Sukses

Tidak Makan Daging, Resep Awet Muda Sophia Latjuba?

Sophia Latjuba, artis vegan ini makin tampak awet muda dari waktu ke waktu.

Klikdokter.com, Jakarta Sophia Latjuba sudah belasan tahun menjadi vegetarian, dan tampaknya ia telah “naik tingkat” menjadi seorang vegan. Di Instagram-nya (@sophia_latjuba88) pada 4 Desember 2017 lalu, ia mengatakan alasannya mengapa memilih gaya hidup sehat ini.

“Karena saya ingin hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih baik, plant-based diet (diet vegan) dan olahraga rutin memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari saya. Saya merasa jauh lebih muda dan kuat dibanding saya muda dulu. Saya melakukan ini untuk diri saya, anak-anak perempuan saya, dan juga Bumi,” tulis Sophia.

Di usianya yang ke-47, Sophia memang tampak makin segar dan awet muda. Apakah diet vegetarian yang diterapkannya selama bertahun-tahun—dan kini diet vegan—menjadi salah satu faktor?

1 dari 3 halaman

Vegan = lebih sehat?

Berbeda dengan pelaku diet vegetarian yang masih mungkin menyantap produk olahan hewan, seperti telur, keju, atau susu, seorang vegan bisa dibilang sebagai jenis vegetarian paling ketat.

Vegan sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani, termasuk daging, susu, dan produk lainnya yang diproses menggunakan produk-produk hewani, misalnya beberapa bentuk gula dan wine.

Ada banyak penelitian yang telah mencoba menghubungkan diet vegan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik. Salah satunya yang dilakukan oleh para periset di Massachusetts General Hospital dan sudah dipublikasikan di JAMA Internal Medicine Journal pada 2016 lalu.

Dilansir Independent, dalam studi tersebut dinyatakan bahwa seorang vegan memiliki tingkat kematian yang jauh lebih rendah daripada pemakan daging. Para peneliti menemukan bahwa meningkatkan protein hewani dalam makanan sebesar 10 persen menyebabkan risiko kematian yang lebih tinggi sebanyak 2 persen.

Namun, risiko tersebut paling menonjol di antara orang-orang yang juga terlibat dalam aktivitas tidak sehat lainnya, seperti memiliki riwayat merokok, minum alkohol, atau mengalami obesitas. Karena itu, peneliti menegaskan agar orang lebih berhati-hati untuk menafsirkan hasilnya, karena faktor sosial dan lingkungan juga dapat memengaruhi.

2 dari 3 halaman

Daging “beracun” untuk kulit?

Dikutip dari Huffington Post, daging dapat mengandung lemak jenuh, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Arteri yang tidak sehat berarti kulit tidak mendapatkan nutrisi yang membuatnya tetap sehat.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa konsumsi daging merah berhubungan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh, yang kemudian dapat memecah kolagen dan elastin. Padahal kedua zat tersebut penting untuk membuat kulit tetap lembut dan kenyal.

Namun, jika Anda berpikir bahwa hanya dengan menyingkirkan daging dan produk susu dapat membuat kulit lebih awet muda, maka Anda berkhayal.

“Manfaat yang Anda dapatkan dari mengeliminasi daging dan susu dari asupan kalori bergantung pada makanan yang Anda pilih untuk menggantikan kalori tersebut,” jelas Kristin Kirkpatrick, seorang ahli nutrisi.

Artinya, seorang vegan yang mengganti kalorinya dengan lebih banyak buah dan sayur dan makanan bernutrisi tinggi lainnya akan memperoleh manfaat yang sangat besar.

Hal ini dikarenakan buah dan sayur memiliki kandungan air yang tinggi ketimbang daging. Mengonsumsi makanan yang kaya air, seperti mentimun, semangka, dan lain-lainnya, dapat membantu menghidrasi kulit sehingga lebih bercahaya.

Lebih jauh lagi, diet vegan umumnya tinggi vitamin C. “Vitamin C diperlukan untuk metabolisme kolagen, yang dapat meningkatkan elastisitas kulit serta menyamarkan keriput,” kata Kirkpatrick. Dosis tertinggi vitamin C pada makanan dapat diperoleh dari pepaya, stroberi, jeruk, kangkung, lemon, kembang kol, dan bawang putih.

Ingin awet muda seperti Sophia Latjuba? Mungkin Anda dapat mencoba pola makan vegan. Namun ingat, sebelum menerapkan diet jenis ini, Anda harus memikirkannya matang-matang. Jika perlu, berkonsultasilah dengan dokter ahli gizi. Kalaupun keputusan Anda sudah bulat, asupan yang dikonsumsi harus tetap seimbang. Jangan sampai Anda hanya makan kentang untuk “mengganti rugi” keinginan Anda untuk makan daging!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar