Sukses

Bisakah si Kecil Mengalami Anemia?

Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, si Kecil juga bisa mengalami anemia. Kenali penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Anemia atau kurang darah adalah suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau hemoglobin di dalam tubuh berada di bawah batas normal. Berdasarkan mekanismenya, anemia terbagi menjadi tiga.

Pertama, anemia karena penurunan jumlah produksi sel darah merah. Contohnya adalah pada kasus kekurangan nutrisi seperti zat besi atau vitamin B12.

Kedua, anemia karena peningkatan destruksi sel darah merah. Contohnya adalah pada penyakit gangguan kekebalan tubuh atau penyakit talasemia (penyakit kelainan darah turunan).

Ketiga, anemia karena kehilangan darah dalam jumlah yang besar. Contohnya pada kecelakaan, trauma, menstruasi hebat atau perdarahan lainnya.

Meski umum terjadi pada orang dewasa, anemia juga dapat terjadi pada bayi dan anak. Penyebab utama anemia pada si Kecil adalah defisiensi zat besi.

Anemia ringan bisa saja tidak bergejala. Namun ketika jumlah zat besi di dalam darah menurun, dapat menimbulkan berbagai gejala sebagai berikut:

  • Badan lesu.
  • Pucat pada wajah, bibir, dan bagian putih mata (konjungtiva).
  • Si Kecil menjadi lebih sensitif (irritable).
  • Sariawan di lidah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Detak jantung lebih cepat.
  • Sesak napas.
  • Daya tahan tubuh melemah.

Pada anak di bawah usia dua tahun—yang merupakan periode emas perkembangan otak, anemia defisiensi zat besi dapat menyebabkan fungsi otak dan mental anak tidak optimal. Anemia defisiensi besi umumnya disebabkan karena asupan zat besi yang minim.

Adapun beberapa penyebab anemia defisiensi zat besi dibagi berdasarkan umur. Berikut ini pembagiannya menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

1. Bayi kurang dari 1 tahun

  • Cadangan besi kurang karena berat badan bayi waktu lahir rendah, prematuritas, lahir kembar, ASI ekslusif tanpa suplementasi besi, susu formula rendah besi, pertumbuhan cepat, dan anemia selama kehamilan.
  • Alergi protein susu sapi.

2. Anak umur 1-2 tahun

  • Asupan besi kurang akibat tidak mendapat makanan tambahan atau minum susu murni berlebih.
  • Obesitas.
  • Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang/kronis.
  • Malabsorbsi.

3. Anak umur 2-5 tahun

  • Asupan besi kurang karena jenis makanan kurang mengandung Fe jenis heme atau minum susu berlebihan.
  • Obesitas.
  • Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang/kronis (baik karena bakteri, virus, ataupun parasit).
  • Kehilangan berlebihan akibat perdarahan (divertikulum Meckel / poliposis dan sebagainya).

Pada prinsipnya penanganan anemia akibat kekurangan zat besi pada anak terdiri dari mengatasi faktor penyebab dan pemberian preparat besi. Pastikan bahwa Anda mencukupi nutrisi seimbang untuk si Kecil, termasuk zat besi yang merupakan elemen penting bagi pertumbuhan anak.

Jika si Kecil mengalami gejala anemia atau Anda curiga ia mengalami anemia, segera periksakan ke dokter spesialis anak. Dokter akan memastikan diagnosis berdasarkan pemeriksaan secara langsung berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium darah.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar