Sukses

Mendeteksi Tanda dan Gejala HIV dari Mulut

Gejala HIV dapat dideteksi dengan memperhatikan kondisi mulut. Apa saja tanda-tandanya?

Klikdokter.com, Jakarta Human Immunodeficiency Virus alias HIV merupakan penyebab kematian nomor empat di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan, sehingga membuat kondisi tubuh penderita sangat rentan. Pada tahap awal, gejala HIV paling sering muncul di rongga mulut penderita.

Untuk mendiagnosis dan memantau perkembangan gejala HIV, diperlukan tes laboratorium berupa indikator CD4+ limfosit dan tes virus HIV. Sayangnya, tidak semua negara berkembang dapat melakukan tes tersebut.

Oleh karena itu, mengenali tanda dan gejala HIV di dalam rongga mulut menjadi hal yang sangat penting, guna mendeteksi dini adanya penyakit berbahaya ini.

1 dari 3 halaman

Tanda dan gejala HIV di dalam rongga mulut

Tanda dan gejala HIV di dalam mulut dikelompokkan sebagai berikut:

  • Infeksi jamur

Gejala HIV di dalam rongga mulut ditandai dengan adanya infeksi jamur Candidiasis. Keadaan ini dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

1.    Erythematous candidiasis

Tampak seperti bercak merah, rata, tampak luka pada pangkal lidah dan langit-langit mulut. Pasien biasanya akan merasakan rasa seperti terbakar di dalam mulut ketika makan yang asin atau pedas.

2.    Pseudomembranous candidiasis

Gejala HIV ini memberikan gambaran berupa lapisan krim putih yang melekat pada permukaan lidah atau dinding rongga mulut. Lapisan putih tersebut dapat dikerok, namun meninggalkan bercak merah dan berdarah.

3.    Angular cheilitis

Gejala HIV ini adalah luka pada sudut pertemuan bibir, dan dapat disertai dengan tanda erythematous candidiasis dan pseudomembranous candidiasis.

4.    Hyperplastic atau candidiasis kronis

Gejala HIV ini memberikan penampakan bercak putih yang tidak dapat dikerok dari permukaan jaringan mulut.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  • Infeksi Virus

Gejala HIV akibat infeksi virus bisa menyebabkan terbentuknya lapisan putih rata atau timbul di dalam rongga mulut.  Lapisan tersebut memiliki struktur seperti rambut di sisi tepi lidah, dengan atau tanpa disertai rasa nyeri. Gejala HIV ini juga dikenal dengan sebutan oral hairy leukoplakia.

Tak hanya itu, luka sariawan yang tak kunjung sembuh atau munculnya lesi berupa bintil kecil di langit-langit, jaringan rongga mulut maupun bibir, juga bisa menjadi gejala HIV akibat infeksi virus. Beberapa virus yang diketahui menyebabkan kondisi tersebut adalah Human Papilloma Virus (HPV), herpes simpleks virus, dan cytomegalovirus.

  • Infeksi Bakteri

Bentuk gejala HIV di dalam rongga mulut yang berhubungan dengan infeksi bakteri, di antaranya:

1.    Linear Erythematous Gingivitis

Ini adalah peradangan di sepanjang gusi yang berbatasan dengan gigi. Keluhan yang dapat muncul pada gejala HIV ini adalah gusi berdarah atau nyeri sedang.

2.    Necrotizing Ulcerative Periodontitis

Gejala HIV ini memberikan keluhan nyeri hebat, pendarahan spontan, dan menyebabkan kerusakan yang sangat cepat pada jaringan penyangga gigi maupun tulang. Pasien juga biasanya akan mengalami bau mulut.

3.    Bacillary Epithelioid Angiomatosis

Mirip dengan sarcoma karposi, karena sama-sama memberikan gejala berupa benjolan kecil merah dan lunak seperti bisul, serta mudah berdarah.

4.    Sifilis

Tampak seperti luka sariawan tunggal yang dalam, kronis, dan sukar sembuh. Gejala HIV ini dapat ditangani dengan pemberian kombinasi perawatan obat antibiotik peniccilin, erythromycin dan tetracycline.

Dengan apa saja yang menjadi gejala HIV di dalam rongga mulut, diharapkan Anda dapat lebih waspada akan penyakit berbahaya ini. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika mendapati kondisi-kondisi yang sudah disebutkan di atas.

[NB/ RVS]

2 Komentar