Sukses

Beda Benjolan Tumor dan Kanker di Payudara

Bagaimana membedakan benjolan tumor dan kanker di payudara? Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Benjolan di payudara sering kali menjadi masalah yang bisa membuat setiap wanita sulit tidur nyenyak. Masalahnya, benjolan merupakan masalah kesehatan yang harus diwaspadai. Pertumbuhan jaringan tidak normal di tubuh ini merupakan pertanda yang tidak bisa diabaikan. 

Tumor atau Kanker?

Benjolan ini sering disebut dengan tumor. Di payudara senditi, tumor terbagi menjadi dua jenis, yaitu tumor jinak dan tumor ganas atau kanker.

1. Tumor jinak payudara

Tumor jinak biasanya dapat dikenali berupa benjolan pada daerah payudara yang umumnya tidak bersifat agresif. Benjolan bisa terus bertambah besar dalam ukuran.

Namun biasanya pertumbuhan tumor jinak lebih lambat daripada jenis tumor ganas. Pertumbuhan benjolan ini juga dapat menyebabkan penekanan di sekitar jaringan tubuh lainnya serta nyeri atau pembengkakan.

2. Tumor ganas payudara

Berbeda dari tumor jinak, tumor ganas adalah benjolan pada payudara yang bersifat agresif dan invasif, bertumbuh ‘liar’ serta merusak jaringan di sekitarnya.

Benjolan umumnya bertambah besar, lebih cepat daripada tumor jinak. Bentuknya pun biasanya tidak beraturan, dengan sel-sel yang menyebar ke organ-organ lain yang letaknya jauh dari payudara.

Diperlukan biopsi untuk menentukan tingkat keparahan dan keganasan tumor ganas tersebut.

Penanganan

Penanganan untuk tumor jinak bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan. Pada beberapa kasus, penanganan tumor jinak tidak memerlukan tindakan pembedahan.

Namun pada dasarnya, dokter akan sangat waspada jika suatu benjolan memiliki potensi untuk menyebabkan nyeri dan gangguan kesehatan. Bila sudah demikian, maka dokter tetap menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan meskipun benjolan bersifat jinak.

Hal ini juga sekaligus untuk mengantisipasi adanya kemungkinan perubahan sifat tumor jinak payudara menjadi tumor ganas.

Untuk itu, setiap wanita harus disiplin memeriksa payudara sebagai proses deteksi dini. Salah satu caranya adalah dengan melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Apalagi, jika terdapat riwayat keluarga atau sudah pernah mengalami benjolan di payudara maupun kanker payudara sebelumnya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar