Sukses

Berkenalan dengan Flu Unta alias MERS

Awas, flu unta alias MERS juga bisa terjadi akibat meminum air kencing unta!

Klikdokter.com, Jakarta Flu unta alias Middle East Respiratory Syndrome (MERS) merupakan penyakit saluran pernapasan, yang disebabkan oleh virus Corona. Pada April 2017, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa penyakit ini menyebabkan kematian pada 36% penderitanya.

Oleh karena itu, video Bachtiar Nasir yang meminum air kencing unta pun mendapatkan respons dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). Menurut Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K), tindakan tersebut dapat menyebabkan terjadinya penyakit flu unta.

Persebaran flu unta

Virus yang menjadi penyebab flu unta dapat menyebar dari unta ke manusia, maupun dari manusia ke manusia.

  • Unta ke manusia

MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) merupakan jenis virus yang bersifat zoonosis. Artinya, seseorang dapat terinfeksi virus ini melalui kontak langsung maupun tak langsung dengan hewan yang terinfeksi, dalam hal ini, unta dromedaris.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, virus ini telah menyebar pada unta dromedaris yang hidup di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Mesir, Oman, Qatar, dan Arab Saudi.

  • Manusia ke manusia

Meski jarang ditemukan, virus pencetus flu unta dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Pada kasus ini, virus hanya dapat tersebar melalui kontak jarak dekat.

Gejala flu unta

Pada umumnya, flu unta tidak memberikan gejala yang spesifik. Namun pada beberapa kasus, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa penyakit ini dapat memberikan gejala berupa:

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Mual
  • Muntah

Pada lansia, penderita diabetes, kanker, penyakit paru, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, flu unta dapat juga menyebabkan gagal ginjal, dan syok septik.

Pengobatan dan pencegahan flu unta

Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan khusus yang mampu mengatasi penyakit flu unta. Center for Disease Control and Prevention (CDC) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menyebutkan bahwa vaksin untuk mencegah penyakit ini masih belum tersedia.

Meski demikian, risiko flu unta dapat diperkecil dengan melakukan tindakan-tindakan berikut ini:

  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan menyentuh mata, hidung, atau mulut.
  2. Memperhatikan dan menjaga kebersihan benda-benda yang sering digunakan bersama, seperti sendok atau gagang pintu.
  3. Memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, berolahraga, serta istirahat cukup.
  4. Menutup hidung dan mulut menggunakan tisu bersih ketika bersin, dan langsung membuang tisu tersebut ke tempat sampah.
  5. Menggunakan masker saat bepergian keluar rumah.
  6. Memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik. Bila perlu, gunakanlah air humidifier.
  7. Periksa suhu tubuh secara berkala.
  8. Perhatikan kebersihan seluruh tubuh.
  9. Mengurangi atau menghindari kontak dengan hewan ternak, hewan peliharaan atau hewan liar.
  10. Hindari berkontak dengan penderita MERS, baik secara langsung maupun hanya sekadar berbagi pakai peralatan makan.

Wabah flu unta memang belum sampai ke Indonesia. Tapi tak ada salahnya untuk selalu waspada, karena penyakit ini sangat berbahaya dan dapat merenggut nyawa penderitanya. Karena itu, jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang merujuk pada penyakit flu unta, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar