Sukses

Konsumsi Minuman Beralkohol Picu Diare

Sering diare setelah minum minuman beralkohol? Ya, itu bisa terjadi. Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Akhir pekan telah tiba! Setelah melalui malam  sambil menikmati minuman beralkohol bersama teman-teman, kemungkinan tak hanya pusing akibat hangover dan mulut kering yang Anda rasakan ketika bangun tidur pada keesokan harinya. Bisa jadi Anda juga sibuk bolak-balik ke toilet karena diare.

Jika Anda menyadari pola buang air besar yang tak biasa setelah melewati malam penuh minuman beralkohol, Anda tidak sedang mengada-ada. Salah satu efek buruk alkohol adalah memungkinkan Anda mengalami diare.

Alkohol mengiritasi usus

Menurut spesialis penyakit saluran pencernaan Dr. Andrew Black, M.D., alkohol dapat mengiritasi lapisan usus Anda. Kondisi ini tak hanya memicu keluarnya cairan tetapi juga membuat kontraksi otot menjadi lebih kuat dan sering. Kontraksi ini sama seperti yang biasa Anda rasakan ketika ingin buang air besar.

Jika kontraksi yang terjadi terlalu berlebihan, maka kotoran akan terdorong keluar sebelum usus Anda menyelesaikan tugasnya untuk menyerap cairan ekstra pada kotoran tersebut. Hasilnya? Konsistensi tinja yang dikeluarkan tubuh menjadi lunak atau cair, atau biasa dikenal sebagai diare.

Selain terjadi kebocoran dan terlalu aktif, usus Anda yang teriritasi mungkin mengalami masalah dalam menjalani tugas esensialnya, yaitu menyerap cairan ketika Anda tengah mabuk, dan meninggalkan tinja dalam kondisi belum “dikeringkan”.

“Jadi ada tiga dampak buruk yang terjadi, yaitu terlalu banyak keluar cairan, terlalu sedikit cairan yang diserap, dan usus bekerja terlalu keras untuk mendorong kotoran keluar dari tubuh Anda,” Dr. Andrew memaparkan seperti dilansir di laman Men’s Health.

Alkohol membunuh bakteri baik

Selain dapat mengiritasi usus, alkohol juga dapat membunuh bakteri baik di dalam usus—yang dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalam usus—sehingga mengakibatkan konsentrasi bakteri jahat lebih tinggi. Hal ini merupakan suatu masalah karena bakteri jahat dapat mengganggu kemampuan usus untuk menyerap cairan. Terlebih lagi, terlalu banyak alkohol dapat menstimulasi produksi asam di dalam perut. Yang berarti, lagi-lagi tambahan cairan yang tercampur pada tinja.

Terdapat juga kemungkinan bukan hanya alkohol, namun komponen lain dalam minuman beralkohol juga dapat memicu terjadinya diare. Dikatakan lagi oleh Dr. Andrew, contohnya jika Anda sensitif terhadap gluten atau punya masalah dalam penyerapan karbohidrat, minuman beralkohol seperti bir atau koktail yang manis dapat semakin mengganggu kerja usus, sehingga gejala yang dirasakan semakin buruk. Beberapa orang juga dapat mengalami sakit pada usus ketika mengonsumsi minuman beralkohol dengan pemanis buatan, yang biasa ditemui pada koktail dengan campuran (bisa berupa soda atau air tonik) bebas gula.

Untuk menghindari diare seperti ini, berhati-hatilah dengan konsumsi alkohol karena semakin banyak Anda minum, semakin parah tingkat diare yang akan Anda rasakan. Dan tak hanya diare, minum minuman beralkohol secara berlebih dan dilakukan dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti kerusakan hati.

Biasanya diare ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika gejala diare memberat, menimbulkan demam, disertai darah, lemas, nyeri perut, dan frekuensi berkemih berkurang, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Langkah yang paling bijak, mungkin sudah saatnya Anda berhenti mengonsumsi minuman beralkohol demi kesehatan yang lebih baik.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar