Sukses

Sering Lupa Tidak Melulu akibat Demensia

Tahukah Anda, sering lupa tak selalu menjadi pertanda adanya penyakit demensia? Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Pernah direpotkan dengan kejadian dimana Anda lupa meletakkan sebuah barang? Banyak orang mengatakan bahwa penurunan daya ingat ini sebagai gejala awal dari demensia. Apakah hal ini benar?

Tidak dimungkiri, demensia memang dapat diawali dengan sering lupa. Tapi tenang, Anda tidak perlu panik. Sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan, saat Anda mengalami masalah memori yang sama secara berulang-ulang, hal ini tidak selalu dikaitkan sebagai tanda awal demensia.

Untuk membuktikan itu, Marie Eckerström, seorang mahasiswa doktoral di Institute of Neuroscience and Physiology, Swedia, meneliti 1.077 orang dewasa berusia 40-79 tahun yang mengalami masalah dengan daya ingat.

Penelitian yang dilakukan selama empat tahun tersebut mendapatkan hasil bahwa sembilan dari sepuluh peserta memiliki nilai tes yang baik dalam ujian memori. Ini karena mereka tidak mengalami perubahan kimia atau fisik di otak, yang berkaitan dengan tahap awal demensia.

Kenapa seseorang sering lupa?

Studi tersebut mengungkapkan, tujuh dari sepuluh peserta dalam penelitian mengalami stres, kelelahan kronis, atau depresi. Menurut Professor of Psychology and Neuroscience di Muhlenberg College, Gretchen Gotthard, saat Anda sedang mengalami stres, tubuh akan meresponsnya dengan fight-or-flight. Artinya, seseorang yang mengalami stres akan kesulitan untuk berpikir jernih akibat pengaruh hormon kortisol. Alhasil, mereka akan cenderung lupa terhadap suatu hal yang bahkan baru dilakukannya.

“Stres kronis dapat menyebabkan kerusakan pada struktur memori utama di otak, seperti hippocampus,” kata Gotthard.

Nah, itulah penjelasan mengapa sering lupa tak selalu berhubungan dengan demensia. Meski demikian, bukan berarti kondisi ini bisa Anda anggap sepele. Karena sejatinya, sering lupa dapat menganggu aktivitas bahkan menurunkan kualitas hidup Anda.

[NB/ RVS]

1 Komentar

  • wiwitrosya

    hai dok, sya wanita menikah usia 25. sya merasa mudah lupa dan sering hilang fokus. padahal waktu sekolah, ingatan sya cukup baik, terbukti nilai2 sya bagus. sya tdk merokok dan minum alkohol. jadi, mudah lupa sya ini tergolong disebabkan yang mana ya dok? thx.