Sukses

Awas, Konsumsi Garam Berlebih Bisa Ganggu Kesehatan Otak

Konsumsi garam berlebih tak hanya mengakibatkan strok dan penyakit jantung, tapi juga memengaruhi kesehatan otak.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan strok dan penyakit jantung. Namun, sebuah penelitian terbaru menegaskan bahwa hal ini juga bisa memengaruhi kondisi otak.

Dikatakan oleh Costantino Iadecola, direktur Feil Family Brain and Mind Research Institute di Weill Cornell Medicine, Amerika Serikat, penelitian dengan menggunakan tikus sebagai objek ini dilakukan dengan memberinya makan dengan asupan garam 8 hingga 16 kali kebutuhan normal selama kurang lebih 3 bulan. Setelahnya, penelitian dilanjutkan dengan menguji tikus tersebut dengan tes perilaku.

Hasilnya, terjadi perubahan perilaku pada tikus. Tikus tersebut kehilangan kemampuan untuk mengidentifikasi benda-benda di sekitarnya.

“Ketika ditempatkan di kandang, mereka diminta menemukan tempat yang sepi. Namun, tikus ini tidak ingat di mana tempat sepi itu. Dan ketika tikus harus membuat kandang, yang merupakan hal yang dilakukan tikus tiap hari, mereka tidak bisa melakukannya,” katanya.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Neuroscience ini mengemukakan bahwa manusia juga dapat mengalami hal yang serupa seperti yang dialami tikus. Dr. Costantino mengatakan, mengonsumsi 2 sdt (sendok teh) garam setiap hari dapat memengaruhi fungsi otak dalam jangka panjang. Namun, dampak negatifnya mungkin tidak agresif seperti yang terlihat pada tikus.

Anda adalah apa yang Anda makan          

Profesor Bryce Vissel, direktur pusat ilmu saraf di Universitas Teknologi Sydney, Australia, mengatakan bahwa studi ini menunjukkan bahwa apa yang Anda makan ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi usus, tetapi juga menyebabkan berbagai respons lain di dalam tubuh.

“Perubahan pada kondisi usus pada gilirannya akan menyebabkan berbagai respons di dalam tubuh, beberapa di antaranya bersifat peradangan. Jika tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan disfungsi otak,” terangnya.

Tubuh sebenarnya hanya membutuhkan sodium dalam jumlah yang sedikit, yaitu kurang dari 2000 mg per hari (setara dengan 1 sdt garam). Namun tanpa disadari, rata-rata orang mengonsumsinya secara berlebihan. Apalagi jika makanan yang disajikan terasa hambar, kadang orang secara refleks langsung mengambil garam untuk ditaburkan di atas makanan.

Demi kesehatan otak, kurangi konsumsi garam secara berlebih. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti menghindari makanan yang diproses, seperti sosis, makanan kaleng, telur asin, ikan asin, abon, dan dendeng. Kurangi juga penggunaan bumbu penyedap makanan saat memasak, dan coba pelan-pelan mengganti garam dengan rempah-rempah seperti jahe, thyme, oregano, bawang putih, jeruk nipis, belimbing wuluh, dan masih banyak lagi. Memang akan terasa sulit di awal, tapi lama-lama Anda pasti akan terbiasa.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar