Sukses

Tanda-tanda Seseorang Terkena Gangguan Identitas Disosiatif

Seseorang yang terlihat memiliki dua atau lebih kepribadian, bisa saja mengalami Gangguan Identitas Disosiatif.

Klikdokter.com, Jakarta Orang yang memiliki dua atau lebih kepribadian dulu dinamakan Kepribadian Ganda atau Multiple Personality Disorder. Kini istilah tersebut diganti menjadi Gangguan Identitas Disosiatif (Dissociative Identity Disorder).

Gangguan Identitas Disosiatif adalah gangguan kepribadian dimana seorang individu memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda atau kepribadian pengganti (alter ego).

Penderita Gangguan Idenitas Disosiatif terkadang tidak mengetahui bahwa dia memiliki tanda–tanda kepribadian ganda. Sebab terkadang antar satu kepribadian dengan kepribadian yang lain tidak saling mengenal. Bahkan ada yang memiliki kepribadian yang saling bertolak belakang sifatnya.

Belum ditemukan secara pasti penyebab seseorang menderita Gangguan Identitas Disosiatif. Namun, gangguan ini dapat didukung oleh beberapa faktor, seperti adanya trauma di masa kecil, baik itu trauma psikis, fisik maupun pelecehan seksual yang terjadi secara berulang.

Selain itu, pengaruh keluarga yang memiliki gangguan psikologis atau kurangnya dukungan keluarga saat terjadi trauma di masa kecil tersebut juga dapat menyebabkan seseorang memiliki Gangguan Identitas Disosiatif.

Dari pengalaman tersebut penderita membuat pertahanan diri dengan menciptakan kepribadian lain di luar alam sadarnya untuk dapat bertahan hidup.

Perlu Anda ketahui, seseorang dengan Gangguan Identitas Disosiatif akan mengalami hal-hal sebagai berikut:

  • Kehadiran dua kepribadian atau lebih.
  • Kepribadian tersebut mengendalikan perilaku penderita.
  • Ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang melebihi kelupaan pada normalnya.
  •  Gangguan terjadi bukan karena efek fisiologis dari suatu zat atau kondisi medis umumnya. Hal ini yang membedakan Gangguan Identitas DIsosiatif dengan gangguan bipolar.

Dari hal yang terjadi pada penderita Gangguan Identitas Disosiatif di atas, akan ditemukan beberapa tanda dan gejala penderita Gangguan Identitas Disosiatif seperti berikut:

  • Penderita mengalami suatu perasaan yang tidak nyata (derealisasi) seakan terpisah dari diri sendiri, baik secara fisik maupun mental. Terkadang penderita mengganggap diri sendiri sebagai orang asing (depersonalisasi).
  • Penderita sering merasa kehilangan waktu. Pada penderita Gangguan Idenititas Disosiatif, penderita sering tersadar berada di suatu tempat yang tidak dia kenal dan tidak dapat mengingat waktu pergi. Sehingga penderita seakan merasa sering kehilangan waktu.
  • Perbedaan kemampuan diri yang berbeda–berbeda. Antar satu kepribadian memiliki kemampuan diri yang berbeda satu sama lain. Terkadang penderita memiliki keahlian dalam menggambar, sedangkan kepribadian lain muncul memiliki kemampuan memasak.

Sehingga, kemampuan penderita dapat berubah tergantung dari kepribadian mana yang muncul saat itu.

  • Penderita sering mengalami kelelahan dan sakit kepala. Perubahan lebih dari satu kepribadian dalam satu hari tentunya akan menguras fisik penderita, sehingga gejala sering lelah atau sakit kepala sering dialami oleh mereka.
  • Penderita mengalami depresi dan timbul rasa cemas. Gejala depresi dan cemas bisa terjadi pada penderita Gangguan Identitas Disosiatif yang tidak merasa bahagia dengan keadaan diri sendiri.

Jika Anda memiliki kerabat atau keluarga yang sering mengeluh dengan hal di atas, dampingi mereka untuk mendapatkan konsultasi lebih lanjut dengan psikolog atau psikiatri, agar mendapatkan penanganan yang optimal. Seseorang yang terdiagnosa Gangguan Identitas Disosiatif akan menjalani psikoterapi. Tujuannya untuk menyatukan kepribadian yang ada menjadi satu kepribadian yang utuh.

Selain itu, peranan keluarga juga sangat membantu dalam proses kesembuhan penderita Gangguan Identitas Disosiatif. Jika dua terapi tersebut tidak membantu, maka penderita akan diberikan obat khusus untuk membantu mengurangi gejala–gejala yang muncul. 

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar