Sukses

Mitos Seputar Panas Dalam

Gejala panas dalam sangat sering dirasakan, sehingga memunculkan banyak asumsi dan mitos. Simak penjelasannya secara medis di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Sariawan, bibir pecah-pecah, dan nyeri tenggorokan merupakan gejala yang paling umum terjadi ketika Anda mengalami panas dalam. Meski istilah ini tidak dikenal dunia medis, banyak orang yang terlanjur menganggap serangkaian gejala ini sebagai penyakit itu sendiri.

Karena sering dirasakan oleh masyarakat, banyak muncul asumsi seputar gejala panas dalam yang akhirnya berkembang sebagai mitos. Berikut beberapa fakta di balik mitos yang beredar mengenai panas dalam:

1. Jarang mandi bisa sebabkan panas dalam?

Sebenarnya jarang mandi dan panas dalam tidak berkaitan secara langsung. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di laman TwentyTwoWords, ada kondisi cukup serius yang terjadi pada tubuh jika Anda memutuskan untuk tidak mandi.

Tubuh manusia membawa sekitar 1.000 jenis bakteri, termasuk 40 jenis jamur. Anda tidak akan dapat membuang bakteri jahat yang melekat di tubuh jika tidak mandi.

Bakteri jahat yang bersarang di kulit tersebut dapat menemukan jalan masuk ke dalam tubuh lewat telinga, mata, hidung, dan bahkan lewat mulut. Akibatnya, Anda lebih rentan terkena penyakit –termasuk panas dalam.

2. Panas dalam dapat diredakan dengan minuman dingin?

Hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun, yang lebih tepat adalah minum air putih minimal 10 gelas sehari dapat membantu mengatasi panas dalam, karena penyebab utama panas dalam adalah kondisi tubuh yang tidak terhidrasi dengan baik.

Selain minum air, Anda juga bisa mengonsumsi juga air kelapa. Minuman ini mengandung ion dan mineral yang dapat menggantikan cairan dan mineral tubuh yang hilang. Jadi ingat, bukan minuman dingin seperti es soda susu atau es teh yang dapat menyembuhkan panas dalam, ya!

3. Makanan yang pedas dan goreng-gorengan sebabkan panas dalam?

Salah satu gejala panas dalam adalah sakit tenggorokan. Penyebabnya bukan karena makan makanan pedas atau goreng-gorengan.

Kondisi ini terjadi karena menurunnya daya tahan tubuh akibat ketidakseimbangan antara aktivitas sehari-hari dan waktu istirahat, dan kurangnya pola makan berimbang dengan olahraga. Kondisi ini dapat bertambah buruk jika Anda terbiasa begadang dan merokok.

Jika mau dihubungkan, makan makanan pedas dan goreng-gorengan serta kurang makan sayur dan buah mengakibatkan tubuh kekurangan vitamin. Hal ini memicu salah satu gejala panas dalam, yaitu sariawan.

Informasi yang beredar seputar panas dalam memang sangat banyak. Karena itu Anda perlu bersikap bijak dalam menyaring setiap informasi yang Anda terima.

Menerapkan pola hidup sehat disertai olahraga secara rutin merupakan langkah sederhana untuk menghindari berbagai penyakit –termasuk panas dalam. Pastikan juga untuk selalu menjaga kesehatan mulut dan gigi, karena bakteri jahat dapat masuk melalui kedua organ ini.

Untuk memaksimalkan usaha Anda dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi, gunakan pasta gigi yang mengandung bahan herbal yang alami. Misalnya kandungan ekstrak daun sirih, garam, dan jeruk nipis.

Ketiga bahan alami tersebut ampuh sebagai antiseptik penghambat pertumbuhan bakteri, pencegah radang, serta mengandung vitamin C untuk menjaga kesehatan gusi. Anda bisa menemukan bahan alami tersebut di dalam Pepsodent Action Herbal.

Rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan Pepsodent Action Herbal akan membantu Anda dan keluarga terhindar dari gejala panas dalam seperti sariawan, bibir pecah-pecah, bau mulut, dan gejala-gejala lainnya. Bahkan dari hasil survei, 8 dari 10 orang mengakui keampuhan Pepsodent Action Herbal untuk merawat gigi dan mencegah gejala panas dalam. Mari rasakan keampuhannya kandungan herbalnya mulai sekarang!

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar