdiri dari beberapa fase. Jadi, kenali gejala HIV di tahap awal berikut ini:

  • Demam. Suhu tubuh yang meninggi terjadi ketika kekebalan tubuh menurun dan mulai bermunculan tanda-tanda infeksi. Suhu dapat meningkat hingga 38 bahkan 40 derajat celsius.
  • Nyeri otot atau sendi yang biasa terjadi bersamaan dengan demam. Tubuh yang meriang dapat menyebabkan badan terasa pegal-pegal, sehingga otot pun mengalami nyeri.
  • Sakit kepala. Salah satu efek dari timbulnya demam membuat kepala kerap terasa seperti tertusuk dan sulit berkonsentrasi, bahkan dapat terjadi kehilangan memori jangka pendek. Tidak jarang badan disertai keluhan mual atau gangguan mata, seperti pandangan buram atau mendadak hitam.
  • Berat badan kiat menurun. Kondisi ini terjadi tanpa penyebab yang jelas.
  • Sakit tenggorokan. Biasanya dimulai dengan keluhan nyeri menelan, sehingga sulit makan. Keluhan seperti batuk dan radang yang berwarna merah sering dikeluhkan.
  • Sariawan atau sering disebut dengan oral trush. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai pertanda adanya infeksi jamur yang sering terjadi.
  • Adanya pembesaran kelenjar getah bening terutama pada bagian leher. Kelenjar getah bening ini pun terdapat di seluruh tubuh dan biasanya membesar jika ada peradangan infeksi
  • Diare. Adanya perubahan konsistensi saat buang air besar menjadi cair dan meningkatnya jumlah kejadian lebih dari 4 kali dalam sehari.
  • Ruam merah. Walaupun sangat jarang namun ruam merah juga kerap terjadi dan bentuk penampakannya seperti campak.

Memang keluhan seputar gejala HIV tahap awal di atas dapat bervariasi pada setiap orang dan periodenya pun dapat terjadi dalam beberapa minggu (perkiraan sekitar 2-6 minggu) tanpa penyebab yang jelas.

Biasanya keluhan langsung mendapatkan penanganan dokter dan telah diberikan obat untuk dikonsumsi. Namun, gejala bisa kembali terjadi lagi dan lagi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penularan atau berisiko tinggi tertular seperti tenaga medis, pekerja seks komersial, pasangan sesama jenis dan sebagainya.

Akan tetapi, walaupun gejala ini dapat hilang dengan sendirinya, bukan berarti virus sudah hilang dari dalam tubuh. Jika terbukti adanya virus HIV di dalam tubuh dan tidak segera dilakukan pengobatan, maka virus HIV dapat berkembang menjadi AIDS dalam perkiraan waktu sekitar 10 tahun.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan deteksi dini ketika dirasakan gejala HIV tahap awal di atas, agar dapat segera dilakukan pengobatan untuk mengendalikan perkembangan virus dalam tubuh Anda. Karena, walaupun gejala sudah membaik bukan berarti Anda sudah terbebas dari ancaman infeksi berulang.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar