Sukses

Flu Unta, Cek Gejalanya di Sini

Mari kenali tanda dan gejala dari flu unta, agar terhindar dari penularan penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Menanggapi video Bachtiar Nasir yang meminum air kencing unta, Menteri Kesehatan Nina Moeloek mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, air kencing unta diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena flu unta.

Wabah flu unta di Tanah Suci

Flu unta menjadi salah satu tantangan baru yang harus dihadapi oleh jemaah yang menjalankan ibadah Umroh dan Haji. Penyakit yang disebabkan oleh virus MERS-CoV ini menyebabkan infeksi saluran napas akut yang berat. Infeksi virus ini pertama kali ditemukan di Arab Saudi pada bulan September 2012.

Selain ditularkan dari unta ke manusia, penyakit yang mirip dengan SARS ini juga dapat dijangkitkan dari manusia ke manusia melalui cairan dari saluran napas. Meskipun mirip, flu unta menyebabkan angka kematian 50% lebih banyak dibandingkan SARS.

Waspada gejala flu unta

Apabila Anda memiliki riwayat bepergian ke Arab Saudi, waspadalah jika Anda mulai mengalami gejala pneumonia. Gejala tersebut dapat timbul setelah 2–14 hari pasca berkontak dengan unta atau orang yang terinfeksi flu unta.

Biasanya gejala yang timbul mirip dengan influenza, yang diawali dengan demam dan batuk. Selain itu, dapat juga ditambah dengan diare, mual, dan muntah. Seiring dengan memberatnya penyakit, akan timbul sesak napas yang memberat. Hal tersebut dapat berujung kepada gagal napas, gagal ginjal, radang selaput jantung, gangguan pembekuan darah, hingga kematian.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat bahwa 3–4 dari 10 orang yang terjangkit flu unta meninggal dunia. Meski demikian, gejala flu unta yang dialami oleh setiap orang dapat bervariasi. Ada yang ringan, sedang, hingga berat dan berakibat fatal.

Mereka yang mengalami gejala flu unta yang berat umumnya telah memiliki masalah kesehatan sebelumnya, seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, penyakit ginjal, dan kekebalan tubuh yang menurun.

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Sedia payung sebelum hujan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Pepatah tersebut sangatlah tepat dan harus diterapkan dalam kasus flu unta ini. Jemaah yang bepergian ke Tanah Suci harus berhati-hati untuk tidak berkontak dengan cairan tubuh unta. Baik itu air kencing unta, air liur, daging unta yang tidak dimasak dengan matang, serta susu unta yang belum dipasteurisasi.

Selain itu, selalu jaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Jika akses kepada air bersih sedang sulit, Anda juga dapat menggunakan hand sanitizer. Dengan demikian, Anda dapat terhindar dari serangan flu unta.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar