Sukses

Menyingkap Fakta di Balik Mitos Rambut Rontok

Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait rambut rontok. Perlu dipercaya atau tidak, temukan faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Sejatinya, rambut adalah salah satu bagian tubuh yang paling banyak dikeluhkan baik wanita maupun pria. Oleh karena itu ketika mengalami rambut rontok, banyak yang langsung panik dan berpikir bahwa dirinya terancam kebotakan. 

Normalnya, seseorang mengalami kehilangan rambut sebanyak 100 helai rambut per harinya. Dampak kerontokan rambut yang terjadi setiap hari memunculkan banyak mitos yang beredar di masyarakat.

Berikut ini beberapa mitos dan fakta yang perlu Anda ketahui:

Mitos: kerontokan rambut setiap hari akan berujung pada kebotakan

Faktanya, seperti yang sudah disebutkan di atas, kerontokan rambut normal terjadi pada seseorang dengan jumlah sebanyak 100 helai rambut per hari. Biasanya ini terjadi saat tubuh mengalami fase istirahat. Pertumbuhan rambut sendiri melalui siklus yang mencakup tiga fase pertumbuhan, yaitu:

  • Fase anagen. Fase ini merupakan fase pertumbuhan rambut aktif. Lama fase anagen kurang lebih 2–6 tahun.
  • Fase katagen. Fase ini merupakan masa peralihan yang terjadi setelah akhir fase anagen yang berlangsung selama 1-2 minggu.
  • Fase telogen. Fase ini merupakan masa istirahat. Fase ini berlangsung kurang lebih 100 hari atau sekitar 5–12 minggu.

Mitos: rambut rontok diwariskan dari pihak ibu

Faktanya,  peranan genetika memang berpengaruh dalam menyebabkan kerontokan rambut pada seseorang. Namun, penyebabnya bukan dari pihak ibu saja, tetapi bisa juga diturunkan dari pihak ayah.  Jadi, peran kedua orang tua sama besarnya dalam penurunan gen kerontokan rambut.

Mitos: sering menggunakan topi membuat rambut mudah rontok

Faktanya, memakai topi tidak akan membuat rambut rontok selama penggunaannya tidak terlalu ketat di kepala, sehingga mengganggu sirkulasi folikel rambut.

Mitos: rambut rontok hanya terjadi pada orang tua

Faktanya, rambut rontok memang sering terjadi pada orang tua seiring dengan bertambahnya usia sehingga terlihat menipis. Namun, rambut rontok juga dapat terjadi di usia muda. Penyebabnya bisa karena perubahan hormon, asupan gizi yang buruk, atau proses kimiawi di rambut yang sering dilakukan oleh kalangan usia muda.

Karena rambut adalah mahkota wanita (juga pria), kerontokan rambut bisa menjadi hal yang menakutkan karena dapat menipiskan rambut dan memicu terjadinya kebotakan. Oleh karena itu, kesehatan rambut harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin.

Untuk merawatnya dari dalam, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung protein, omega-3, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, serta zat besi. Pilihan makanannya adalah ikan salmon, kacang walnut, tiram, ubi, telur, bayam, kacang-kacangan, yoghurt, daging ayam, susu, dan  masih banyak lagi.

Perlindungan dari luar yang dapat Anda lakukan antara lain dengan selalu menjaga kebersihan kulit kepala dan rambut dengan membersihkannya secara rutin, menjaga kebersihan barang-barang yang berkontak dengan rambut, hindari paparan zat kimia pada rambut yang terlalu sering, serta lindungi rambut dari paparan sinar matahari yang terlalu lama. Dengan menjaga rambut dari luar dan dalam, niscaya kesehatan rambut akan terjaga, dan Anda akan terhindar dari kerontokan rambut yang dapat menyebabkan kebotakan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar